Jarak Bukanlah Batas
Jakarta, 14 Januari 2012.
Tiga hari yang lalu, tanggal 11 Januari 2012, saya menerima e-mail dari Bang Iman, seorang teman yang menempuh pendidikan doctoral di TU Munich, Jerman, yang berbunyi:
“ok van, dah disubmit hari ini.
sekarang kita bisa lanjutkan dengan topik berikutnya
”.
Hal ini berarti bahwa jurnal internasional kami (atau jurnal pertama saya, alhamdulillah..) telah disubmit di IJIR (International Journal of Imaging and Robotics). IJIR ini merupakan sebuah media publikasi jurnal penelitian mengenai imaging dan robotics. Editorial Board-nya terdiri dari sejumlah peneliti atau akademisi yang berasal dari berbagai institusi pendidikan di seluruh dunia. Pada dasarnya, submisi yang kami lakukan adalah hasil dari undangan atas penelitian kami sebelumnya yang dipresentasikan pada konferensi ICA (Instrumentation, Control and Automation) di Bandung pada November 2011. Alhamdulillah, paper kami termasuk satu dari sejumlah paper yang mendapat kesempatan memenuhi undangan tersebut.
Berbeda dari biasanya, saya sempat merasa tidak yakin mampu menyelesaikan jurnal tersebut bersama Bang Iman. Alasannya sederhana, karena saya juga merasa masih perlu banyak belajar di dunia kerja yang sekarang. Singkat kata, hal itu disebabkan manajemen waktu saya yang berantakan akibat hadirnya sejumlah aktifitas lain di luar pekerjaan rutin yang memakan banyak waktu juga.
Mengingat dalam jurnal tersebut turut juga berkontribusi professor saya sewaktu di TokyoTech, saya jadi tambah khawatir ke”kacau”an saya akan mengakibatkan gagalnya jurnal tersebut di-submit.
Akan tetapi, saya percaya komunikasi adalah sebuah anugerah yang harus dimaksimalkan. Dahulu, manusia menggunakan sejumlah sandi, mulai dari api, batu, ranting sampai dengan ritme suara sebagai alat komunikasi. Manusia juga disempurnakan dengan pita suara yang dapat digunakan untuk berbicara untuk kebaikan dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kini, alat komunikasi semakin canggih, jarak bukanlah batas. Handphone dan sejumlah aplikasi yang memanfaatkan jaringan internet seperti Facebook, YM, e-mail dan sebagainya mampu memaksimalkan fungsi komunikasi dan menyelesaikan masalah jarak. Bahkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa komunikasi sudah lama menjadi dan membuahkan bisnis yang menjanjikan.
Terlepas diri hakikat komunikasi tersebut dan menyadari kelemahan saya dalam menyelesaikan jurnal kami, saya menginformasikan beberapa hari sebelum deadline bahwa saya khawatir tidak mampu menyelesaikannya. Hal ini mengarah pada perkiraan bahwa sharing informasi yang lebih dini akan memberikan kesempatan atau tenggat waktu untuk mengubah rencana sehingga alhamudillah jurnal kami-pun selesai dengan sejumlah perubahan minor. Perubahan minor dan komunikasi yang cukup dekat dengan deadline ini dilakukan dengan menggunakan YM dan e-mail. Betapa jarak bukanlah lagi sebuah batas dalam kehidupan manusia.
Sesuai dengan file yang di-submit, jurnal kami tersebut berjudul “Improved Distributed Coverage Control for Robotic Visual Sensor Network under Limited Energy Storage”. Penjelasan dari jurnal penelitian tersebut insyaAllooh akan dipublikasikan pada postingan yang berbeda. Sehingga, Alhamdulillah dengan demikian, saya mempunyai waktu lebih lagi untuk penelitian berikutnya. Fokus penelitian berikutnya sudah didiskusikan dan direncanakan untuk submission pada Maret dan April 2012 ini.
Mohon do’anya dan insyaAllooh penelitian dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang.
(*Catatan peneliti tanpa gelar dan tanpa institusi)
Regards,
Risvan D.
God, please let it be real as soon as possible
Having a blessed life for 24 years (exactly : 16 August 2011), most likely encourage me to really consider what’s my long term plan for my life. Who will I be in the next 5 years, 10 years or 20 years?
Fact No. 1.
Understand that it’s a common knowledge most of people will be successful about after 40’s. Me, hell no, I need to break it, mid 30’s looks like a magic number for me.
Remembering my interview question with my current manager about 7 months ago,
“What are you going to be the future?”
“I’ll be sitting next to you in the same level or higher as the representative my own group or company”, I answered.
“Thus, why should I hire you if you will quit later?,” He challenged.
“Because, I’ll be sitting next to you as your Partner to discuss and have an agreement for our next joint-project,” I answered fluently.
This conversation represents my goal for my mid 30’s. Frankly to say, I do not work for a company or anyone. I do work for the sake of my “ego”. I do work because I want. Limiting or regulating my work is equal to reducing my motivation and obstructing potential.
Fact No.2.
I love travelling all over world and presenting what I know. Hopefully, later there will be kind of royalty from my innovation. Yes, travelling to give a presentation of either my innovation or research. In other words, being researcher seems also challenging and fun. The sooner I continue my postgrad study, the more the amount of time that I can utilize to develop either the innovation or the research.
Fact No. 3.
Regardless, my plan will be on the track or not, having the worst case back up plan is a mandatory since life is unpredictable. Thus, I need to ensure that my family and my life will be well-guaranteed when in fact, I’m just become a pathetic stupid unemployment in the end.
Conclusion:
I need to ensure while I’m leaving for postgrad abroad with scholarship to invent/research something, there’ll be some “gold” sources supplying my account at least equal to my current income, monthly.
*These sources will be my seed for my mid 30’s goal in parallel.
**Good motivation to live out of the routines and dependencies as well as breakthru’ the limit
God, please let it be real as soon as possible..
In the middle of a night of early September 2011, hoping my pray is accepted by my God.
If we have several autonomous fire extinguishers vehicle, can we optimize their work? Yes, we can!!
It sounds interesting when you just push “start” button, and let your team (autonomous vehicles) work as your expectation. They can adjust their behavior as an impact of environment. Not only manipulating environment, but they can also work together optimizing their objective within dynamic target characteristic i.e., we have several autonomous fire extinguishers vehicle that have a team objective to optimize (in term of time and geometric) the extinguishing of the fire. It is common sense that fire is time variant and being impact by the presence of fire extinguishers.
The mathematical model is a bit complex than our previous research. Currently we (Bang Iman and I) are working on this research. I’m developing the mathematical model and logic program this week (refer to weekend only). Hopefully, the result come out in the next two weeks. For visual understanding, below is the diagram illustration for our research:
Let’s see what we’ll have at the end of this Ramadhan. Hopefully, it will be accepted in the other prestigious or respected international scientific/engineering conference next year.
Happy to discuss!
Warm regards,
Risvan Dirza
Coriolis Meter (Preliminary Study)
|
This post lists any information I got associated with what Coriolis Meter is. The first place I heard about Coriolis was in the office. I find this stuff interesting because it has high accuracy in measuring many variables even actually I just knew that this metering is well known (honestly, there are more interesting stuffs that I find interesting as well). However, it has a drawback that it doesn’t work well in a significant pressure drop. Let’s say it’s gonna be the preliminary study. I still don’t understand why it doesn’t work well in a significant pressure drop and is there anything that we can do to improve its performance in that condition? If there exists, then how many strategy and how significant the effect? So many question marks, that I need to find the answer. Thus, as I said before, below is the list of information I got. The red statement means a statement that need to be followed up. More information will be gathered step by step.
|
|
|
Coriolis Meter |
Meter Coriolis |
| - Mass measuring device consists of a sensor, a transmitter and peripheral devices to provide monitoring, alarm, and/or control function.
- The sensor consists of two flow tube(s), the drive coil and magnet, two pick-off coils and magnets and the RTD. During operation, process fluid entering the sensor is split, half passing through each flow tube. - The drive coil is energized causing the tubes to oscillate up and down in opposition to one another. (require picture and video illustration)
|
- Alat ukur massa yang terdiri dari sensor, transmitter, dan alat peripheral untuk pemantauan, alarm dan atau fungsi kendali.
- Sensor ini terdiri dari dua tabung aliran, kumparan dan magnet pengendali, dua kumparan dan magnet pick off dan RTD. Selama operasi, proses fluida memasuki sensor terbagi, setengah melewati setiap tabung aliran. - Kumparan pengendali yang diberi energi menyebabkan tabung berosilasi naik dan turun bertentangan satu sama lain. (butuh gambar dan video) |
|
- The pick-off coils are mounted on one tube while the magnets are mounted on the other. Each coil moves through the uniform magnetic field of the adjacent magnet as the two tubes move. - The voltage generated from each pick off coil creates a sine waves representing the motion of one tube relatives to the other. When there is no flow, they are in phase. When there is flow, the induced Coriolis force the tubes to twist, resulting in two out-of-phase sine waves. The time difference in the sine waves is directly proportional to the mass flow rate through the tubes (at a fixed pressure) |
- Kumparan pick-off dipasang pada satu tabung sedangkan magnet dipasang di tabung sisi lain. Setiap koil bergerak melalui medan magnet seragam dari magnet yang bertetanggaan sebagai dua tabung bergerak. - Tegangan yang dihasilkan dari masing-masing kumparan pick-off menciptakan gelombang sinus yang mewakili gerak satu tabung relative terhadap yang lain. Ketika tidak ada aliran, mereka berada dalam satu fase. Ketika ada aliran, Coriolis terinduksi memaksa tabung untuk memutar, mengakibatkan dua gelombang sinus berbeda fase. Perbedaan waktu di gelombang sinus berbanding lurus dengan laju aliran massa melalui tabung (pada tekanan tetap) |
|
The density of the fluid (ρ) is calculated from the frequency of oscillation of the tubes (f). (How??) |
Kepadatan fluida (ρ) dihitung dari frekuensi osilasi dari tabung (f). (Bagaimana??) |
|
Transmitter’s actions :
|
Fungsi Transmitter:
|
|
Source of Operating Study : Appendix A of the API Coriolis Liquid Measurement Draft Standards. |
Sumber Studi Operasi: Lampiran A Draft Standar Pengukuran Fluida Coriolis API. |
|
It should be proven under conditions as close to normal operating conditions as practical. The result of a meter proving will be a new meter factor (MF). This MF may be entered in accessory equipment (preferences due to audit trail capabilities), the Coriolis transmitter or applied manually to the quantity indicated. It has also calibration factor from manufactures which is even adjustable but should not be changed. |
Alat ini harus dibuktikan dalam kondisi sesama mungkin dengan kondisi operasi normal seperti prakteknya. Hasil dari pembuktian meter akan menjadi faktor meter baru (MF). MF ini dapat dimasukkan dalam peralatan aksesori (preferensi karena kemampuan percobaan audit), pemancar Coriolis atau diterapkan secara manual dengan kuantitas yang ditunjukkan. Alat ini juga mempunyai faktor kalibrasi dari manufaktur yang bahkan dapat disesuaikan tetapi sebaiknya tidak diubah. |
|
Source : API Draft Standard, Measurement of Single-Phase Intermediate and Finished Hydrocarbon Fluids by Coriolis Meters. |
Sumber: API Draft Standard, Pengukuran Single-Phase Cairan Hidrokarbon Intermediate dan Akhir oleh Coriolis Meter.
|
|
- Coriolis Meter presents number of advantages over other types of meters (accuracy: +/-0.1% and acceptable repeatability). It can measure mass flow rate, volumetric flow rate, density and temperature, and also can be used as bi-directional meter. Ease of installation and low maintenance, no special mounting, no flow conditioning, no straight piping requirement and no moving parts. - The drawback is a significant pressure drop across the meter (unsuitable for an existing operation where additional pressure drop cannot be tolerated) |
- Coriolis Meter menyajikan sejumlah keunggulan dibandingkan meter jenis lainnya (akurasi: + / -0.1% dan pengulangan diterima). Alat ini dapat mengukur laju aliran massa, laju aliran volume, kepadatan dan suhu, dan juga dapat digunakan sebagai bi-directional meter. Kemudahan instalasi dan pemeliharaan mudah, tidak ada mounting khusus, tidak ada pengkondisian aliran, tidak ada persyaratan pipa lurus dan tidak ada bagian yang bergerak. - Kekurangannya adalah penurunan tekanan yang signifikan di meter (tidak cocok untuk operasi yang ada di mana penurunan tekanan tambahan yang tidak dapat ditoleransi) |



Recent Comments