Home > General Knowledge > TENTANG KAMPUS-KU (Part I-Struktur Pendidikan yang Kujalani)

TENTANG KAMPUS-KU (Part I-Struktur Pendidikan yang Kujalani)

Bulan Januari lalu, aku di undang untuk mengisi seminar mengenai motivasi dan strategi belajar menuju jenjang perkuliahan di SMA saya, SMAN 1 Binjai (dengan misi pribadi menjadikan ITB sebagai Institut Teknologi Binjai..huahhaha..). Awalnya, aku grogi berat, tp intinya sih mudah2an nyampek, walaupun aku secara pribadi blom puas dengan apa yang aku lakukan dan sampaikan.(hua..ah..ha…jijik ya? ngedengarnya…)

Oke, Aku kan sekarang sedang kuliah di Teknik Elektro ITB. Jadi, mungkin nggak ada salahnya kalo aku bercerita sedikit tentang proses-proses pendidikan di kampus ini (halah..mantap)

ITB menerima sekitar 3000 mahasiswa setiap tahunnya, gak tau apakah bakal nambah atau berkurang. Tp, yg jelas yang bisa masuk STEI hanya sekitar 350 orang. Klo di depan gerbang ITB-nya sih tertulis “Selamat datang putra-putri terbaik bangsa”. (Jijik…mungkin ini sebabnya kenapa banyak anak ITB besar kepala atau memang kepalanya besar – besar karena volume otak yang berlebihan..ha..ha..ha..)

STEI atau Sekolah Teknik Elektro dan Informatika adalah sebuah sekolah (gabungan dua program studi/jurusan). Tetapi, tampaknya sejak tahun 2008 ini telah berubah menjadi FTEI (Fakultas Teknik Elektro dan Informatika) karena telah terjadi pemekaran di kedua program studi pembentuknya yakni Teknik Elektro dan Teknik Informatika. Teknik Elektro memekar menjadi Teknik Tenaga Listrik (Power), Teknik Telekomunikasi (Telkom) dan Teknik Elektro itu sendiri. Sedangkan, Teknik Informatika mengalami pemekaran menjadi Teknologi Sistem Informasi dan Teknik Informatika sendiri. Jadi sekarang FTEI telah memiliki 5 program studi.

Untuk menjadi seorang engineer, seorang mahasiswa ITB harus melalui 2 tahap, yakni Tahap Pembelajaran Bersama (TPB) selama 1 tahun dan Tahap Sarjana selama 3 tahun. Pada TPB, setiap mahasiswa diwajibkan untuk lulus dengan IP > 2 dan tidak terdapat nilai E pada paket matakuliah TPB yang harus diikuti. Tahap TPB ini diberi keringanan waktu selama 2 tahun jika mahasiswa tidak berhasil lulus di tahun pertamanya. Jika 2 tahun pertama di ITB tidak mampu menyelesaikan TPB, maka mahasiswa dijamin akan DO (Drop Out) dengan sempurna. Pada umumnya, pada TPB ini, mahasiswa yang berasal dari daerah cenderung kesulitan, sedangkan yang dari ‘kota’ tampak lebih anteng menghadapinya. Hal ini diasumsikan disebabkan oleh latar belakang pendidikan SMA yang tidak merata di Indonesia.

Setelah menyelesaikan masa TPB mahasiswa dapat menyelelesaikan tahap sarjana dengan tepat waktu selama 3 tahun, atau apabila mengalami kendala maksimum 4 tahun.Nah, pada tahap ini baru dapat terlihat kualitas perorangan mahasiswa karena kuliah-kuliah yang dihadapi bersifat baru dan menuntut nalar. Selain itu, kemampuan dasar semua mahasiswa sudah diasumsikan sama setelah diperkuat pada TPB. Jadi, secara keseluruhan ITB memberikan waktu 6 tahun bagi mahasiswanya untuk menyelesaikan studynya (jika terkendala). Apabila lebih dari batas waktu tersebut, maka DO akan diberikan.

Khusus untuk STEI, mahasiswa yang telah setahun di ITB, terlepas sudah lulus atau belum TPB-nya akan diberikan kesempatan 3 kali mengisi kuesioner selama setahun awal tersebut (semasa akulah waktu itu). Lalu, pada akhir tahun pertama, mahasiswa akan ditentukan program studinya menurut hasil prestasi, kapasitas program studi dan minatnya. Sehingga, mahasiswa akan tersebar ke 5 program studi tersebut.

Bagi Teknik Elektro, mahasiswa akan mendapatkan sejumlah mata kuliah ‘core’ sebanyak 44 sks dan breadth paling tidak 5 matakuliah dari 9 yang disediakan. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan memenuhi paling tidak 10 sks mata kuliah wajib ITB. Sisanya mahasiswa dapat merancang sendiri bentuk study yang dilakukannya dengan batasan maksimum 160 sks. Jika sudah mencapai 144 sks, sudah diperbolehkan untuk menyusun skripsi atau T.A.

Secara tersirat, mata-mata kuliah di elektro mendukung untuk membentuk beberapa rencana studi, seperti Teknik Computer, Biomedika, Elektronika dan Teknik Kendali tetapi tertutup kemungkinan untuk menyusun rencana study sendiri yang unik.😉

Secara pribadi, sesudah mencapai tingkat tiga aku memutuskan untuk menyusun rencana study teknik kendali, walaupun keraguan sedikit banyak masih ada pada aku (mantap kali kata-katanya..cuih..)

TO BE CONTINUED…

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: