Home > Bandung, Thought > Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih

Sabtu sore, waktu baca-baca brosur S2 eropa, tiba-tiba HP saya bordering. Ring tone masih sama loh, Bad Day by James Morrison (ini udah dari tingkat satu loh.. Setiakan saya?.. hehe..).

Hmm.. intinya sih, pihak chevron menelpon saya dan memberikan kabar bahwa saya ‘DITERIMA’ KP di CPI rumbai.  Sontak saya, jadi bingung untuk memilih hati apakah senang, sedih, bingung, atau marah.

Pada dasarnya, KP di CPI memang prioritas pertama saya untuk tahun ini. Tapi, setelah menunggu sekian lama plus teman saya ada yang udah keterima KP di Chevron, maka saya berasumsi bahwa saya ‘DITOLAK’ Chevron. Asumsi ini, membuat saya semakin gencar mencari KP termasuk di TMMIN yang saya terangkan di atas. Dan Alhamdulillah saya lulus seleksi di TMMIN.

Yah, sebenarnya kedua program perusahaan itu bagus. Dan memang kedua perusahaan ini ahli di bidangnya.

Mengenai program IPUS di TMMIN udah dijelaskan di postingan sebelumnya. Sekarang kita akan membahas sedikit mengenai program KP CPI.

Chevron menyediakan sebuah program KP dan TA. Setiap mahasiswa yang sudah ikut KP tidak dapat lagi mengikuti program TA CPI. KP CPI akan menanggulangi semua biaya dari Jakarta ke Rumbai, Akomodasi dan biaya hidup di Rumbai, dan Biaya kembali ke Jakarta lagi. Intinya, gak ada keluar duit. Program ini  juga sudah matang, mentor sudah ada dan dapat sertifikat KP CPI (katanya sih jadi nilai tambah).

Kurangnya program ini adalah durasi waktunya yang hanya 1 bulan. Sedangkan, kampus menuntut 2 bulan. Sebenarnya hal ini tidak terlalu bermasalah. Karena, 1 bulan lagi bisa KP di Bandung aja.

Akan tetapi, sekedar informasi nih. Teman se-kosan saya pernah KP di CPI dengan program yang sama persis. Dia juga lulus dengan predikat memuaskan (hampir cumlaude). Dia juga memegang sertifikat KPCPI tentunya. Pada kenyataanya, ketika dia melamar ke CPI, dia tidak lulus seleksi dan gagal masuk CPI. Mungkin ini anomaly. Rejeki Allooh yang ngatur kan?

Jadi, kata teman saya sih, saya dikondisi ‘serba benar’. Karena saya harus memilih satu dari dua hal yang baik. Tapi, kata saya, saya di kondisi ‘serba salah’. Karena saya harus menepis salah satu kepercayaan yang diberikan pada saya.

Hmm.. Mudah-mudahan saya tidak salah langkah.

Bismillah..

Categories: Bandung, Thought Tags: ,
  1. u'friend
    June 15, 2009 at 9:59 am

    ya…Bismillah aja van…
    ketika kita dihadapkan diantara dua pilihan yang baik, dianjurkan untuk istikharah…
    mudah-mudahan bisa ada keputusan yang terbaik dan diridhoi Alloh SWT.amiinn.
    kalau dari pandangan manusia sih, risvan pasti lebih tau deh…
    kekurangan n kelebihan masing-masing perusahaan
    mudah2an smw lancar ya : )
    c…u…
    wassalamu`alaikum wr wb

    • August 5, 2009 at 8:39 pm

      iya,, benar.. makasih ya..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: