Home > Thought > WAWAN-CANDA

WAWAN-CANDA

Sekarang aku nulis karena buah dari kejenuhan mainin air..He..He..

Ini gara-gara mata kuliah Rekayasa Termal dan Mekanika Fluida (weesss..keren bet namanya) plus sifat perfeksionis-ku (fiuuhh..). Udah jelas-jelas Isotermik itu tidak memiliki perubahan energy dalam, eh malah si risvan ini gak percaya langsung, maka dilakukan berkali-kali interpolasi dari variable-variabel yang menentukan sifat air itu. Parah mampus lah..(rasa penasaran yang berbuah kurang kerjaan..cuiihh)

Nah, karena kejenuhan itu, aku teringat dengan dialog interview seleksi tahap dua program pertukaran ke Jepang hari ini. Sumpah, ini seleksi program benar-benar aku gak ada niat untuk nerusin juga. Alasannya sederhana, pengen cepat LULUS. Tp, ntah kenapa ketika H-1 deadline pengumpulan berkas administrasi, si Rofi malah mancing-mancing untuk ikut. Akhirnya, aku terpengaruh…

Mampus dah..Padahalkan aku udah ketinggalan satu tahun juga gara-gara ke Belanda tahun 2004 itu. (Gak mau lagi manusis tertinggal…hiks…Cukup)

Pada saat dialog, interview diawali dengan bahasa Inggris (ya jelas mampus-mampusanlah aku, dengan sekuat tenaga berusaha memahami bahasa yang sudah tidak lazim lagi kudengar ini..halah) Dan akhirnya cobaan itu pun berlalu dengan dua asumsi di kepala-ku.

1. Pewawancara merasa cukup puas dengan jawabanku

2. Pewawancara pusing dengan kalimat-kalimat bahasa inggrisku yang ancur lebur, dan lebih parahnya aku tetap PeDe aja nyerocos dengan santainya tanpa peduli ni orang ngerti apa pura-pura ngerti

(Hwa..ha..ha..ha..Jarang-jarangkan ngerjain dosen-dosen penguji…PUAS)


Akan tetapi, asumsi yang paling mendekati kebenaran terletak pada pilihan nomor 2 ( diiringi music kemenangan…hwa..ha..)

Akhirnya dengan asumsi nomor 2, maka masuklah ke tahap interview berbahasa Indonesia. Maka, “mind set” diplomat-pun dimunculkan. (maaaannnnntaaaaap….huek)

Sesuai dugaan, dan dengan sepenuh hati aku mengakui bahwa semua pertanyaan tidak mampu kujawab dengan baik (ya..iyalah…aku aja nggak tau ini program untuk apa?..parah). Ini beberapa cuplikan dialognya:

Penguji I : Kenapa prioritas kamu Tokyo Institute of Technology?

Aku : Karena pernah ketemu dan ngobrol sama professornya (emang bener sih..tp kan jelas-jelas nggak meaning)

Penguji I : Kamu ada menghubungi dia mengenai program ini?

Aku : Blom bu’, tp dia ada facebook bu’…Ibu punya? (Uanjrooot…mantap kan…si ibu malah ngakak..puas X ah…pusing2 dah dia)

Penguji I : Punya dong…kerasa kayak artis lah klo harus nge-approve2 itu (walah..si ibu rupanya narsis..ampun..)

*****************************************************************************

Penguji II : Kamu ada niat jadi mau kerja atau mau nerusin S2 atau nikah dulu? terus apa yang mau diteliti disana nanti? (abislah aku sekarang ini…mw neliti apa? Rupanya ada program riset jg..mati)

Aku : Ha…ha…ha…Blom ada yang mau dinikahin pak.. (si bapak kok kayak nenek aku ya? Pengennya aku ni cepat kawin aja…Kawin mah mau tapi yang mau dikawini siapa, nek ada-ada aja..)

Penguji I : Iya sebenarnya banyak yang nunggu nih, Cuma di low profile aja tuh pak.. (hmmm…so pasti bu’..preeeeeeeeeetttttttt)

Aku :Yah, begini pak. Saya sih berniat mengambil S2, tapi tidak tertutup kemungkinan jika ternyata dapat pekerjaan dulu atau yang lainnya. Saya sih cenderung mau jadi pengusaha pak. Jadi, bisa membatu orang pak. (mantaaaapppp…ngelesnya)

Penguji II : Hmm..memang harus begitu paling tidak ada 3% dari populasi suatu negara haruslah entrepreneur.

Penguji I : Wah, jawaban kamu diplomatis sekali. Kayaknya kamu calon pejabat nih. (amiinnn…sambil nyengir..nyengir) Terus yang mw kamu teliti disana apa? (TTTTTTTTTEEEEEEEEEWWWWWWWAAAAAASSSSSS)

Aku : …….(bingung ….*cling) Saya pernah dimintai untuk ngurusin proyek X bu. Jadi saya pikir kenapa tidak demikian saja. Jadi, saya dapat belajar lebih banyak. (Dan ketidak siapanku pun terbukti…Mampus)

******************************************************************************

Akhir-akhir wawancara…

Penguji II : Jadi, sebenarnya kamu tuh bagus, eh.. semuanya yang masuk tahap ini bagus tapi kan kapasitasnya terbatas dan tentu saja kami harus memilih yang paling baik. Tapi, kamu kok mau ke Jepang lagi, kan udah ke Belanda… Udahlah kasi kesempatan yang lain aja.. (ya iyalah..pak…saya juga takut2 ini..ntar tua-tua di kampus aku pak..kapan kawin-nya pak..blom lagi nyari calonnya pak…blom lagi nenek-ku yang merepet-repet itu..matilah awak ni)

Aku : Oh…iya memang harus begitu pak..tp Jepang-kan punya budaya yang beda..bla..bla..bla..(berusaha tetap menunjukkan konsistensi..hueek)

Penguji I : Saya yakin anda benar-benar tertarik dengan kebudayaan Jepang..bla..bla..Tp, selalu ada kemungkinan anda masuk tahap berikutnya atau sampai di sini saja.

Aku : O…y pas la..bu’lulus lalu nikah..ha..ha…(bilang aja gak masuk bu’….cepetan..bosen aku)

Penguji I : Ha..ha..Kamu kan berbakat jadi pejabat jadi nanti calon istrinya artis aja..kan cantik2 tu..

Aku : Amin..aminn..

Penguji II : Iya, ntar kalo punya anak , jadinya bibit unggul..Pinter kayak bapaknya..dan Cakep kayak ibunya…

Aku : He..He..He.. ( TAI’..Kurang ajar, maksud loeh? Kampret..TAI’…Cuih..Kebo…)

**********************************************************************

Dan wawancara-pun berakhir dengan sebuah kondisi “nothing to lose”

1. Lulus kuliah atau S2 ITB dengan cepat atau Kerja ATAU

2. Jalan2 1 tahun di Jepang

Sebuah kondisi yang menyenangkan…Walaupun harus menerima kenyataan dengan kualitas wajah saya..Hiks..Kampret..

PS: Teman yang belom dpat kesempatan ikut seleksi program ini jangan kecewa ya..Biar gimanapun ini Cuma seleksi to’..dan maaf karena si risvan ini udah dapat kesempatan ikut seleksi, tp malah gak diseriusin..Pasti ada jalan yang lebih indah yang disediakanNya bagi kita semua..

Categories: Thought
  1. mandrem
    February 18, 2009 at 1:31 pm

    hahaha.. semoga sukses Van!

    si ibu itu gaul jg ya..jangan lupa di-add lho Van.. hehe

  2. February 18, 2009 at 2:21 pm

    @mandrem

    =D akan segera di add,
    mana tau anaknya mw dikawini..huahahaha..

    Thank u ya..

  3. ndx
    February 20, 2009 at 3:02 pm

    kawin aja terus…😀

    Wawancara koq tanyanya kawin.. tidak sesuai dengan topik yang diperbincangkan dan elunya pastinya suka diajak ngobrolin tentang KAWIN.. kwekeke..

    mantap!! Ikutan ke jepun dunk

    • February 20, 2009 at 3:12 pm

      hwaha ha ha…musim kawin ndx…
      weeiis…blom pasti dox…blm tau jg hasilnya apa? hax..hax..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: