Test The Water IELTS Test

November 9, 2014 Leave a comment

In 2009, I committed to create two blogs to accommodate two languages (Bahasa and English) or at least one blogs that separate two type of articles, Bahasa and English. My personal intention writing blog in English is to excercise my English as I do not have many opportunities to practice English anymore. So,  I’ll try to deliver what I want to share through this blog, in English, as much as I can and as consistent as I can J.

Feel free to comment my grammar or my vocabs, should you find something inappropriate!!.

Anyway, I realize that I was not that consistent to write in English thou..

Well, one of my objective this year (2014) is taking IELTS test.  This objective is actually has been identified and listed since 2010. In 2009, I was not confident to take any English proficiency test and I was still not confident until in 2010 when I had to take TOEIC test as part of the requirement that I need to fulfil in order to be accepted in a multinational company. Fortunately, I got 835 at that moment. So, I passed and got that Job.

The second time I took TOEIC, I got 885. But, I have never tried IELTS until yesterday even IELTS is more widely used around the world. Not like TOEIC, many universities in the world require IELTS to prove the english capability of the candidates.

Since I started working, I had never take any IELTS preparation test. So, I always prepare myself for this test all by myself by reading preparations books, simulating the listening test and watching tips through whatever available on youtube. Having passed four years preparing myself for this test, I do not ever feel good enough to take IELTS. Thus, I locked the IELTS test which is yesterday. Then, it works, no matter how bad my English was yesterday, I had to face the test.

The IELTS test takes about 2 hours and 45 minutes. It consists of four sections; Listening section which takes 30 minutes, Reading section which takes about 60 minutes, Writing section which takes about 60 minutes and Speaking section which takes about 15 minutes.

The highest IELTS score as I remember is 9.0. Normally, an instutions consider an individual is able to use english when he or she get 6.5 in IELTS test in all sections. Yesterday my target was at least 7.0. But, now, I think I realize that getting 5.5 in all sections is the best hope.

Yes, IELTS test is not about the accuracy only. I felt yesterday, IELTS test is about how to answer the questions right and accurate in limited time. Yes, you need to answer all of the questions ASAP with that pressure.

What I miss in listening section was concentration. I probably made about 12 mistakes in that section because of losing my concentration.

Reading section, I took academic IELTS test. I realized yesterday my vocabs are very limited. You may try to work on this section by not to understand all words in the passage but I just feel stupid when there is a word I do not even familiar with. Yes, reading section will serve you new words. Understanding all the words pretty much would help me to understand that long passage in reading section. I need to read fast and enrich my vocabs.

Writing section, simple, I did not even have time to check my grammar in my writing tasks. In the beginning was pretty good. But, when you need to write 400 words by hand in 60 minutes, I felt my hand shaking. I think my handwriting could not be read in last 50 words.

I met a native speaker in speaking section. He was good professional because he spoke slowly in order to avoid any unclear accents. The problem was not with the native speaker, but the topic. It was really difficult to answer a question which the topic was you not familiar with. I tried to make my own story but I got problem with the logic and the coherence of my story.

Well, basically, I do not expect many from the IELTS test I did yesterday. However, I did what we call “test the water”. Several things that I need to do for the next IELTS test I want to take are:

  • Ensure that I have good sleep and relax at least one day before the test to increase my concentration.
  • Read more english book.
  • Write articles in English, for example writing my post in English and writing more with your hand
  • Enrich my english convertation topics.

Since this is part of my learning process, again, feel free to inform should I make a mistakes in English

Thank you,

Respected Professor,…!!!

March 29, 2014 Leave a comment

“Respected Professor,” itu adalah sapaan yang diberikan seorang mahasiswa tingkat 3(tiga) dari India bernama Krishna kepada saya dalam e-mail-nya.

Krishna adalah seorang mahasiswa teknik mesin Indian Institute of Technology (IIT) yang katanya adalah salah satu univeritas teknik top di India dan dunia. Mahasiswa ini mengontak saya setelah membaca salah satu tulisan atau paper saya yang berjudul Performance-guaranteed distributed coverage control for robotic visual sensor network with limited energy storage”. Paper yang saya tulis sekitar 2-3 tahun lalu bersama beberapa teman.

Image

Bagi beberapa orang yang berprofesi sebagai akademisi, adalah sebuah kebanggaan jika buah pikirannya di-citasi atau di-baca atau dirujuk orang lain. Saya mungkin bukan terdaftar sebagai akademisi tetapi siapa yang tidak senang ketika buah pikirannya dihargai. Lalu, eksistensi dan kontribusi-nya diakui. Beberapa orang bahkan rela mencuri buah pemikiran orang lain demi sebuah penghargaan atau pengakuan (yang ini jangan ditiru ya..!!).

Terlepas dari kebanggaan dan penghargaan itu, ada satu sudut pandang yang saya rasa cukup miris.

Kira-kira begini poin-poin-nya.

  1. Jari saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk mengetik laporan dan/atau membuat slide presentasi.
  2. Tangan saya dibayar lebih mahal untuk menenteng laptop dan berkas kerja.
  3. Telinga saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk menerima perintah.
  4. Mulut saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk meneruskan pesan atau informasi.
  5. Kaki saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk memastikan suatu pesan terlaksana.
  6. Kaki saya dibayar lebih mahal untuk berjalan ke ruang meeting.

Krishna, Di negera saya, poin-poin di atas (atau mungkin ada lagi), lebih dihargai dari pada buah pikiran saya. Atau mungkin juga memang buah pikiran saya tidak lebih berharga pada kenyataan-nya :D.

Anyway, mungkin saya tidak dapat memberikanmu kesempatan magang. Tapi, setidaknya e-mail-mu sedikit memberikan berita baik bahwa masih ada yang menghargai pemikiran saya. Yah, jika memang tidak dihargai, maka mungkin memang itulah kenyataan.  Jika memang bila belum ada jalan, maka mungkin memang itulah takdirnya.

Sampai bertemu di kesempatan berikutnya, jika memang itu jalannya..

RvD

A Journey of A Project Engineer (1) – Pengenalan & Long Lead Item bernama “Steel Tubular”

March 29, 2014 Leave a comment

*Pengenalan

Anggap saja ini sebuah catatan seorang engineer yang bekerja pada sebuah perusahaan minyak dan gas. Saya bekerja sebagai project engineer yang tergabung dalam project management team untuk mengembangkan beberapa lapangan di area lepas pantai laut jawa, yakni area KILO, FOXTROT dan BRAVO. Proyek ini rencananya akan membangun 4 (empat) anjungan tanpa awak lepas pantai (NUI-Normally Unmanned Installation) masing-masing bernama YYA, FSB, SPA dan KLD, lebih dari 30 Km pipa bawah laut dan beberapa modifikasi pada anjungan yang sudah ada agar ke-empat anjungan baru tersebut terintegrasi dengan anjungan-anjungan yang sudah ada. Baik, anggap saja jika proyek selesai dengan tepat waktu dan sesuai dengan biaya yang dianggarkan, maka kami telah berkontribusi mensupplai sekitar 6000 barrel minyak setiap hari dan gas lebih dari 35-an MMScfd. Kalau lebih spesifik sebenarnya saya diminta untuk fokus pada proyek FSB beserta pipa bawah laut dan modifikasi terkait. Akan tetapi, dikarenakan ke-empat proyek ini tergabung dalam satu project management team, maka adalah hal yang wajar jika tanggung jawab saya terkadang melebar ke proyek-proyek lainnya.

*Long Lead Item – Steel Tubular

Dalam proyek pengembangan YY, FSB, SP dan KLD ini ada beberapa material atau equipment yang harus disupplai oleh COMPANY (perusahaan) karena tingkat kepentingannya terkait teknologi, waktu pengadaan atau kepercayaan diri COMPANY. Beberapa diantaranya adalah Steel Tubular dan Shutdown Valve (SDV).

Steel Tubular – Apa itu Steel Tubular? Sebenarnya, benda ini adalah mainannya para Structure Engineer dan Quality Control Engineer. Akan tetapi, saya akan coba paparkan secara garis besar. Steel Tubular adalah material berupa pipa besar yang terbuat dari baja. Tubular ini, menurut desain dari Structure Engineer, akan digunakan sebagai material untuk structure jacket seperti deck leg dan bracings, dan piles. Sedangkan, dari sudut pandang Quality Control Engineer, material ini adalah material critical karena akan menopang anjungan yang akan dibangun, sehingga harus dijaga kualitasnya sejak dari pemilihan lapisan bajanya hingga proses fabrikasinya.

Terkait dengan kebutuhan proyek, apa saja yang harus diperhatikan? Pertama, waktu pengiriman sebuah steel tubular pada umumnya memakan waktu sekitar 6-7 bulan dan ini sudah termasuk proses pembuatan bahan baku material sejak dalam bentuk lapisan baja. Kedua, biaya pembelian steel tubular ini biasanya dapat dimonitor dari tonnase-nya. Satuannya biasanya metric ton (MT). Harganya sangat bervariasi. Harga ini bergantung pada beberapa hal, antara lain, lokasi fabrikasi (apakah di dalam negeri atau di luar negeri), asal muasal materialnya, metode pengirimannya, lokasi penyimpanan serta apakah steel tubular itu baru atau tidak.

Selanjutnya, saya akan bercerita lebih detail. Pada proyek ini, kami mengadakan 2 (buah) tender untuk pengadaan steel tubular. Sebuah tender diadakan untuk mengakomodasi steel tubular yang hanya dapat di-import (sebut saja tender A). Sedangkan, tender lainnya (sebut saja tender B) diadakan untuk mengakomodasi steel tubular yang dipercaya mengandung 10% TKDN (tingkat kandungan dalam negeri). Semua steel tubular ini dibutuhkan untuk membangun anjungan YYA dan FSB. Bisa dilihat pemisahan tender ini dibuat bukan berdasarkan jenis proyeknya. Akan tetapi, pemisahan ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan TKDN. TKDN merupakan salah satu syarat kelulusan pemain tender secara administrasi. Sebelum dilakukan seleksi secara administrasi, terdapat beberapa penawar, tender A memiliki 6 (enam) penawar dan tender B memperoleh 3 (tiga) penawar. Setelah dilakukan seleksi administrasi, bagi para penawar yang dinyatakan lulus akan memasuki fase evaluasi teknis.

Hal apa saja yang perlu dievaluasi secara teknis? – Sebenarnya banyak sekali hal teknis yang perlu dievaluasi, saya yakin structure engineer dan quality control engineer kami memahami hal tersebut lebih dalam. Akan tetapi, beberapa hal kritikal yang perlu dipastikan adalah tipe pengelasan pembentukan (forming welding). Sebuah steel tubular yang dibentuk biasanya berasal dari sebuah plat baja yang ditekan atau di-roll hingga melengkung dan membentuk pipa, sehingga sisi-sisi plat yang sebelumnya berjauhan saling bertemu. Sisi-sisi yang bertemu ini lalu di-las dan di-treatment agar komposisi materialnya kembali ke susunan yang kokoh. Karena daerah pengelasan ini adalah biasanya titik lemah dari struktur sebuah steel tubular, maka harus dipastikan tidak boleh lebih dari 1(satu) pengelasan pembentukan longitudinal pada steel tubular ini. Bahasa teknisnya, one longitudinal seam weld (LSW).

Selanjutnya, harus dipastikan tidak ada Circumferential Seam Weld (CSW). Jenis pengelasan apalagi ini? Menurut standar industri, steel tubular yang dibentuk memiliki panjang 20 kaki atau 40 kaki. Jadi, selalu ada kemungkin dilakukan penyambungan agar diperoleh panjang yang sesuai dengan standar industri tersebut. Nah, untuk melakukan penyambungan tersebut diperlukan CSW. Dengan alasan bahwa daerah pengelasan adalah titik terlemah, maka harus dipastikan bahwa tidak ada CSW pada steel tubular yang dibeli. Bisa saja keberadaan CSW ini diterima, asalkan pada saat fabrikasi dipastikan tidak ada bagian steel tubular yang mengandung CSW berada di area yang ditekan secara lateral (biasanya di area cane).

Kemudian, apakah steel tubular yang disupplai tersebut baru atau material stock? Logikanya, sebuah material stock lebih berpotensi mengalami karat karena material tersebut dibiarkan lama di tempat penyimpanan. Metode penyimpanan yang tidak tepat akan mengakibatkan karat pada material ini, sehingga dapat menurunkan kualitas material. Lalu, apakah definisi new material? New material biasanya didefinisikan apabila umurnya tidak lebih dari 2 bulan dari sejak pembuatan. Parameter ini dapat di-check pada mill certificate-nya.

 Pertanyaan selanjutnya adalah manufacture apa saja yang biasanya memproduksi dan mensuplai steel material? Beberapa pemainnya adalah Samkang, SEAH, Nippon Steel dan lain-lain.

Sampai bertemu di kesempatan berikutnya..

Risvan Dirza (RvD)

Categories: Academic & Technology Tags:

Berencana Memulai Hidup di Jakarta?

November 27, 2013 Leave a comment

Banyak orang berfikir bahwa dengan datang ke Jakarta, maka kehidupan yang lebih baik akan segera datang. Saya tidak termasuk dalam golongan orang tersebut. Tapi, entah mengapa saya harus menjalani mimpi mereka, memulai hidup di “kejamnya” ibu kota, Jakarta.

Agar survive atau bertahan, ada beberapa komponen utama pengeluaran yang harus dipenuhi. Lebih jauh lagi, ketika kita menginginkan gaya hidup yang lebih “wah”, ada komponen tertier yang juga harus dipenuhi. Berikut beberapa komponen pengeluaran yang perlu diperhitungkan bagi para pejuang di labirin ibukota.

1. Pengeluaran yang tidak dapat dielakkan

Bagi para keluarga muda, biaya akomodasi atau Biaya sewa tempat tinggal dapat mencapai 2 juta hingga 4 juta per bulan. Angka 4 juta per bulan ini berasal dari biaya akomodasi di salah satu apartment tipe 2BR di Jakarta Selatan. Biaya ini dapat ditekan menjadi 2 jt per bulan jika Anda menyewa kontrakan.

Dengan asumsi bahwa setiap orang akan mengeluarkan 20 rb rupiah untuk sekali makan dan sehari makan tiga kali, maka biaya konsumsi ini akan mencapai 3,6 juta per bulan bagi pasangan muda.

Bagi Anda yang belum berfikir untuk membeli kendaraan, KRL dapat menjadi transportasi andalan. Pendekatan yang saya ambil adalah 20 rb per hari. Jadi, untuk sebulan, biaya transportasi ini dapat mencapai sekitar 600 rb rupiah.

Keluarga besar saya berada di Sumatera Utara. Jadi, bagi Anda yang juga para perantau, mungkin mempertimbangkan hal ini pada golongan pengeluaran yang tidak dapat dielakkan. Perhitungan saya, dalam setahun, saya perlu setidaknya dua kali pulang kampung. Ongkos PP sekali pulang kampung mencapai 3 jt per orang. Jadi, kita perlu menyimpan dana sebesar 500 rb per bulan.

Dengan demikian, pengeluaran utama untuk golongan tipe I ini adalah 6,7 juta. Bagi yang tinggal di apartement, pengeluaran tersebut dapat mencapai 8,7 juta.

Anggap saja biaya tak terduga yang harus di-keep dengan gaya hidup ini adalah 2 jt rupiah.

Sehingga untuk mereka yang memiliki gaya hidup tipe di atas, potensi pengeluaran dapat mencapai angka 10 jt/bulan

2. Ditambah Pengeluaran dengan gaya hidup dalam negri.

Beberapa dari kita tentu mulai berfikir mengenai investasi dan bisnis kecil-kecilan. Anggap saja, untuk komponen ini, dibutuhkan biaya sekitar 1 jt per bulan. Sedangkan, tabungan jangka panjang untuk pendidikan anak diperkirakan dapat mencapai 2 jt per bulan.

Mungkin beberapa dari kita sudah mulai memikirkan hiburan bulanan, sebut saja, 500 rb per bulan.

Dengan demikian, dibutuhkan dana tambahan sekitar 3,5 juta per bulan. Sehingga untuk mereka yang memiliki gaya hidup tipe dua ini, potensi pengeluaran dapat mencapai 14 jt per bulan.

3. Ditambah dengan liburan dan cicilan asset.

Menurut saya, golongan ketiga ini adalah golongan yang dapat dikatakan mapan untuk time frame sekarang dan yang akan datang.

Untuk cicilan rumah dan kendaraan, kita dapat ambil angka 4 juta per bulan untuk masing-masing komponen tersebut.

Liburan dapat dibagi menjadi liburan domestik ataupun liburan luar negeri. Setidaknya sekali dalam setahun, sebuah keluarga menikmati liburan. Biaya liburan ini dapat mencapai 9,6 juta untuk domestik atau 18 jt untuk travelling ke luar negri. Sehingga, diperlukan saving sebanyak 800 ribu hingga 1,5 jt setiap bulannya.

Dengan demikian, dibutuhkan dana tambahan sekitar 8,8 juta – 9,5 juta per bulan.

Jadi, jika ditotalkan, pengeluaran untuk golongan yang mapan di atas rata-rata ini mencapai 22 hingga 24 juta per bulan.

Bagaimana? Masih tertantang dengan gaya hidup masyarakat Ibukota?

Perhitungan di atas dipakai dengan asumsi tahun 2013. Jika Anda ingin melakukan pendekatan di tahun-tahun berikutnya, silahkan disesuaikan dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Hint: anggap saja 8% per tahunnya.

Categories: General Knowledge, Informasi Tags:

Menuntut Kesempurnaan atau Menerima Kekurangan yang Dapat Ditolerir?

June 20, 2013 2 comments

Hari ini saya belajar mengenai pengelolaan paradigma. Sebenarnya, hal ini sudah saya terapkan secara tidak langsung. Tetapi, pidato yang disampaikan Rudi Rubiandini, Kepala SKK Migas, pagi tadi menstimulasi saya untuk menuliskan pengalaman saya dalam menerapkan pengelolaan paradigma atau sudut pandang.

Biasanya, engineer di perusahaan migas selalu mempraktekan cara pandang bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus sesuai dengan prosedur yang tertulis, telah di-review dan disetujui oleh manajemen. Hal ini mungkin didorong oleh kenyataan bahwasannya pekerjaan di sektor migas memiliki resiko yang tinggi.

Pak Rudi Rubiandini menawarkan paradigma yang unik tadi pagi. Kira-kira bunyinya “Lakukan apapun selama hal itu jelas-jelas tidak dilarang”. Jika ditelaah lebih dalam, paradigma ini mendukung pengembangan inovasi. Jadi, setiap engineer bebas berinovasi dan berkreasi selama inovasi tersebut tidak jelas-jelas terlarang. Konsekuensinya, setiap inovasi tersebut harus memiliki landasan berfikir dan teknis yang jelas dan bertanggung jawab. Saya rasa inilah tantangan yang diharapkan engineer-engineer yang haus akan ide terobosan baru, tapi bukan untuk engineer yang bermain aman dan bukan juga untuk engineer yang kurang cerdas dalam menelurkan ide baru.

Kembali pada apa yang telah saya terapkan mengenai pengelolaan paradigma. Beberapa orang berfikir untuk mengejar kesempurnaan. Menempuh pendidikan setinggi-tingginya di institusi dengan reputasi yang sehebat-hebatnya. Ada juga yang berfikir untuk memperoleh kehidupan yang sesempurna-sempurnanya dengan pendamping yang seindah-indahnya serta pendapatan yang setinggi-tingginya di sebuah badan yang sehebat-hebatnya serta menempati posisi yang setinggi-tingginya untuk memberikan pengaruh yang seluas-luasnya dalam rangka bermanfaat bagi orang sebanyak-banyaknya. Banyak sekali kesempurnaan yang mungkin dapat memacu kita untuk mengerjanya.

Akan tetapi, kalau kita berfikir dari paradigma “cara bersyukur”, mungkin ceritanya akan berbeda. Kita akan dihadapkan pada istilah kepasrahan dalam menerima kenyataan. Tentu saja, maksudnya adalah menerima kenyataan yang bersyarat. Atau dengan kata lain, menerima kekurangan yang dapat ditolerir. Kita tidak dapat mengharapkan kesempurnaan yang instan. Banyak sekali variabel kehidupan yang memaksa kita untuk “menerima kekurangan yang dapat ditolerir terlebih dahulu. Lantas kemudian, dengan rasa syukur tersebut, silahkan berlari kencang mengejar kesempurnaan (-bukan menuntut kesempurnaan).

Saya rasa, inilah yang disebut dengan realistis berprinsip.

Salam,

RvD

Produksi Minyak dan Gas Bumi

April 14, 2013 Leave a comment

Pada pertengahan tahun 1980-an, masyarakat dunia meyakini bahwa akan datang masanya dimana dunia akan kekurangan ketersediaan minyak bumi. Bahkan, dalam kondisi produksi terbaik sekalipun, dimana timur tengah berhasil menggandakan produksinya, dunia masih akan berada pada krisis pasokan minyak pada pertengahan 1990-an.

Tetapi, sejalan dengan waktu yang berlalu, ternyata skenario di atas tidak pernah terjadi. Kegagalan munculnya skenario terburuk tersebut bukan berarti bahwa minyak bumi adalah sumber energi terbarukan. Melainkan ini adalah buah keberhasilan dari usaha – usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun industri swasta dalam meneliti dan memaksimalkan sumber daya energi yang terdapat di Bumi ini.

Dalam memproduksi atau mengambil minyak bumi dari sumbernya, dikenal dua istilah utama, yakni “primary recovery” dan “secondary recovery”. Istilah ini dibedakan berdasarkan masa dan kondisi sumber minyak bumi yang dioperasikan.

Istilah “primary recovery” ditujukan pada minyak bumi yang dapat diproduksi dalam kondisi alam yang normal. Pada masa-masa awal industri, produksi minyak bumi dibatasi sepenuhnya oleh kondisi dimana proses hanya bergantung pada mekanisme pemulihan alamiah atau normal. Oleh karena keterbatasan ini, sebuah sistem pengangkatan buatan atau artificial lift dikembangkan untuk mengambil minyak bumi dari sumbernya (reservoir). Kemampuan reservoir tersebut untuk mendorong minyak bumi hingga ke permukaan sudah menurun.

Teknik-teknik yang kemudian dikembangkan untuk mendorong minyak bumi keluar dari pori-pori batuan reservoir adalah dengan menggunakan fluida lainnya. Minyak bumi yang diperoleh dengan metode ini disebut sebagai “secondary recovery”. Metode “secondary recovery” yang banyak digunakan adalah waterflooding dan gas injection, yang mencontoh atau menganalogikan mekanisme produksi “primary recovery” dari dorongan air dan gas yang terjebak bersama minyak bumi.

Untuk mengambil minyak bumi dari sumbernya, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan, misalnya tekanan reservoir, porositas, permeabilitas, kekentalan minyak dan sebagainya. Faktor-faktor kompleks ini membuat metode waterflooding maupun gas injection tidak bekerja secara maksimal. Peningkatan produksi minyak bumi yang diproduksi dengan metode-metode tersebut hanya 10-20 % dari minyak bumi yang terdapat di sumbernya.

Sementara proses pengambilan yang lebih canggih yang menjadi rujukan banyak professional di perminyakan adalah EOR (Enhanced Oil Recovery). Beberapa orang menyebut teknik ini sebagai “tertiary recovery”. Beberapa contoh metode ini adalah injeksi air berkarbonasi (mengandung CO2), alkaline dan polimer. Walaupun metode EOR ini memiliki efesiensi pengangkatan yang lebih baik, ternyata masih ada lebih dari setengah minyak bumi yang terkandung tertinggal di dalam tanah. Dengan metode EOR ini, hanya sekitar 30 – 60% kandungan minyak bumi yang dapat diambil dari sumbernya.

Mengingat begitu signifikannya metode EOR dalam peningkatan produksi minyak bumi, berikut penulis sajikan beberapa teknik yang umum digunakan dalam metode EOR ini.

Teknik termal merupakan salah satu pendekatan yang signifikan. Pada pendekatan ini dilakukan pemanasan terhadap minyak bumi yang terkandung untuk mengurangi viskositasnya sehingga minyak bumi tersebut memiliki kemampuan mobilisasi/bergerak yang lebih baik. Peningkatan panas ini akan menurunkan tegangan permukaan minyak bumi dan meningkatkan permeabilitasnya. Minyak bumi yang dipanaskan ini juga akan menguap dan terkondensasi dengan kualitas yang lebih baik. Beberapa metode pemanasan yang biasa dilakukan adalah injeksi uap secara terskilus ke dalam sumur minyak dan steam drive.

Selain teknik termal, juga dikenal teknik chemical. Pada metode ini diinjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika (misalnya, tegangan permukaan dan tegangan kapiler) dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir. Akan tetapi, penggunaan metode ini sangatlah terbatas dengan dana yang dibutuhkan untuk membeli bahan kimia yang diinjeksikan.

Teknik EOR yang biasa digunakan adalah Teknik miscible. Teknik miscible merupakan sebuah proses menginjeksikan fluida pendorong ke dalam sumur minyak yang kemudian akan bercampur dengan minyak tersebut. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen. Ketika fluida ini bercampur dengan minyak, maka tekanan pada reservoir dapat terjaga dan akan meningkatkan kemampuan mobilitas minyak karena tegangan antara air dan minyak akan berkurang. Gas yang umum diinjeksikan biasanya karbondioksida karena gas ini dapat menurunkan viskositas minyak dan harganya relatif lebih murah daripada LPG.

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya persediaan cadangan minyak dan gas bumi sangat banyak. Sumber permasalahan keterbatasan minyak terletak pada dua faktor utama, yakni keterbatasan teknologi untuk memaksimalkan produksi dari cadangan yang ada, serta pola konsumsi energi berlebihan dari penduduk bumi. 

Teknologi Pelindung Korosi

April 11, 2013 Leave a comment

Atas permintaan seorang teman di seberang sana, saya menulis sejumlah artikel teknologi secara periodik. Tidak mudah bagi saya untuk menulis artikel seperti ini, mengingat kapasitas pengetahuan dan pemahaman saya yang masih terbatas.

Artikel ini sudah dipublished. Oleh karena itu, saya sekarang dapat mem-publish-nya juga diblog saya. Saya selalu berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Di samping itu, besar harapan saya untuk mendapat feedback baik itu dari segi penyampaian maupun kontennya.

Baik, langsung saja ya..

Coba Anda perhatikan di sekitar Anda saat ini! Berapa banyak peralatan yang terbuat dari besi? Adakah yang berkarat? Jika Anda menemukan fenomena tersebut, berarti Anda telah menyadari bahwa masih banyak peralatan di sekitar Anda yang bersifat korosif (sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif)

Sekarang, coba Anda bayangkan jika korosi ini terjadi di fasilitas-fasilitas yang berbahaya seperti kilang minyak atau jembatan penyebrangan.

Mengingat begitu dahsyatnya akibat dari fenomena korosi, maka dikembangkanlah sebuah metode penanggulangan yang disebut cathodic protection (Pelindung Katodik).

Pada prinsipnya, metode ini mengorbankan material lain yang lebih dahulu termakan korosi dibandingkan dengan material utama yang diharapkan tidak mengalami korosi. Secara sederhana, material yang ingin dilindungi “dibungkus” oleh material lain.

Jadi, secara teknis, material yang melindungi material utama harus memiliki potential korosi yang lebih rendah (biasanya dalam satuan eV). Sedangkan, secara resmi metode proteksi katodik didefinsikan sebagai sebuah teknik yang digunakan untuk mengendalikan korosi pada permukaan metal dengan membuat sebuah katoda pada sel elektrokimia.

Metode pelindung katodik ini sendiri, secara umum terdiri dari dua (2) tipe, yaitu Galvanik dan Impressed Current Cathodic Proctection System.

Galvanik (Pengorbanan Anoda)

Dalam aplikasi biasa, anoda galvanik yang merupakan sepotong logam yang lebih elektrokimia “aktif” melekat pada permukaan logam yang rentan terkena cairan korosif. Anoda galvanik dirancang dan dipilih untuk memiliki tegangan yang lebih “aktif” (lebih negatif elektrokimia potensial-nya) dari logam struktur target (biasanya baja).

Untuk CP (Cathodic Protection) yang efektif, potensi permukaan baja dipolarisasi (dipaksa) sehingga lebih negatif sampai permukaan memiliki potensial seragam. Pada tahap itu, kekuatan pendorong untuk reaksi korosi dengan permukaan yang dilindungi akan terhapus.

Anoda galvanik terus menimbulkan korosi, mengkonsumsi bahan anoda sampai akhirnya harus diganti. Oleh karena itu, anoda galvanik akan terus diganti secara periodik.

Polarisasi struktur target disebabkan oleh aliran elektron dari anoda ke katoda, sehingga kedua logam harus memiliki kontak konduktif elektrik yang baik. Kekuatan pendorong untuk arus CP adalah perbedaan potensial elektrokimia antara anoda dan katoda.

Agar perlindungan katodik galvanik bekerja, anoda harus memiliki potensi elektrokimia lebih rendah (lebih negatif) dibandingkan katoda (struktur target yang harus dilindungi).

Impressed Current Cathodic Protection Systems (ICCP)

Untuk struktur yang lebih besar, anoda galvanik tidak dapat memberikan arus yang cukup ekonomis untuk memberikan perlindungan yang lengkap. Sistem ICCP menggunakan anoda yang terhubung ke sumber listrik DC (arus searah). Biasanya, ada penyearah perlindungan katodik, yang mengubah suatu sumber listrik keluaran AC ke keluaran DC. Jika tidak ada pasokan AC, sumber daya alternatif dapat digunakan, seperti panel surya, tenaga angin atau tenaga gas generator thermoelectric.

Anoda untuk sistem ICCP tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Anoda yang umum adalah bentuk batang tubular dan padat atau pita panjang dari berbagai bahan. Misalnya, silikon, besi cor, grafit, campuran logam oksida, platina dan kawat yang dilapisi niobium.

Untuk pipa, anoda tersebut diatur dalam groundbeds baik didistribusikan melebar atau di lubang vertikal yang mendalam. Desain tersebut tergantung pada beberapa faktor kondisi lapangan, termasuk persyaratan distribusinya.

Dengan menelaah uraian kedua jenis tipe pelindung katodik di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jika kita hendak melindungi korosi pada permukaan yang relatif tidak luas, tipe galvanik adalah metode yang sesuai. Tipe ini sederhana dan relatif murah dengan perawatan periodek. Sedangkan, ketika permukaan yang ingin dilindungi jauh lebih besar, tipe galvanik tidak akan lagi ekonomis karena anoda galvanik yang dibutuhkan akan sangat banyak. Oleh karena itu, ICCP system adalah tipe yang paling tepat dengan resiko perawatan yang sedikit lebih kompleks dan ketergantungan pada pasokan energi tambahan.

Demikianlah, beberapa teknologi perlindungan korosi yang kita bahas pada bulan ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.