Home > Thought, Useless > Berawal dari Keisengan, Berbuah ‘Borok’-krasi

Berawal dari Keisengan, Berbuah ‘Borok’-krasi

Ribet ya..
Iya, birokrasi itu ribet kali. Awak diputar-putar, dipingpong, mondar-mandir, hanya untuk mengurusi sebuah izin.

Aku nggak percaya, aku rasa bu ayi (si dosen penguji) melakukan kesalahan. Ntah ada angin apa dia dan dosen yang satu lagi itu mengambil keputusan bahwa aku mendapat peluang untuk meng-apply beasiswa riset di Tokyo Institute of Technology. Sejenis pertukaran mahasiswa gitu selama satu tahun, tapi selama setahun di sana, mengikuti kuliah dan mengerjakan riset adalah sebuah kewajiban. Walaupun demikian, semua itu belum pasti selama kakiku blom menginjak airport Narita.

Satu sisi, ada rasa berat klo memang harus ke sana. Resikonya, ya mundur satu tahun (lagi), paling nggak 6 bulan lah. Satu sisi ini merupakan kesempatan langka, karena ternyata beberapa orang mengejar program ini. Eh, malah aku yang tah hapa hapa ini yang dipercaya untuk terus. Nanya ke dosen malah makin disuruh (dipaksa) untuk terus maju.

Dosen berinisial YG berkata “Terkadang kita nggak tau peluang itu udah ada di depan mata kita dari dulu, sedangkan kita mencari yang lain. Budaya tidak hanya bisa dijadikan wacana, budaya itu harus dirasakan dan kita harus jadi bagian dari budaya itu”.
(Hm…Manusia memang tidak pernah puas, ya..selalu mencari yang lain..)

Dosen berinisial SS berkata “Kamu diberi kesempatan dan kelebihan untuk berbuat banyak, dan tidak banyak orang memperoleh dan menyadari itu. Apakah kamu tidak merasakan sesuatu? Kamu hanya seorang anak yang berasal dari kota Binjai, terus berpindah ke Bandung, kemudian diberi peluang untuk merasakan kehidupan dan pendidikan di Jepang. Buktikan klo orang-orang seperti kamu bisa berbuat.”
(Jleebb…aja)

Dosen berinisial IS berkata “Banyak pejabat-pejabat sekarang yang terkurung dengan pemikirannya sendiri karena mereka tidak pernah merasa ‘hidup’ dengan dunia yang berbeda. Jika kamu menjadi pejabat, maka ini-lah salah satu cara agar setiap kebijakan diambil dengan pertimbangan yang berwawasan internasional. Jangan jadi jago kandang…!!”
(Akh…pejabat2 sekarang nih gara2nya…udah gak becus..berefek sama masa depan orang lain ni..)

Jujur, perkataan2 dosen di atas membuat aku merasa jauh ‘tertekan’. Bayangin, aku yang merasa selama ini gak bisa berbuat banyak, tiba2 diembani begitu banyak tuntutan atau katakanlah tanggung jawab. Padahalkan ini semua berawal dari keisengan..

Buah dari semua ini, ya akhirnya selama seminggu ini, kerjaanku ya mondar mandir ngurusin surat-surat dan berhadapan dengan birokrasi yang memuakkan. Nggak tau kenapa, yang namanya birokrasi itu kesannya malah menyulitkan, membuat lambat dan memuakkan. Padahal awal mulanya birokrasi itu diciptakan untuk menjaga keamanan dari orang-orang yang berniat jahat. Tapi, kenapa orang-orang yang bertujuan positif harus ‘diberatkan’ juga dengan birokrasi. Serasa dunia tidak adil. Memang iyalah, klo dunia adil pasti manusia makmur dan nyaman. Dan keadilan itu hanya milik Allooh. Sabar…

Tapi, ya sudahlah…
Apapun yang terjadi insyaAllooh itu jalan terindah yang diberikanNya..

Categories: Thought, Useless
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: