Home > Poetry & Poem > Rapuhnya Sang Pemimpi

Rapuhnya Sang Pemimpi

Malam itu..

Benar aku..

Menikmati indahnya karya manusia ini..

Menghiasi indahnya ukiran alam sang pencipta..

Cahaya lampu itu..

Menghias indah gedung-gedung yang menjulang tinggi dengan gagahnya..

Sebuah jembatan membentang lantang..

Layaknya gapaian tangan masiv yang menyatukan dua daratan..

Tapi,

Semangatku runtuh..

Persis bersamaan dengan titik statis keindahan yang kurasa..

Pecah berserakan..

Tubuh letih yang selama ini tak terasa berkat topangan semangat yang menggebu..

Lunglai..

Rasa yakin,

Rasa percaya,

Rasa nyaman,

Yang selama ini abu-abu..

Menjadi hitam kelam..

Rasanya, tak pantas aku menyalahkan Tuhan-ku dan Rasul-ku..

Tapi manusia bodoh dan penuh keterbatasan ini tidak berdaya.

Sudah kucoba untuk terus belajar.

Sudah kucoba tuk menembus limitku.

Tiada kenyamanan yang kurasakan.

Bahkan aku semakin ragu dengan keadilan-Mu.

Bahkan aku semakin ragu dengan kedigdayaan-Mu.

Perlahan kurasakan pelukan-Mu semakin dingin.

Perlahan kau padamkan api semangat untuk mewujudkan visi-ku

Visi yang kulandaskan pada keinginan-Mu.

Tapi, hanya Engkau Tuhan-ku.

Tempat aku mengadu dan menangis dalam kesunyian malam-Mu.

Pada titik ini aku menyerah.

RvD

Categories: Poetry & Poem Tags: ,
  1. me
    December 4, 2009 at 8:09 pm

    ketika kerapuhan hadir sebagai sebuah kerikil dalam menggapai impian
    keyakinan yang mampu mengalahkan,
    selalu ada harapan dalam keyakinan,
    selalu ada keteguhan dalam kesabaran,
    selalu ada hikmah dalam syukur,,
    selalu ada do’a dalam ukhuwah : )

    sang pemimpi tak boleh rapuh…
    sang pemimpi harus terus mengukir imajinasinya
    demi menggapai apa yang sudah Alloh tetapkan buatnya…

  2. wahyu stephanie
    April 1, 2011 at 7:30 pm

    salam kenal ya….I like your poem…
    yg ingin aq tanyakan:
    saat menulis puisi ini apakah saat itu drmu emang bnr2 sedang rapuh????????
    dan apakah yg mampu membuat drimu bangkit kembali??????????
    thank’s before

    • April 4, 2011 at 2:20 am

      hai salam knal wahyu

      lebih kurang bgitu wahyu,
      alhamdulilah selalu ada jalan untuk bangkit.
      yg penting jangan menyerah untuk mencari jalan itu ya..

      tetap semangatđŸ™‚

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: