Home > Thought > Bulu Tangkis, Psikotest, UTS kacau

Bulu Tangkis, Psikotest, UTS kacau

Yap, Kamis kemaren jadinya, aku nggak ikut UTS MME. Alhamdulilah, pak Syafri memberi respon positif terhadap panggilan seleksi psikotest dari PT. Exxon Mobil Oil. Jadinya, atas persetujuan beliau dengan jalan keluar berupa UTS susulan, maka akupun bisa dengan tenang mengikuti seleksi psikotest hari kamis kemaren.

Tapi, rabu malamnya, aku malah maen bulu tangkis.. hehe.. Tapi, gpp asyik kok, itung2 refreshing.

Kamis pagi udah cabut langsung ke BPIP Unpad Dago. Disana langsung disambut sekumpulan manusia-manusia ITB yang dipanggil seleksi psikotest oleh Exxon. Setelah, dilihat dari absennya, ternyata ada 45 orang yang masuk tahap ini dari sebelumnya sekitar 90 orang pada tahap interview. Tapi, anak elektronya cuma 9 orang hmm..

Walaupun demikian, psikotest ini membuat tanganku keram gak terasa, mati rasa. Iya, gara-gara test rekening Koran yang parah itu. Mataku juling dan berkunang-kunang dengan angka-angka. Sementara tanganku bergerak sendiri, sesuai perintah otak. Padahal kayak berasa gak punya tangan.. hehe.. (O..iya mana masih pegel gara2 main bulu tangkis kemarennya juga blom ilang  ).

Nah, yang paling berkesan itu adalah saat diskusi kelompok. Kebayang nggak bagaimana bentuk diskusinya? Peserta diskusi terdiri dari manusia-manusia ITB yang ber-IP di atas 3,2 dan semuanya aktif melakukan kegiatan ekstra, organisasi, himpunan dan tah pa pa lainnya. Semua confidence. Semuanya pengen menunjukkan keberadaannya dalam diskusi dan seterusnya. Parah lah pokoknya, sampai bingung aku.. Ngomong kok bisa nggak berhenti2 ya? Hahaha.. Ya udah aja, iseng lagi aku, plus kesel juga sih.. Akhirnya, keluarlah perkataan simple yang cukup menyindir kurasa. Aku njeplak : “woi… woi… gantian dong ngomongnya, mau ngasih pendapat neh” (sambil melambai-lambaikan tangan berharap para peserta sadar masih ada orang ini.. wkwkwk). Lucu ya.. padahal diskusi itu harusnya menggodok pendapat-pendapat sehingga hasil akhirnya baik untuk semua. Tapi, kok kerasa seperti memaksakan pendapat ya? Hehe.. ntahlah..

Tapi, itung-itung pengalaman.. Hari kamis itu sangat berarti. Masalah hasil apakah lulus atau nggak.. haha.. seperti biasa nggak ngarep deh.. klo liat kondisi kemaren.. ampun DJ..

Ternyata, psioktest menguras tenaga, konsentrasi, mental dan fisik ya.. Selesai psikotest itu, jadi agak gimana gitu.. Lelah gak karuan, blajar juga nggak focus. Akhirnya, ya UTS SisKom yang harusnya gampang.. malah acak kadul nggak karuan. Dari 3 soal.. salah semua.. hwa.. gawat.. Ah, ntahlah..

Allooh pasti punya rencana indah dibalik kejadian dalam hidup..

Bismillah..

Mohon doanya..

  1. June 5, 2009 at 12:06 pm

    risvan…risvan..
    baca tulisan kamu ini aku jadi prihatin plus pengen ketawa…
    ada juga yah, dalam diskusi kaya gitu melambaikan tangan???
    kaya di uka-uka ajah…hahahhaha..

    • June 14, 2009 at 4:27 am

      hehe.. bgitulah manusia manusianya,,, wkwkwk..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: