Kentang Vs Nasi
Sebuah kebiasaan umum, bahwasannya nasi menjadi konsumsi utama bangsa Indonesia (padahal dulunya gak hampir semua orang Indonesia makan nasi). Begitu juga di negeri matahari terbit ini. Istilah yang biasa keluar dari mulut mereka (Indonesia) adalah “Kalau gak pake’ nasi, ya gak kenyang!”.
Terus, timbullah pertanyaan yang biasa terucap oleh saya (kebiasaan sih.. ). “Kenapa harus nasi? Kenapa gak eksplor yang lain? Kenapa takut berubah? Kenapa? Kenapa yang itu-itu aja?”. Yah, pertanyaan yang ditakuti dua kaum. =p
1. Kaum “takut perubahan”. Dan mereka akan membalas, “Kenapa nanya? Kenapa harus berubah?”. *gubraak
2. Kaum “pencuri”. Dan mereka akan membalas, “yah begini, jadi dengan demikian…….(blabla)”. Dan tanggapan kaum ini pun berbelit-belit seperti mencari ketiak ular (Walaupun indah didengar hehe..)
Tapi, begitulah dunia, semuanya beragam, semua merasa benar, semua merasa paling pintar. Tapi, kalau dipikir-pikir ketika kita merasa benar atau pintar, maka secara tidak langsung kita menganggap orang lain tidak lebih benar/tidak lebih pintar. Efek berikutnya adalah manusia itu akan menutup telinga dari informasi. Maka, jadilah katak dalam tempurung. Layaknya sebagian besar remaja U.S. yang tidak paham geografi umum. Merasa negaranya super power dan informasi terpusat di sana. Pada kenyataannya, mereka tidak banyak tahu realita dunia. Sejarah terus berulang, sebuah “kebesaran” akan selalu runtuh ketika tonggak-tonggaknya berjalan dengan membusungkan dada dan mendongak.
Oke, kembali ke “Kentang”.. =D
*Nama saya Ris Van dir Za, biasalah keturunan kompeni, jadi agak-agak indo gitu. Tapi, sayangnya itu bohong =).
Tapi, kali ini jujur.
Setelah secara tidak sengaja lahir sebagai bangsa Indonesia, maka nasi menjadi makanan yang biasa saya “kunyah” sehari-hari. Walau hanya kecap temannya, hidangan membumi ini akan aku santap =). Dan saya puas saat itu.
Tahun 2004-2005, saya dimandatkan untuk “menjajah” negeri kincir angin dengan niat untuk mengorek lebih dalam dan menempatkan diri di sudut pandang mereka dari berbagai posisi tentunya. Yang paling seru itu, waktu debat di kelas sejarah =P. Tapi, saya tidak akan bicara itu di sini.
“Saya akan sedikit memperkenalkan “Kentang” sebagai supplier energi yang membantu saya menempuh 32 km (PP) dengan sepeda “duda” di bawah terpaan hujan, angin, dan salju ; menembus hutan yang gelap gulita di musim dingin dan berlomba dengan kereta api ketika jalur sepeda-ku harus sejajar dengan rel kereta (perlombaan yang selalu diakhiri dengan kekalahanku *yaiyalah ). Itu semua demi pergi ke sekolah -_-!.”
Uniknya, massa tubuhku malah nambah 7 kg. Dengan load transportasi demikian, mungkin seharusnya massa tubuh-ku turun. Tapi, malah naik =P. Ternyata itu semua terletak pada Kentang =D. Maka, sejak saat itu, makan pokok kedua-ku adalah kentang. Walaupun nasi, masih berada di peringkat pertama.
Saat ini, setelah kembali nyaman dengan nasi. Ternyata, fakta membuktikan kesehatan, konsentrasi dan massa tubuh menurun drastis. Sebuah kenyataan yang sebenarnya sering terjadi karena kurang kerjaan *hiyaa =D. Sebenarnya, banyaksih solusinya, tapi mengharapkan orang lain yang bergerak atau sadar itu sih hampir mustahil. Walaupun sudah diomongin, tapi kalau memang udah “short circuit-korslet”, yah dianggap aja “agent-ronda”..hiyaa.. =D.
*”Hadapi dengan senyuman”.
Lalu, solusi yang mungkin dilakukan adalah on board-improvement. Salah satunya adalah beralih ke mengkonsumsi kentang =D.
Ada beberapa keuntungan kentang :
1. Financial
Di Azamino 1 kg kentang berharga 238 yen. Berarti untuk 5 kg kentang akan berharga 1190 yen. Bandingkan dengan nasi yang berharga 1398 yen untuk 5 kg. Secara finansial, mengkonsumsi kentang akan menuntungkan 208 yen.
(1-0 untuk kentang)
2. Massa yang masuk ke tubuh.
Kalau mau masak nasi, kita selalu menambahkan air bukan? Mengapa nasi kelihatan banyak setelah di masak? Mengapa kita mudah kenyang setelah makan nasi? Karena nasi itu mengembang, dan mengandung banyak air =).
Beda dengan kentang (kentang yang udah di potong-potong yah), yang justru pada waktu dibeli juga mengandung udara. Apakah udara mempengaruhi massa kentang? *Saya rasa anda cukup pintar menjawab pertanyaan tersebut. Dan ketika digoreng biasanya akan memadat tapi tetap dengan massa yang sama.. hehe.. Jadi, walaupun tampaknya sedikit dan tidak mengenyangkan, sebenarnya massa yang masuk ke tubuh tetap sama. Justru, istilah “tidak mengenyangkan” ini menjadi alasan kenapa saya memiliki energi yang lebih banyak ketikan mengkonsumsi kentang. (Soalnya, kalau belum terasa agak kenyang, maka saya cenderung mau makan lagi =D ).
*Oiya, sekedar konfirmasi saja, orang jepang memang makan nasi, tapi proporsi nasinya jauh lebih kecil dari lauk-nya =p.
(untuk ini saya kasi score seri-lah 2 – 1 untuk kentang)
3. Kreativitas
Sebutkan, jenis makanan apa saja yang bisa kita buat dengan nasi secara praktis? Bandingkan dengan kentang.. =)
(untuk ini, sebenarnya relatif-yah, tapi bagi saya kentang tampak lebih praktis dalam kreatifitas, 3 – 1 untuk kentang)
Begitulah pertandingan Kentang vs Nasi saat ini. Untuk sementara kentang masih mengungguli nasi. Masukan dan saran tetap dibuka yo.. =)
*3 perbandingan di atas muncul berdasarkan pengalaman penulis, masukan dan informasi tambahan akan sangat berharga demi objektifitas (halah). =D


halah,
makan kentang pake telor ceplok ama kecap enak gak ya?
haha.. enak dong..
kentangnya dibuburin dulu sa.. =)
Aku termakan iklan pakdhe…
makan malam ni kentang 1 kilo…200 yen.
Ga kenyang sama sekali
Butuh adaptasi har.. =D
Biasanya kan perutnya diisi kenyang sama nasi yang mengembang =)..
tentang cost…nasi 5kg bisa buat 3-4 minggu…
kentang 1 kg bisa cm sekali makan aja…:P
tapi masa yang di asup kan sama aja :p.
Kalau saya, nasi 2 kg juga, kalau dibiarin nampang juga abis.. wkwk..
kenapa gk singkong, lebih enak tauk =_=
he eh.. ntar dicoba ah =D
Hmmm… kentang enak lho kalo dimakan pake keju cair yang lembut…
*apaan sih namanya?*
weis.. serius? minta dong resepnya?
kalau saya berhasil go international …
mungkin disitu ada andil “kentang” ya.
terima kasih info nya.
mungkin saja..
walo masih tingal di indonesia, aku mengganti nasi dengan kentang
aku pilih makan duren