Pencapaian Hingga 03 Juni 2016 dan Kejutannya

June 12, 2016 Leave a comment

Sepertinya baru hari ini, saya dengan sengaja dapat menyempatkan diri untuk menulis lagi. Saya katakan “menyempatkan” karena memang “to do list” saya sangat banyak. Sejujurnya, banyaknya target ini membuat hidup saya lebih hidup.

Sejak 15 April 2016 hingga hari ini 03 Juni 2016, tidak sampai 2 bulan, begitu banyak terjadi kejutan dan perubahan rencana. Tidak apa, kata Frank, host father saya sewaktu saya di Belanda 11 tahun lalu, “Zo is Het Leven”, yang artinya “Begitulah hidup”

Bercerita tentang ASA, seperti tulisan sebelumnya saya akan bagi menjadi ASA jangka pendek dan ASA jangka panjang. Lalu, pencapaian-pencapaian kecil saya sejak 15 April hingga 03 Juni 2016 ini.

  1. Rumah Tangga

Janin atau calon buah hati kami sudah berumur 26 minggu 2 hari. Kami sudah melakukan USG 4D dan calon buah hati kami diperkirakan seorang perempuan. Kami berencana memberinya nama Mikayla Vandirza. Berdasarkan hasil konsultasi kami dengan dokter kandungan kami di RSPI, semuanya dalam keadaan normal, sehat dan baik. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan kepada istri dan anak saya.

Walaupun diperkirakan due-date kelahiran istri saya adalah 7 Sept 2016. Kami bersepekat agar istri saya melahirkan dengan melakukan operasi cesar yang direncanakan pada 25 Agustus 2016 ketika usia kandungan istri saya 38 minggu 1 hari. Menurut dokter usia kandungan segitu sudah cukup untuk melahirkan.

Saya sendiri sebenarnya selalu berusaha untuk menguatkan diri saya bahwa keputusan kami ini adalah keputusan terbaik agar istri dan buah hati kami mendapatkan fasilitas terbaik selama proses kelahiran dan perawatannya di RSPI dengan biaya yang dapat ditanggung oleh fasilitas kesehatan kantor saya. Karena saya mengajukan “izin meninggalkan pekerjaan tanpa upah” tertanggal sejak 1 September 2016 untuk melanjutkan studi.  Salah satu konsekuensi “Izin meninggalkan pekerjaan tanpa upah” adalah seluruh fasilitas kantor akan dibekukan.

Pencapaian:

  • Kami sudah “menjenguk” buah hati kami secara rutin ke dokter kandungan.

ASA Jangka Pendek:

  • Setidaknya setiap dua minggu sekali, istri saya dan saya akan “menjenguk” calon buah hati kami ke dokter kandungan.
  • Mengidentifikasi kebutuhan hidup istri, lahiran dan anak, dan mengestimasi biaya dan strateginya sejak Bulan Juli 2016 s/d Desember 2016.
  • Memperbaiki laptop rumah agar dapat di bawa ke Belanda sehingga tetap dapat berkomunikasi dengan anak dan istri di Indonesia
  • Menginstal Microsoft Office untuk laptop istri agar keperluan istri terpenuhi.
  • Memastikan akte lahir istri selesai pada akhir Juni 2016
  • Melegalisir akte lahir istri pada Juli 2016
  • Memastikan perpanjangan passport istri pada Juli 2016
  • Memastikan legalisir buku nikah selesai pada akhir Juni 2016
  • Memastikan istri melahirkan dengan fasilitas terbaik dan ditemani keluarga-keluarga terdepat pada Agustus 2016 walaupun saya tidak dapat ada di tempat.
  • Memastikan penerbitan akte lahir anak dan legalisirnya pada Sept 2016.
  • Memastikan penerbitan passport anak pada Oktober 2016.
  • Memastikan pengajuan Visa MVV anak dan istri pada November 2016.
  • Menerbitkan undangan kedatangan anak dan istri di Belanda pada November 2016.

ASA Jangka Panjang:

  • Membawa anak dan istri ke Belanda antara Januari – Maret 2017 sehingga kami dapat tinggal bersama sebagai satu keluarga utuh.
  1. Asset dan Financial

Istri saya dan saya selalu melakukan proses pemantauan terhadap asset dan pertumbuhan asset kami secara berkala. Pertumbuhan nilai likuiditas financial sejak 15 April 2016 hingga 6 Juni 2016

mencapai 83% dari nilai awal pada akhir Maret 2016 dengan tidak memperhitungkan asset tidak likuid. Alhamdulillah, Allah SWT masih terus melimpahkan rezekinya.

Kami tidak sepenuhnya berharap kepada gaji bulanan saya. Oleh karena itu, berbagai metode pengembangan dana kami coba untuk memperkokoh fondasi financial kami sebagai keluarga kecil. Penambahan nilai sebesar di atas merupakan salah satu impact dari metode pengembangan dana yang kami lakukan.

Pencapaian:

  • Alhamdulillah ada kenaikan nilai 45% pada akhir April 2016 dan 19% pada akhir Mei 2016.
  • Alhamdulillah setidaknya satu ekor kambing diinformasikan hamil

ASA Jangka Pendek:

  • Setidaknya ada yang ditabung setiap bulan.
  • Memonitor perkembangan usaha ternak kambing.
  • Menghentikan dan/atau mencairkan dana dari program penarikan rutin bulanan.
  • Meminimalisir pengeluaran selama studi di Belanda nanti.

ASA Jangka Panjang:

  • Mencari partner finansial untuk bersama-sama menjalankan proyek perumahan alexandria yang terus menerus mangkrak.
  • Memastikan adanya penyewa Ruko di Medan untuk tambahan biaya untuk Mama di
  1. Pekerjaan

Terlepas dari rencana studi saya yang jadinya akan dimulai pada Agustus 2016, Alhamdulillah, saya mendapat apresiasi dari kantor tempat saya bekerja sehingga saya dipromosi sejak 1 April 2016. Apresiasi ini sangat saya hargai, tetapi hidup adalah pilihan dan saya memilih untuk menghabiskan waktu 2 tahun ke depan untuk menimba ilmu di Belanda daripada memperbanyak khazanah pengalaman kerja saya. Walaupun, saya memiliki niat untuk kembali bekerja di kantor saya ini sekembalinya saya dari studi master. Hal ini dituangkan dengan pengajuan unpaid leave saya ke pihak perusahaan. Alhamdulillah, pengajuan unpaid leave saya sudah disetujui hingga ke level Vice President. Semoga saja President/GM perusahaan saya dibukakan pintu hatinya untuk memberikan izin dan persetujuan atas pengajuan unpaid leave saya.

Pencapaian:

  • Saya dipromosi sejak 1 April 2016
  • Visit ke lapangan pra-bidding maupun bidder site survey sudah dilakukan dengan baik dan aman
  • Menyelesaikan review dokumen tender long lead item.

ASA Jangka Pendek:

  • Menyelesaikan klarifikasi teknis minggu depan.
  • Menerbitkan rekomendasi evaluasi 2 minggu lagi.
  • Membantu tim dalam menjawab pertanyaan dari calon-calon kontraktor.

ASA Jangka Panjang:

  • Membantu tim agar penunjukkan pemenang-pemenang tender dapat dilakukan tahun ini dan memberikan kontribusi sesuai dengan ruang lingkup kerja seharusnya.
  1. Pengembangan Professional

Saya berniat untuk mendapatkan sertifikasi PMP tahun ini. Walaupun pada Agustus 2016, saya berangkat melanjutkan studi, saya akan menyempatkan waktu untuk belajar dan mengikuti testnya.

Pencapaian:

  • Tidak ada

ASA Jangka Pendek:

  • Memastikan bahwa saya dapat mengikuti tes tahun ini
  • Menguasai 1 BAB per minggu dan mencoba 10 soal per minggu.

ASA Jangka Panjang:

  • Certified PMP di tahun 2016
  1. Sekolah Master dan Beasiswa

Awalnya saya berencana untuk menunda waktu studi ke Agustus 2017 mengingat saat ini istri saya sedang hamil dan saya ingin berkontribusi di perusahaan saya setidaknya setahun lagi dalam waktu dekat ini. Akan tetapi, kenyataan bercerita lain, LPDP tidak mengizinkan saya untuk menunda studi ke Agustus 2017. Oleh karena itu, saya berdiskusi dengan istri saya dan alhamdulillah dia menguatkan saya untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melanjutkan studi pada Agustus 2016.

Antara senang dan sedih, itu yang saya rasakan. Sedih karena saya tidak dapat mengadzankan anak saya nanti. Sedih karena peluang saya untuk mengapply ke ETH Zurich, Stanford University atau mungkin MIT sirna. Sedih karena keluarga saya tidak dapat merasakan benefit dari promosi lebih lama. Sedih karena saya tidak dapat berkontribusi di perusahaan lebih lama. Sedih karena LPDP tidak mendukung niatan saya. Akan tetapi, saya juga senang bahwa istri dan keluarga saya mendukung saya sepenuhnya untuk melanjutkan studi di Eindhoven University of Technology-TU/e (Systems and Control). Senang karena saya tidak harus mengulur waktu lagi untuk studi. Senang karena impian saya untuk melanjutkan studi sejak 5 tahun lalu akan segera terwujud.

Terlepas pro kontra itu, saya percaya, Allah SWT sudah memiliki skenario terbaik untuk saya. Saya hanya harus bersyukur dan terus berdo’a agar diberikan jalan yang lurus, mulus dan indah. Setidaknya, apapun yang saya peroleh hari ini adalah buah dari lika liku kehidupan yang Allah SWT rencanakan dan pernah saya pertanyakan. Saya menyesal mempertanyakannya, karena seharusnya saya percaya bahwa Allah SWT adalah dzat yang maha tahu, termasuka skenario terbaik bagi hidup saya.

Tahap selanjutnya, saya harus berjuang untuk menyelesaikan segera hal yang perlu dipersiapkan.

Pencapaian:

  • Aplikasi Visa MVV saya sudah disetujui
  • Akte Lahir saya sudah dilegalisir hingge Kedubes Belanda
  • Buku nikah kami sedang dilegalisir di Kemenlu

ASA Jangka Pendek:

  • Mendatangi Kedubes Belanda untuk mencetak stiker Visa MVV
  • Mendatangi Kemenlu untuk mengambil Buku Nikah yang sudah dilegalisir
  • Mendatangi Kedubes Belanda untuk melegalisir Buku Nikah
  • Memastikan Housing, Laptop dan Tiket ke Belanda
  • Mengulang-ulang pelajaran terkait.

ASA Jangka Panjang:

  • Menyelesaikan studi master di Belanda pada Agustus 2018.
  1. Habblumminallah (Hubungan dengan Allah SWT)

Saya merasa belum banyak perbaikan dalam hal ini. Saya masih bukanlah manusia yang selalu dekat dengan Allah SWT. Sejauh ini, yang saya tahu bahwa saya tidak melakukan perbuatan yang dilarangNya. Akan tetapi, banyak perintahNya yang belum saya turuti. Sholat masih belum sempurna. Puasa senin-kemis sempat dilakukan tetapi kemudian terhenti. Walaupun demikian, alhamdulillah dengan bantuan istri, infaq dan sedekah mingguan kepada anak-anak masih relatif konsisten hingga saat ini.

ASA Jangka Pendek:

  • Perbaiki sholat, puasa dan perbanyak membaca Al-qur’an

ASA Jangka Panjang:

  • Menghafal Al-qur’nan.
  1. Travelling Ke 3 Negara

Rencana ini hasilnya masih 0%. Tetapi ada kemungkinan menjadi 33% karena saya akan berangkat ke Belanda Agustus 2016.

Pencapaian:

  • Rencana studi ke Belanda menjadi Bulan Agustus 2016.

ASA Jangka Pendek:

  • Mempersiapkan semua kebutuhan keberangkatan ke Belanda.

ASA Jangka Panjang:

  • Membawa Anak dan Istri ke Belanda pada Q1 2017.

“Human do the best, God does the rest”

Risvan Dirza,

Jakarta, 03 April 2016.

Categories: Informasi

Pencapaian Hingga 15 April 2016 dan Asa Berikutnya

April 15, 2016 Leave a comment

harapan

Malam ini, saya berbincang ringan dengan istri saya mengenai “novel kehidupan” bahwa “novel” ini ditulis oleh Sang Pencipta semenarik mungkin. Sederhana saja, pencapaian akan terasa memuaskan apabila ada proses yang berat, kecewa dan kegagalan. Itulah konsep klimaks-antiklimaks. Selain itu, saya juga masih berkeyakinan bahwa “trigger” kehidupan itu adalah “ASA”, bukan hanya detak jantung. Menurut saya, seorang manusia hidup tanpa ASA tidak jauh berbeda dengan zombie. Singkat cerita, saya berpendapat bahwa ASA itu perlu dijaga dalam menjalani “novel kehidupan”. Jadi, saya berusaha untuk menulis “ASA” dan pencapaian saya dalam blog ini untuk menjaga dan memonitor-nya dalam “novel kehidupan” saya secara periodik, entah itu mingguan, bulanan, 3 bulanan atau tahunan. Yang penting dimulai dulu saja.Karena berbagi itu indah.

Saya tidak spesifik mendefinisikan terhitung mulai kapan pencapaian di bawah saya tuliskan. Tapi, saya buat saja cut off pada tanggal 15 April 2016. Untuk ASA-nya, saya fikir akan saya bagi dalam ASA jangka pendek dan ASA jangka panjang

  1. Rumah Tangga

Saya berstatus sebagai suami sejak 4 April 2014. Kini, istri saya sudah mengandung mendekati 20 minggu. Diperkirakan saya akan menjadi “orang tua” pada awal September 2016.

ASA Jangka Pendek: Setidaknya setiap dua minggu sekali, istri saya dan saya akan “menjenguk” calon buah hati kami ke dokter kandungan.

ASA Jangka Panjang: Melihat dan mengadzankan/mengiqomatkan sang buah hati pada saat lahiran di Sept 2016 nanti.

  1. Asset dan Financial

Istri saya dan saya selalu melakukan proses pemantauan terhadap asset dan pertumbuhan asset kami secara berkala. Pertumbuhan nilai likuiditas financial setahun belakangan ini mencapai 300% dari nilai awal dengan tidak memperhitungkan asset tidak likuid. Alhamdulillah, Allah SWT melimpahkan rezekinya selama setahun belakangan ini. Kami tidak sepenuhnya berharap kepada gaji bulanan saya. Oleh karena itu, berbagai metode pengembangan kami coba untuk memperkokoh fondasi financial kami sebagai keluarga kecil. Salah satunya, Kami mencoba berternak Kambing dengan 3 ekor kambing sebagai modal awal.

ASA Jangka Pendek: Setidaknya ada yang ditabung setiap bulan. Memonitor perkembangan usaha ternak kambing.

ASA Jangka Panjang: Mencari partner finansial untuk bersama-sama menjalankan proyek perumahan alexandria yang terus menerus mangkrak.

  1. Pekerjaan

Selama tahun 2015, pencapaian pekerjaan tergolong memuaskan karena semua target tercapai. Proyek-proyek selesai lebih cepat dan secara budget tim proyek saving lebih banyak. Proyek-proyek tersebut adalah Zulu Reactivation Project dan ORF Muara Karang E&I Reliability Improvement Project. Q1 2016, saya dipindahkan di SP New Field Development Project. Menurut saya, proyek ini berada di fase-fase yang menantang dengan banyaknya faktor-faktor yang di luar kontrol dan ketidakpastian yang tinggi. Semoga saja setiap “novel kehidupan” berujung indah.

ASA Jangka Pendek: Melakukan visit ke lapangan untuk memverifikasi ulang ruang lingkup kerja instrumentasi dan memastikan pertemuan pra-bidding untuk satu tender dilakukan minggu depan.

ASA Jangka Panjang: Membantu tim agar penunjukkan pemenang-pemenang tender dapat dilakukan tahun ini dan memberikan kontribusi sesuai dengan ruang lingkup kerja seharusnya.

  1. Pengembangan Professional

Pada akhir Desember 2015, saya sudah mengikuti training persiapan untuk mengambil sertifikasi PMP (Project Management Profesional). Akan tetapi, dikarenakan kondisi proses pembayaran yang agak tersendat, maka saya tidak dapat mengikuti kelas intensif di awal 2016.

ASA Jangka Pendek: Menguasai 1 BAB per minggu dan mencoba 10 soal per minggu.

ASA Jangka Panjang: Certified PMP di tahun 2016

  1. Sekolah Master dan Beasiswa

Ini merupakan salah satu bukti nyata teori ASA dan novel kehidupan. Setelah berjibaku dari tahun 2012 dengan segala keterbatasan yang ada, ada proses kehilangan harapan, kehilangan kepercayaan diri, keinginan untuk mundur, penentuan dan kalah prioritas, kegagalan dan sebagainya. Akhirnya, alhamdulillah, saya ditetapkan sebawa awardee LPDP Batch I 2016. Beasiswa (full) ini memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk melanjutkan studi master full time. Saat ini saya sudah mengantongi tawaran untuk melanjutkan study di  Eindhoven University of Technology-TU/e (Systems and Control) dan University of Aberdeen (Oil&Gas Engineering dan Petroleum Engineering). Untuk di TU/e, saya sudah menginformasikan bahwa saya akan melanjutkan studi di tahun depan. Dengan diberikan kesempatan beasiswa ini, saya juga berniat berusaha untuk membuka peluang kesempatan studi di tempat-tempat yang lebih menantang seperti ETH Zurich, Stanford University atau mungkin MIT. Ah, biarkanlah ASA ini melayang terlebih dahulu. Semoga Allah SWT memudahkan jalan, membuka hati dan memberi hidayah bagi orang-orang untuk memuluskan jalan saya. Oiya, jangan ditanya untuk menyebutkan aplikasi yang ditolak, banyak dan mungkin akan bertambah..

ASA Jangka Pendek: Meningkatkan IELTS dan belajar GRE.

ASA Jangka Panjang: Memformalkan surat penerimaan tanpa syarat dari TU/e pada Oktober 2016 dan melayangkan ASA untuk mencoba ETH Zurich, Stanford University atau mungkin MIT.

  1. Habblumminallah (Hubungan dengan Allah SWT)

Saya sangat menyadari bahwa saya bukanlah manusia yang selalu dekat dengan Allah SWT. Sejauh ini, yang saya tahu bahwa saya tidak melakukan perbuatan yang dilarangNya. Akan tetapi, banyak perintahNya yang belum saya turuti. Sholat masih belum sempurna. Puasa senin-kemis sempat dilakukan tetapi kemudian terhenti. Walaupun demikian, alhamdulillah dengan bantuan istri, infaq dan sedekah mingguan kepada anak-anak masih relatif konsisten hingga saat ini.

ASA Jangka Pendek: Perbaiki sholat, puasa dan perbanyak membaca Al-qur’an

ASA Jangka Panjang: Menghafal Al-qur’nan.

  1. Travelling Ke 3 Negara

Rencana ini hasilnya 0%.

Pertama, istri dan saya sudah memesan tiket dan penginapan untuk mengunjungi Australia bulan April 2016. Alhamdulillah, istri mengandung, rencana kunjungan wisata ke Australia kami batalkan.

Kedua, saya menulis paper untuk mengikuti konferensi ke Trinidad dan Tobago. Alhamdulillah, gagal. Satu pelajaran yang saya tangkap adalah jangan menulis paper dengan data terbatas dalam satu minggu. Sudah jelas papernya tidak akan berkualitas dan maksa

Ketiga, istri dan saya berencana untuk berangkat ke Belanda pada Q3 akhir 2016. Alhamdulillah, istri mengandung dan jadwal ke Belanda bertepatan dengan estimasi istri melahirkan.

ASA Jangka Pendek: Belum ada. Mempelajari cara mempersiapkan visa ke Belanda

ASA Jangka Panjang: Mengunjungi Belanda pada 2017 bersama Istri dan Anak.

“Hiduplah dengan harapan, tapi jangan berharap hidup jika tanpa harapan”

Risvan Dirza,

Jakarta, 15 April 2016, 02.42.

Categories: Jakarta, Thought Tags: , ,

Test The Water IELTS Test

November 9, 2014 Leave a comment

In 2009, I committed to create two blogs to accommodate two languages (Bahasa and English) or at least one blogs that separate two type of articles, Bahasa and English. My personal intention writing blog in English is to excercise my English as I do not have many opportunities to practice English anymore. So,  I’ll try to deliver what I want to share through this blog, in English, as much as I can and as consistent as I can J.

Feel free to comment my grammar or my vocabs, should you find something inappropriate!!.

Anyway, I realize that I was not that consistent to write in English thou..

Well, one of my objective this year (2014) is taking IELTS test.  This objective is actually has been identified and listed since 2010. In 2009, I was not confident to take any English proficiency test and I was still not confident until in 2010 when I had to take TOEIC test as part of the requirement that I need to fulfil in order to be accepted in a multinational company. Fortunately, I got 835 at that moment. So, I passed and got that Job.

The second time I took TOEIC, I got 885. But, I have never tried IELTS until yesterday even IELTS is more widely used around the world. Not like TOEIC, many universities in the world require IELTS to prove the english capability of the candidates.

Since I started working, I had never take any IELTS preparation test. So, I always prepare myself for this test all by myself by reading preparations books, simulating the listening test and watching tips through whatever available on youtube. Having passed four years preparing myself for this test, I do not ever feel good enough to take IELTS. Thus, I locked the IELTS test which is yesterday. Then, it works, no matter how bad my English was yesterday, I had to face the test.

The IELTS test takes about 2 hours and 45 minutes. It consists of four sections; Listening section which takes 30 minutes, Reading section which takes about 60 minutes, Writing section which takes about 60 minutes and Speaking section which takes about 15 minutes.

The highest IELTS score as I remember is 9.0. Normally, an instutions consider an individual is able to use english when he or she get 6.5 in IELTS test in all sections. Yesterday my target was at least 7.0. But, now, I think I realize that getting 5.5 in all sections is the best hope.

Yes, IELTS test is not about the accuracy only. I felt yesterday, IELTS test is about how to answer the questions right and accurate in limited time. Yes, you need to answer all of the questions ASAP with that pressure.

What I miss in listening section was concentration. I probably made about 12 mistakes in that section because of losing my concentration.

Reading section, I took academic IELTS test. I realized yesterday my vocabs are very limited. You may try to work on this section by not to understand all words in the passage but I just feel stupid when there is a word I do not even familiar with. Yes, reading section will serve you new words. Understanding all the words pretty much would help me to understand that long passage in reading section. I need to read fast and enrich my vocabs.

Writing section, simple, I did not even have time to check my grammar in my writing tasks. In the beginning was pretty good. But, when you need to write 400 words by hand in 60 minutes, I felt my hand shaking. I think my handwriting could not be read in last 50 words.

I met a native speaker in speaking section. He was good professional because he spoke slowly in order to avoid any unclear accents. The problem was not with the native speaker, but the topic. It was really difficult to answer a question which the topic was you not familiar with. I tried to make my own story but I got problem with the logic and the coherence of my story.

Well, basically, I do not expect many from the IELTS test I did yesterday. However, I did what we call “test the water”. Several things that I need to do for the next IELTS test I want to take are:

  • Ensure that I have good sleep and relax at least one day before the test to increase my concentration.
  • Read more english book.
  • Write articles in English, for example writing my post in English and writing more with your hand
  • Enrich my english convertation topics.

Since this is part of my learning process, again, feel free to inform should I make a mistakes in English

Thank you,

Respected Professor,…!!!

March 29, 2014 Leave a comment

“Respected Professor,” itu adalah sapaan yang diberikan seorang mahasiswa tingkat 3(tiga) dari India bernama Krishna kepada saya dalam e-mail-nya.

Krishna adalah seorang mahasiswa teknik mesin Indian Institute of Technology (IIT) yang katanya adalah salah satu univeritas teknik top di India dan dunia. Mahasiswa ini mengontak saya setelah membaca salah satu tulisan atau paper saya yang berjudul Performance-guaranteed distributed coverage control for robotic visual sensor network with limited energy storage”. Paper yang saya tulis sekitar 2-3 tahun lalu bersama beberapa teman.

Image

Bagi beberapa orang yang berprofesi sebagai akademisi, adalah sebuah kebanggaan jika buah pikirannya di-citasi atau di-baca atau dirujuk orang lain. Saya mungkin bukan terdaftar sebagai akademisi tetapi siapa yang tidak senang ketika buah pikirannya dihargai. Lalu, eksistensi dan kontribusi-nya diakui. Beberapa orang bahkan rela mencuri buah pemikiran orang lain demi sebuah penghargaan atau pengakuan (yang ini jangan ditiru ya..!!).

Terlepas dari kebanggaan dan penghargaan itu, ada satu sudut pandang yang saya rasa cukup miris.

Kira-kira begini poin-poin-nya.

  1. Jari saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk mengetik laporan dan/atau membuat slide presentasi.
  2. Tangan saya dibayar lebih mahal untuk menenteng laptop dan berkas kerja.
  3. Telinga saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk menerima perintah.
  4. Mulut saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk meneruskan pesan atau informasi.
  5. Kaki saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk memastikan suatu pesan terlaksana.
  6. Kaki saya dibayar lebih mahal untuk berjalan ke ruang meeting.

Krishna, Di negera saya, poin-poin di atas (atau mungkin ada lagi), lebih dihargai dari pada buah pikiran saya. Atau mungkin juga memang buah pikiran saya tidak lebih berharga pada kenyataan-nya😀.

Anyway, mungkin saya tidak dapat memberikanmu kesempatan magang. Tapi, setidaknya e-mail-mu sedikit memberikan berita baik bahwa masih ada yang menghargai pemikiran saya. Yah, jika memang tidak dihargai, maka mungkin memang itulah kenyataan.  Jika memang bila belum ada jalan, maka mungkin memang itulah takdirnya.

Sampai bertemu di kesempatan berikutnya, jika memang itu jalannya..

RvD

A Journey of A Project Engineer (1) – Pengenalan & Long Lead Item bernama “Steel Tubular”

March 29, 2014 Leave a comment

*Pengenalan

Anggap saja ini sebuah catatan seorang engineer yang bekerja pada sebuah perusahaan minyak dan gas. Saya bekerja sebagai project engineer yang tergabung dalam project management team untuk mengembangkan beberapa lapangan di area lepas pantai laut jawa, yakni area KILO, FOXTROT dan BRAVO. Proyek ini rencananya akan membangun 4 (empat) anjungan tanpa awak lepas pantai (NUI-Normally Unmanned Installation) masing-masing bernama YYA, FSB, SPA dan KLD, lebih dari 30 Km pipa bawah laut dan beberapa modifikasi pada anjungan yang sudah ada agar ke-empat anjungan baru tersebut terintegrasi dengan anjungan-anjungan yang sudah ada. Baik, anggap saja jika proyek selesai dengan tepat waktu dan sesuai dengan biaya yang dianggarkan, maka kami telah berkontribusi mensupplai sekitar 6000 barrel minyak setiap hari dan gas lebih dari 35-an MMScfd. Kalau lebih spesifik sebenarnya saya diminta untuk fokus pada proyek FSB beserta pipa bawah laut dan modifikasi terkait. Akan tetapi, dikarenakan ke-empat proyek ini tergabung dalam satu project management team, maka adalah hal yang wajar jika tanggung jawab saya terkadang melebar ke proyek-proyek lainnya.

*Long Lead Item – Steel Tubular

Dalam proyek pengembangan YY, FSB, SP dan KLD ini ada beberapa material atau equipment yang harus disupplai oleh COMPANY (perusahaan) karena tingkat kepentingannya terkait teknologi, waktu pengadaan atau kepercayaan diri COMPANY. Beberapa diantaranya adalah Steel Tubular dan Shutdown Valve (SDV).

Steel Tubular – Apa itu Steel Tubular? Sebenarnya, benda ini adalah mainannya para Structure Engineer dan Quality Control Engineer. Akan tetapi, saya akan coba paparkan secara garis besar. Steel Tubular adalah material berupa pipa besar yang terbuat dari baja. Tubular ini, menurut desain dari Structure Engineer, akan digunakan sebagai material untuk structure jacket seperti deck leg dan bracings, dan piles. Sedangkan, dari sudut pandang Quality Control Engineer, material ini adalah material critical karena akan menopang anjungan yang akan dibangun, sehingga harus dijaga kualitasnya sejak dari pemilihan lapisan bajanya hingga proses fabrikasinya.

Terkait dengan kebutuhan proyek, apa saja yang harus diperhatikan? Pertama, waktu pengiriman sebuah steel tubular pada umumnya memakan waktu sekitar 6-7 bulan dan ini sudah termasuk proses pembuatan bahan baku material sejak dalam bentuk lapisan baja. Kedua, biaya pembelian steel tubular ini biasanya dapat dimonitor dari tonnase-nya. Satuannya biasanya metric ton (MT). Harganya sangat bervariasi. Harga ini bergantung pada beberapa hal, antara lain, lokasi fabrikasi (apakah di dalam negeri atau di luar negeri), asal muasal materialnya, metode pengirimannya, lokasi penyimpanan serta apakah steel tubular itu baru atau tidak.

Selanjutnya, saya akan bercerita lebih detail. Pada proyek ini, kami mengadakan 2 (buah) tender untuk pengadaan steel tubular. Sebuah tender diadakan untuk mengakomodasi steel tubular yang hanya dapat di-import (sebut saja tender A). Sedangkan, tender lainnya (sebut saja tender B) diadakan untuk mengakomodasi steel tubular yang dipercaya mengandung 10% TKDN (tingkat kandungan dalam negeri). Semua steel tubular ini dibutuhkan untuk membangun anjungan YYA dan FSB. Bisa dilihat pemisahan tender ini dibuat bukan berdasarkan jenis proyeknya. Akan tetapi, pemisahan ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan TKDN. TKDN merupakan salah satu syarat kelulusan pemain tender secara administrasi. Sebelum dilakukan seleksi secara administrasi, terdapat beberapa penawar, tender A memiliki 6 (enam) penawar dan tender B memperoleh 3 (tiga) penawar. Setelah dilakukan seleksi administrasi, bagi para penawar yang dinyatakan lulus akan memasuki fase evaluasi teknis.

Hal apa saja yang perlu dievaluasi secara teknis? – Sebenarnya banyak sekali hal teknis yang perlu dievaluasi, saya yakin structure engineer dan quality control engineer kami memahami hal tersebut lebih dalam. Akan tetapi, beberapa hal kritikal yang perlu dipastikan adalah tipe pengelasan pembentukan (forming welding). Sebuah steel tubular yang dibentuk biasanya berasal dari sebuah plat baja yang ditekan atau di-roll hingga melengkung dan membentuk pipa, sehingga sisi-sisi plat yang sebelumnya berjauhan saling bertemu. Sisi-sisi yang bertemu ini lalu di-las dan di-treatment agar komposisi materialnya kembali ke susunan yang kokoh. Karena daerah pengelasan ini adalah biasanya titik lemah dari struktur sebuah steel tubular, maka harus dipastikan tidak boleh lebih dari 1(satu) pengelasan pembentukan longitudinal pada steel tubular ini. Bahasa teknisnya, one longitudinal seam weld (LSW).

Selanjutnya, harus dipastikan tidak ada Circumferential Seam Weld (CSW). Jenis pengelasan apalagi ini? Menurut standar industri, steel tubular yang dibentuk memiliki panjang 20 kaki atau 40 kaki. Jadi, selalu ada kemungkin dilakukan penyambungan agar diperoleh panjang yang sesuai dengan standar industri tersebut. Nah, untuk melakukan penyambungan tersebut diperlukan CSW. Dengan alasan bahwa daerah pengelasan adalah titik terlemah, maka harus dipastikan bahwa tidak ada CSW pada steel tubular yang dibeli. Bisa saja keberadaan CSW ini diterima, asalkan pada saat fabrikasi dipastikan tidak ada bagian steel tubular yang mengandung CSW berada di area yang ditekan secara lateral (biasanya di area cane).

Kemudian, apakah steel tubular yang disupplai tersebut baru atau material stock? Logikanya, sebuah material stock lebih berpotensi mengalami karat karena material tersebut dibiarkan lama di tempat penyimpanan. Metode penyimpanan yang tidak tepat akan mengakibatkan karat pada material ini, sehingga dapat menurunkan kualitas material. Lalu, apakah definisi new material? New material biasanya didefinisikan apabila umurnya tidak lebih dari 2 bulan dari sejak pembuatan. Parameter ini dapat di-check pada mill certificate-nya.

 Pertanyaan selanjutnya adalah manufacture apa saja yang biasanya memproduksi dan mensuplai steel material? Beberapa pemainnya adalah Samkang, SEAH, Nippon Steel dan lain-lain.

Sampai bertemu di kesempatan berikutnya..

Risvan Dirza (RvD)

Categories: Academic & Technology Tags:

Berencana Memulai Hidup di Jakarta?

November 27, 2013 Leave a comment

Banyak orang berfikir bahwa dengan datang ke Jakarta, maka kehidupan yang lebih baik akan segera datang. Saya tidak termasuk dalam golongan orang tersebut. Tapi, entah mengapa saya harus menjalani mimpi mereka, memulai hidup di “kejamnya” ibu kota, Jakarta.

Agar survive atau bertahan, ada beberapa komponen utama pengeluaran yang harus dipenuhi. Lebih jauh lagi, ketika kita menginginkan gaya hidup yang lebih “wah”, ada komponen tertier yang juga harus dipenuhi. Berikut beberapa komponen pengeluaran yang perlu diperhitungkan bagi para pejuang di labirin ibukota.

1. Pengeluaran yang tidak dapat dielakkan

Bagi para keluarga muda, biaya akomodasi atau Biaya sewa tempat tinggal dapat mencapai 2 juta hingga 4 juta per bulan. Angka 4 juta per bulan ini berasal dari biaya akomodasi di salah satu apartment tipe 2BR di Jakarta Selatan. Biaya ini dapat ditekan menjadi 2 jt per bulan jika Anda menyewa kontrakan.

Dengan asumsi bahwa setiap orang akan mengeluarkan 20 rb rupiah untuk sekali makan dan sehari makan tiga kali, maka biaya konsumsi ini akan mencapai 3,6 juta per bulan bagi pasangan muda.

Bagi Anda yang belum berfikir untuk membeli kendaraan, KRL dapat menjadi transportasi andalan. Pendekatan yang saya ambil adalah 20 rb per hari. Jadi, untuk sebulan, biaya transportasi ini dapat mencapai sekitar 600 rb rupiah.

Keluarga besar saya berada di Sumatera Utara. Jadi, bagi Anda yang juga para perantau, mungkin mempertimbangkan hal ini pada golongan pengeluaran yang tidak dapat dielakkan. Perhitungan saya, dalam setahun, saya perlu setidaknya dua kali pulang kampung. Ongkos PP sekali pulang kampung mencapai 3 jt per orang. Jadi, kita perlu menyimpan dana sebesar 500 rb per bulan.

Dengan demikian, pengeluaran utama untuk golongan tipe I ini adalah 6,7 juta. Bagi yang tinggal di apartement, pengeluaran tersebut dapat mencapai 8,7 juta.

Anggap saja biaya tak terduga yang harus di-keep dengan gaya hidup ini adalah 2 jt rupiah.

Sehingga untuk mereka yang memiliki gaya hidup tipe di atas, potensi pengeluaran dapat mencapai angka 10 jt/bulan

2. Ditambah Pengeluaran dengan gaya hidup dalam negri.

Beberapa dari kita tentu mulai berfikir mengenai investasi dan bisnis kecil-kecilan. Anggap saja, untuk komponen ini, dibutuhkan biaya sekitar 1 jt per bulan. Sedangkan, tabungan jangka panjang untuk pendidikan anak diperkirakan dapat mencapai 2 jt per bulan.

Mungkin beberapa dari kita sudah mulai memikirkan hiburan bulanan, sebut saja, 500 rb per bulan.

Dengan demikian, dibutuhkan dana tambahan sekitar 3,5 juta per bulan. Sehingga untuk mereka yang memiliki gaya hidup tipe dua ini, potensi pengeluaran dapat mencapai 14 jt per bulan.

3. Ditambah dengan liburan dan cicilan asset.

Menurut saya, golongan ketiga ini adalah golongan yang dapat dikatakan mapan untuk time frame sekarang dan yang akan datang.

Untuk cicilan rumah dan kendaraan, kita dapat ambil angka 4 juta per bulan untuk masing-masing komponen tersebut.

Liburan dapat dibagi menjadi liburan domestik ataupun liburan luar negeri. Setidaknya sekali dalam setahun, sebuah keluarga menikmati liburan. Biaya liburan ini dapat mencapai 9,6 juta untuk domestik atau 18 jt untuk travelling ke luar negri. Sehingga, diperlukan saving sebanyak 800 ribu hingga 1,5 jt setiap bulannya.

Dengan demikian, dibutuhkan dana tambahan sekitar 8,8 juta – 9,5 juta per bulan.

Jadi, jika ditotalkan, pengeluaran untuk golongan yang mapan di atas rata-rata ini mencapai 22 hingga 24 juta per bulan.

Bagaimana? Masih tertantang dengan gaya hidup masyarakat Ibukota?

Perhitungan di atas dipakai dengan asumsi tahun 2013. Jika Anda ingin melakukan pendekatan di tahun-tahun berikutnya, silahkan disesuaikan dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Hint: anggap saja 8% per tahunnya.

Categories: General Knowledge, Informasi Tags:

Menuntut Kesempurnaan atau Menerima Kekurangan yang Dapat Ditolerir?

June 20, 2013 2 comments

Hari ini saya belajar mengenai pengelolaan paradigma. Sebenarnya, hal ini sudah saya terapkan secara tidak langsung. Tetapi, pidato yang disampaikan Rudi Rubiandini, Kepala SKK Migas, pagi tadi menstimulasi saya untuk menuliskan pengalaman saya dalam menerapkan pengelolaan paradigma atau sudut pandang.

Biasanya, engineer di perusahaan migas selalu mempraktekan cara pandang bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus sesuai dengan prosedur yang tertulis, telah di-review dan disetujui oleh manajemen. Hal ini mungkin didorong oleh kenyataan bahwasannya pekerjaan di sektor migas memiliki resiko yang tinggi.

Pak Rudi Rubiandini menawarkan paradigma yang unik tadi pagi. Kira-kira bunyinya “Lakukan apapun selama hal itu jelas-jelas tidak dilarang”. Jika ditelaah lebih dalam, paradigma ini mendukung pengembangan inovasi. Jadi, setiap engineer bebas berinovasi dan berkreasi selama inovasi tersebut tidak jelas-jelas terlarang. Konsekuensinya, setiap inovasi tersebut harus memiliki landasan berfikir dan teknis yang jelas dan bertanggung jawab. Saya rasa inilah tantangan yang diharapkan engineer-engineer yang haus akan ide terobosan baru, tapi bukan untuk engineer yang bermain aman dan bukan juga untuk engineer yang kurang cerdas dalam menelurkan ide baru.

Kembali pada apa yang telah saya terapkan mengenai pengelolaan paradigma. Beberapa orang berfikir untuk mengejar kesempurnaan. Menempuh pendidikan setinggi-tingginya di institusi dengan reputasi yang sehebat-hebatnya. Ada juga yang berfikir untuk memperoleh kehidupan yang sesempurna-sempurnanya dengan pendamping yang seindah-indahnya serta pendapatan yang setinggi-tingginya di sebuah badan yang sehebat-hebatnya serta menempati posisi yang setinggi-tingginya untuk memberikan pengaruh yang seluas-luasnya dalam rangka bermanfaat bagi orang sebanyak-banyaknya. Banyak sekali kesempurnaan yang mungkin dapat memacu kita untuk mengerjanya.

Akan tetapi, kalau kita berfikir dari paradigma “cara bersyukur”, mungkin ceritanya akan berbeda. Kita akan dihadapkan pada istilah kepasrahan dalam menerima kenyataan. Tentu saja, maksudnya adalah menerima kenyataan yang bersyarat. Atau dengan kata lain, menerima kekurangan yang dapat ditolerir. Kita tidak dapat mengharapkan kesempurnaan yang instan. Banyak sekali variabel kehidupan yang memaksa kita untuk “menerima kekurangan yang dapat ditolerir terlebih dahulu. Lantas kemudian, dengan rasa syukur tersebut, silahkan berlari kencang mengejar kesempurnaan (-bukan menuntut kesempurnaan).

Saya rasa, inilah yang disebut dengan realistis berprinsip.

Salam,

RvD

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.