Home > Book > Granada-Genosida Kebudayaan

Granada-Genosida Kebudayaan

Beberapa minggu yang lalu, say abaca novel berjudul Granada-“Genosida Kebudayaan di Andalusia” karangan Radwa Ashour, seorang professor sastra Inggris di Ain Shams University, Mesir. Dia juga mengambil Ph. D tentang sastra afro-amerika di university of Massachusettss (bener gak ya tulisannya?)

Sederhana saja, buku ini mengisahkan tentang kehidupan keluarga muslim di masa kejatuhan dinasti Islam di Andalusia. Terlepas dari konflik agama ataupun ras pada kehidupan sejarah dari isi novel di atas , maka ada baiknya jika kita memandang konflik yang terjadi di andalusia itu adalah sebuah proses pertumbuhan sebuah peradaban dunia.

Perlu kita ketahui bahwa pada masa dinasti islam di Andalusia, kehidupan masyarakatnya damai, toleransi umat beragama berjalan dengan baik. Islam, Kristen dan Yahudi hidup berdampingan. Dan statement ini sudah diakui secara internasional (objektif). Tetapi, ada beberapa sebab penting keruntuhan dinasti ini yang secara tidak langsung tersampaikan melalui novel ini.

Buku ini, mengambil focus cerita pada Saleemah, seorang gadis muslim yatim piatu yang tinggal dengan kakek neneknya. Kakeknya seorang pengrajin kitab (bukan penulis kitab). Keluarga ini tinggal di kota bernama Albacyn. Sang kakek bernama Abu Jaffar. Beliau bercita-cita menjadikan cucunya Saleemah untuk menjadi seorang wanita yang cerdas dan mampu menulis kitab (Ini bisa menjadi jawaban bahwa Islam tidak pernah sama sekali menomorduakan perempuan).

Akan tetapi, semua cita-cita itu sirna karena kedatangan tentara Castille di Alabcyn. Sewaktu itu Ferdinand dan Isabella (Gabungan dua kerajaan besar di utara semenanjung andalus) sudah menikah. Kerjaan Kristen ini tentu saja tidak nyaman dengan Dinasti Islam di Andalus.

Singkat cerita, dinasti Islam di andalus diserahkan pada Kerajaan Castille. Penyebab utamanya adalah mental para pemimpin islam di andalus saat itu. Para pejabat negara dan bahkan imam mesjid pun lebih memilih migrasi ke afrika utara daripada mempertahankan Andulsia. Selain itu, para pimpinan pejuang daerah2 islam (seperti di Malaga) yang tertangkap ternyata tidak memiliki mental sekuat seorang pejuang islam seharusnya. Mereka lebih memilih dibaptis di depan seluruh umat daripada mempertahankan akidahnya di balik siksaan penjara. Kondisi ini justru meruntuhkan semangat kaum muslim saat itu. Bandingkan dengan seorang mantan “budak”  (Bilal bin Rabbah) yang tetap mempertahankan akidahnya walau disiksa kaum kafir. Apakah mereka pantas disebut pejuang dan pemimpin? Bahkan seorang ex-budak pun lebih tangguh dari mereka.

Hal yang tidak dapat dipungkiri lagi saat itu adalah masalah terpecahnya kekuatan Islam saat itu. Dinasti Islam saat itu memang sangat kritis. Terjadi kerajaan – kerajaan kecil di dalam dinasti itu sendiri. Hal itu terjadi pada saat itu umat muslim yang di spanyol memegang kunci perekonomian di daratan Andalusia. Otomatis ada intrik ekonomi-politik intern di kesultanan Andalusia ini. Maka, terjadilah perpecahan yang sudah pasti melemahkan kooridnasi umat islam di Andalusia. Sebenarnya, sulit dikatakan penyebab keruntuhan dinasti islam adalah umat islam itu sendiri. Karena, para penyebab keruntuhan itu sendiri tidak berlaku layaknya seorang muslim.

Kembali ke alur cerita, Abu Jaffar mempunyai pekerja bernama Saad, seorang anak yatim piatu pelarian dari Malaga. Saad jatuh hati pada saleemah, Saleemah menerima dan dinikahkanlah mereka. Lihat pada masa itu pekerja itu adalah status kehidupan saja. Saat diperbolehkan menikah dengan “anak majikan”. Dan si anak majikan tidak melihat calon suaminya dari status. Karena di mata Allooh setiap manusia itu sama. Hanya takwa yang membedakan. Seharusnya Islam itu indah.

Pada awalnya bangsa Castille tidak menuntut banyak pada bangsa penduduk andalus. Tetapi kemudian, masuklah masa inkuisisi. Seluruh warga andalus tidak boleh memiliki kitab (sumber ilmu) dan disita kerajaan castile. Kitab itu ada yang dipelajari dan juga ada yang dimusnahkan. Bangsa Arab di Andalus dilarang menggunakan jilbab, bahasa arab, sholat dan bentuk-bentuk kebudayaan lainnya. Dan satu hal yang sangat tidak bisa diterima oleh masyarakat modern sekarang adalah Seluruh warga di Andalus harus dibaptis dengan paksa. Atau pergi meninggalkan andalus. Jika masih memeluk islam dan tinggal di Andalus maka akan dihukum mati.

Selanjutnya, timbulah fitnah-fitnah terhadap islam dan strategi dari keluarga Saleemah dalam menghadapi kondisi tersebut. Selanjutnya baca sendiri ya…

Dari cerita di atas, tampaknya penulis ingin menunjukkan sebuah kebenaran tentang Islam (walau dalam keadaan tertekan) dan ada orang yang mengaku Islam tapi tidak bertabiat Islam berhubung banyak orang yang tidak tau Islam itu sebenarnya apa.

Selain itu, ada bagian dari sejarah dimana bangsa castile mencuri kitab-kitab hasil pemikiran umat islam. Dan itulah kunci kemajuan peradaban eropa sekarang. Mereka mempelajari yang sudah ada, buah pemikiran peradaban sebelumnya, untuk kemudian dikembangkan hingga kita lihat sekarang kemajuan teknologi barat. Walaupun demikian, kebudayaan Islam bukan berarti timbul begitu saja. Peradaban Islam juga sebelumnya pasti memodifikasi dari peradaban sebelumnya. Sebagai contoh, dari Mesir Kuno, Mesopotamia, Yahudi, india, Yunani, Romawi dan seterusnya. Dan semua kebudayaan sebelum Islam itu bahkan sama sekali belum mengetehui Islam. Jadi, tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah peradaban yang besar itu ada karena adanya peradaban sebelumnya.

Oiya..sebagai muslim, hal yang sangat menyesakkan hati saya adalah bahwa “Baru saja beberapa bulan Dinasti Islam ditaklukkan Kerajaan Castille, Cristopher Columbus datang meminta bantuan dana pelayaran penemuan benua Amerika”. Bayangkan, andai saja para pemimpin Islam mau bertahan saja satu tahun di Andalus. Maka, Columbus akan menaklukkan Amerika atas nama Islam.

PS: Gak kebayang deh kalo Angelina Jolie pake jilbab, trus Leonardo Di Caprio pergi sholat Jum’at…

Wkwkwkwk…

Peace..No offense hanya menceritakan sejarah saja…ampyuunn…

Categories: Book Tags: , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: