Archive

Archive for the ‘General Knowledge’ Category

Penggelap Pajak yang Baik Hati

January 27, 2011 2 comments

Banyak berita tentang Gayus dan keterkaitannya dengan pajak penghasilan dari sebuah badan usaha, menstimulasi rasa ingin tahu saya mengenai bagaimana sih sebenarnya sistem pengenaan pajak bagi badan usaha?

Semuanya berawal dari “googling” dan melihat-lihat situs-situs perpajakan ataupun situs yang membahas tentang pajak. Pertama saya “nyangkut” ketika menemukan P21. Bisa dilihat di sini (http://www.pajak.go.id/index.php?view=article&catid=100%3Apph&id=147%3Apph-21&option=com_content&Itemid=171).

Yup, negara kita memang menggunakan pajak progresif agar mereka yang berpenghasilan tinggi dapat “menshare” harta ke mereka yang kurang beruntung. Niat yang mulia ya :) (Objektif). Tp, sayangnya, niat tidak sejalan dengan tindakan. Fasilitas-fasilitas sosial yang dijanjikan itu tinggallah niat dan janji (Fakta)

Lalu, saya sadar bahwa saya menelaah aturan yang bukan saya cari. Saya mencari aturan perpajakan yang berkenaan dengan badan usaha (karena ulah Om Gayus, saya jadi sedikit banyak mau tahu tentang sistem perpajakan di negara ini. Makasih Om!!). Yap, saya akui aturan perpajakan yang berbelit-belit dan angka persentase yang entah bagaimana itu bisa muncul membuat saya “puyeng”. Saya tidak tahu, ntah karena memang saya nggak memahami pajak, atau memang saya orangnya tidak mau mempersulit masalah, atau memang kapasitas otak saya yang terus berkurang? Hahaha.. Intinya mah, mengapa aturannya dibuat ribet ya (Keknya, memang hobi bangsa ini membelit-belitkan benang :D ). Kalau boleh berfikir negatif, bentuk yang begini akan mempermudah mereka untuk membohongi masyarakat.

Lalu, saya membaca sebuah blog. Yah, tampak lebih mudah dipahamilah. Intinya,” Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 yang merupakan rangkaian perubahan terhadap Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983, maka mulai tahun 2009 nanti tarif Pajak Penghasilan untuk Wajib Pajak Badan akan menggunakan tarif tunggal yaitu 28% pada tahun 2009 dan 25% mulai tahun 2010”(Source : http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pajak-penghasilan-untuk-usaha-kecil-dan-menengah-umkm.html?nomo=true). Sebenarnya, ada lagi embel embel lain di bawahnya untuk jenis-jenis usaha yang berbeda. Tapi, ya sudahlah.. Ambil saja angka 25% saja dulu.

Sekarang kita asumsikan sebuah perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan bersih sebesar. Rp 2.000.000.000,-/tahun. Secara sekilas, kita dapat ambil angka kasar bahwa akan ada potongan pajak sebesar Rp 500.000.000,- (besar ya…!!). Yah, sistem perpajakan pasti memberikan berbagai jenis keringanan ini dan itulah. Ambil saja angka Rp 400.000.000,- sebagai besar pajak yang harus di bayar si perusahaan. Sepertinya, masih besar ya..? :) .

Sekarang kita coba berfikir positif pada para pemilik perusahaan yang  melakukan penggelapan pajak. Pertimbangan yang dia ambil adalah :

  1. Sistem perpajakan berniat mulia untuk membagikan hartanya ke mereka yang membutuhkan (Objektif)
  2. Fasilitas-fasilitas yang diharapkan tidak terwujud (Fakta)

Dengan sekilas saja terlihat ada gap antar fakta dan objektif. Kalau dijadikan angka, anggap sajalah ada sekitar Rp 300.000.000,- yang lenyap tanpa bekas (Rp.100.000.000,- dipakai untuk mewujudkan fasilitas social seadanya)

Sekali lagi, kita asumsikan sang pengusaha adalah orang yang berfikir positif ya..!!

Lalu, tercetuslah sebuah solusi sederhana (tapi kalau menurut aturan negara ini criminal). Dengan rincian sebagai berikut:

Perencanaan keuangan sang pengusaha…

===PENGUSAHA BERFIKIR-START===

Rp 100.000.000,- adalah uang pajak yang saya setor ke perpajakan (dipakai untuk mewujudkan fasilitas social seadanya.)

Rp 100.000.000,- adalah uang suap untuk orang-orang seperti Om Gayus agar mau mengubah angka Rp 400 juta menjadi Rp 100 juta saja.

Rp 200.000.000,- adalah uang yang saya kantongi lagi untuk mengembangkan usaha saya atau membangun usaha lainnya. Buat 40 rumah makan padang misalnya :D . Setidaknya, saya bisa beri makan 80 orang calon pengangguran di negara ini.. :D

===PENGUSAHA BERFIKIR-END===

Nah, sekarang bisa kita lihatkan alasan “positif” mereka menggelapkan pajak :) .

Sebenarnya, kondisi ini sudah seperti rantai besi yang berbelit (*bayangkan besi aja bisa berbelit-belit di negara ini hahaha..).  Tapi, biar bagaimanapun semua solusi berawal dari pemimpin, dalam hal ini pemerintah. Sekali lagi, definisi pemimpin bukan hanya mereka yang “berseru kosong”. Selain mencetuskan solusi, pemerintah juga harus memperbaiki diri. Disini, ada 5 pihak, yakni para pengusaha, orang pajak, orang dinas social atau sejenisnya, pemerintah dan rakyat jelata seperti saya hehehe…

  1. Pemerintah harus menjamin bahwa dana hasil pajak nyampek tuh ke dinas social dan terimplementasilah sesuai objektif yang diidam2kan (bukan hanya ada ya, tapi juga harus terukur).
  2. Orang pajak, ya sabar2lah karena menjadi imbasnya. Tp, tetap harus professional. Jangan kayak Om Gayus ya.. Oiya, lain kali aturan pajaknya dibikin mudah dipahami yah.. hehe..
  3. Dinas Sosial dkk. Ya, ingat Tuhan ya.. Kalau bikin program social itu sebaiknya terukur kualitasnya. Jangan asal jadi.
  4. Pengusaha. Sebenarnya, kasian sih kalau liat pengusaha2 yang jujur. Hikss.. Tp, saya juga paham betapa susahnya pemimpin2 di negeri ini untuk dipercaya. Yah, selama niatnya positif dan pemimpin di negara ini tidak amanah. Menurut saya, lanjutkan saja. Tp, ingat!!  Selama niatnya positif dan pemimpin di negara ini tidak amanah!!!
  5. Rakyat jelata seperti saya. Hikss..  Tawakal dan berdoa saja. Mudah2an para “penjahat” diberi petunjuk oleh Nya. Tapi, kalau para “penjahat” berkedok pemimpin itu gak mempan dikasi hidayah. Yah.. doain cepat mati aja dan masuk neraka.. Biar muncul orang-orang yang lebih baik :D .

Ya sudahlah.. Moga2 aja orang-orang pada berfikir kearah yg lebih baik untuk kepentingan bersama. Sekali lagi, bersama ya.. bukan untuk golongan tertentu hehehe…

Categories: General Knowledge, Thought

I can’t find ‘Homesick’!!!

June 25, 2010 4 comments

I checked my blog-dashboard few days ago. It is written that the most wanted word in my blog is ‘homesick’. Well, I posted an ‘useless’ post about home-sick (just for fun) a few months ago. That’s why people ‘stuck’ on my ‘useless’ post. :D . Anyway, it inspired me to write something about homesick. Since I used to live far away from my family, best buddies, friend or even girlfriend-candidate-whom I don’t know her name yet :D , then I think I have some tips to share in this post.

The key word to avoid the word ‘homesick’ in your head is don’t let it comes to your mind even a second. How? Here we go..

  1. Focus on your main-work more and more. Expand the opportunity and increase your skill in it. People may think you’re a workaholic or whatever. But don’t care.
  2. Well, for me focusing on stuff is ‘boooorrriiinng’. So, I suggest you to involve in various activity. But, you need to notice that you have to keep the balancing between enjoying those new activities and your main focus.
  3. Involving in one or two ‘bounded’ activities may give you some difficulties. Well, if you were honest and responsible enough, then you’ll feel something heavy in your shoulder even when you’re sleeping ( :D ). I mean find something fun. Hanging out, Sight seeing, Looking for new friendship, Going to the Gym or other sport. Whatever, as long as it’s fun. ;) .
  4. This is the most important thing; Be a member of your new community in your real environment!! Get real, you just came to totally new community for you. So, get involve in it. You need to realize that you need to start new life here. Don’t leave your mind behind with your memory.
  5. Keep contact to your parents, hometown friend and soon. But, do it as a duty to keep the contact with them. Don’t let your heart control your mind ;-) . I mean trust them that they’ll be okey without you and you’ll be okey without them.
  6. Pretending that you will live here forever. ;-)
  7. STOP SEARCHING HOME-SICK-ARTICLES IN THE INTERNET!! Because, it means you are totally failed following those steps above :D . So, be adaptive and creative to find your own comfortable-step.

Well, thank you for reading.  Enjoy your life.

Do the best, God do the rest.

If  the rest is still lagging behind, then it means it is still your part. ;-) .. hehe..

RvD

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Artinya :

Saya memeriksa dashboard blog saya beberapa hari yang lalu. Disitu tertulis bahwa banyak orang yang mencari kata ‘homesick’ (rumah sakit? rumah penyakitan? penyakit rumahan? Apalah :D ). Mungkin karena saya pernah nge-post artikel tentang home-sick yang gak penting. Jadi, banyak orang yang nyasar tanpa tahu bahwa isi artikelnya itu sampah :D . Nah, hal itu jadi inspirasi saya untuk menulis tentang ‘homesick’. Kebetulan saya termasuk orang yang biasa ‘nomaden’. Jadi, mungkin sedikit banyak bisa berbagi mengenai hal ini ;-) .

Jadi, kata kunci pertama yang harus dikuasai itu adalah “jangan sampai terlintas kata homesick di kepala anda walaupun sesaat”. Bagaimana caranya?

  1. Fokus dengan pekerjaan utama anda. Kembangkan kesempatan dan skill. Orang mungkin menganggap anda gila kerja atau apalah. Tapi, cuek aja ;-)
  2. Hmm.. bagi saya, mengerjakan satu hal saja itu membosankan. Jadi, saya sarankan untuk terlibat di berbagai aktifitas. Tapi, tetap dijaga keseimbangannya dengan tujuan utama anda.
  3. Terlibat dengan kegiatan yang terikat itu mungkin akan menyusahkan anda ketika anda berfikir tentang makna kejujuran dan tanggung jawab. Jadi, maksud saya, carilah kegiatan yang menyenangkan seperti jalan-jalan, melihat pemandangan, olahraga, nge-gym atau apapun asalkan itu menyenangkan.
  4. Nah, ini yang agak krusial. Jadilah, bagian dari masyarakat di sana. Sadarilah, anda sekarang memasuki komunitas yang benar-benar tidak anda kenal. Jangan terus-menerus terbawa arus masa lalu. Terlibatlah di komunitas ini dan pastikan itu nyaman ;-) .
  5. Tetap jaga komunikasi dengan orang tua dan teman-teman. Tapi, jangan sampai terbawa emosi yang berlebihan hehe.. “pahamkan?”
  6. Anggaplah bahwa anda akan hidup di sini selamanya.
  7. BERHENTI MENCARI ARTIKEL TENTANG HOMESICK DI INTERNET. Karena itu artinya anda gagal mengikuti langkah-langkah di atas. Beradaptasilah dan Kreatiflah untuk menemukan langkah yang paling nyaman menurut Anda.

Ok, terima kasih sudah membaca. Nikmatilah hidup.

Buat yang terbaik, sisanya serahkan sama Allooh.

Kalau sisanya masih belum diberesin juga, artinya itu masih jatah anda ;p hehe..

RvD

Categories: General Knowledge, Thought

Akhir Hayat Om Einstein.

April 28, 2010 2 comments

Om Einstein

Ketenaran om Einstein sebagai ilmuwan tidak perlu diragukan lagi. Dia bukan saja sekedar ilmuwan, tetapi juga seorang selebritis di dunia sains. Berbagai jenis produk yang terinspirasi oleh kehadirannya sebagai selebritis sains sudah bertebaran di mana-mana. Dari, foto om Einstein melet, boneka om Einstein, gaya rambutnya dan sebagainya. Kali ini penulis tidak ingin bercerita tentang hidupnya om Einstein.

“Lagi pula kan judulnya Akhir Hayat Om Einstein.. :p”

Foto di samping adalah gambar terakhir om Einstein, diambil pada bulan Maret 1955. Tidak banyak rincian tentang foto ini. Diperkirakan foto ini dijepret di rumahnya, dekat Princeton, New Jersey. Sebulan kemudian, 17 April 1955, om Einstein mengalami pendarahan internal yang disebabkan oleh pecahnya aneurisma aorta (Jangan tanya artinya apa, saya juga puyeng :D .. Click Sini aja ya).

Ia pergi ke rumah sakit dan mengambil konsep pidato yang sedang dia siapkan untuk memperingati ulang tahun ketujuh Negara Israel. Tapi, om Einstein tidak jadi pidato. Hari berikutnya om Einstein meninggal pada usia 76.

UNIK

Otak om Einstein diambil tanpa izin dari keluarganya. Tujuannya adalah untuk dipelajari, dengan harapan bahwa masa depan, ilmu saraf akan dapat menemukan apa yang membuat om Einstein begitu cerdas. Studi ilmiah terbaru telah menemukan bahwa daerah otak yang bekerja untuk pidato dan bahasa lebih kecil, sedangkan daerah yang terlibat dengan pengolahan angka dan spasial lebih besar.

Kira-kira begitu kabar terakhir om Einstein.. :D

Categories: General Knowledge

Towards A Better World through A Structured Composition of Eastern Culture (Part I)

April 1, 2010 6 comments

Warning : You’d better not to read this article! / Jangan dibaca! :p

(by : Risvan Dirza)

The eastern culture is emerged to replace the dominance of western culture ruled the world for at least six recent centuries. The resurrection of the “eastern” can’t simply be said to suppress or even destroy the “western”. In reality, there are many values of “western” have been adopted by “eastern”.

Based on the history and the repetitive pattern, through this article, the author try to define a strategy for “world” to continue supporting the development and growth of eastern culture, so that still bring good benefits to mankind globally.

This strategy will impact on the eastern culture originality itself. Although, it can’t be denied, that the eastern culture isn’t known now as original as earlier. However, there are always some main values that people still hold. These values remain flexible, so it can be combined with the positive values of “western”. In addition, through this article, the author will also describe a simple procedure to achieve the period related to the prediction of teething problems or weaknesses arising from combining the culture through that procedure.

####

First, Author thinks that neither the author nor the reader should have the same understanding in several key phrases. So, some important definitions will be described below.

In this article, the author defines the Asian culture as part or a combination of several eastern cultures. Some philosophies which influence this “eastern” are including Buddhism, Confucianism, Hinduism, Integral Yoga, Islam, etc. Despite the many actions the eastern people don’t really follow all of the philosophies, in general, the results of the various philosophies will form a community of people who have the following characteristics (E for East):

  1. Opinions aren’t delivered directly.
  2. Group
  3. Not on time
  4. Many social contacts
  5. Angers are delivered indirectly
  6. There is no queue in the waiting.
  7. Vacation carried out jointly
  8. The party is in one group
  9. Very loud in the restaurant.
  10. In traveling, prefer to take photos.
  11. Tend to avoid obstacles.
  12. Heavy meal : 3 times a day.
  13. Favorite transportation are motorized vehicles.
  14. Old age spent their time with family.
  15. Mood is not affected by weather.
  16. The leader is a very respected and powerful man (senior).
  17. Western culture is the new trend.

Western culture is a culture emerged as a result of the Christianity (many Christians live in western world), rational, scientific and logical school. In general, the formed characteristics in western culture are as follows (W for West):

  1. Opinions delivered directly.
  2. Individualist.
  3. On time.
  4. Social contact is limited.
  5. Angers are directly conveyed.
  6. Queue in the waiting.
  7. Vacation done individually.
  8. The party carried out in various groups.
  9. Silent in the restaurant.
  10. In traveling, preferred to look.
  11. Tends to overcome obstacles.
  12. 1 heavy  and 2 light meals a day.
  13. Favorite transportation is environmentally friendly vehicles.
  14. Old age spend time with pets.
  15. Mood is influenced by weather.
  16. The Leadership is about the same level person in age.
  17. Eastern culture is the new trend.

####

to be continued..

Categories: General Knowledge, Thought
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.