Home > General Knowledge, Japan > Dengan ‘Baito’ Hidup Anda Terjamin

Dengan ‘Baito’ Hidup Anda Terjamin

“Baito atau arbaito adalah sebuah kata yang bermakna kerja paruh waktu. Kata ini tentu saja berasal dari bahasa Jepang.”**

Sebuah fakta yang cukup mencengangkan adalah seseorang yang cukup bekerja baito saja dapat hidup dengan nyaman di Tokyo. Anda mungkin meragukan pernyataan ini. Berikut saya paparkan sedikit perhitungan kasarnya.

Biaya hidup yang dibutuhkan dalam sebulan.

Rumah, Listrik, Air dan Perawatannya   : sekitar 60.000 yen

Konsumsi                                                  : sekitar 35.000 yen

Transportasi (relative sih)                      : sekitar 10.000 yen

Kebutuhan lainnya                                   : sekitar 10.000 yen

Saving (kita asumsikan)                         : sekitar 10.000 yen

Total                                                         :           125.000 yen

Sekarang kita menghitung pemasukan yang memungkin sebagai pekerja baito.

Standar yang berlaku di Tokyo, untuk 1 jam biasanya seorang pekerja baito standar dibayar 700-1000 yen (kita ambil angka 800 yen).

Dengan bekerja sebanyak 157 jam, mereka mampu memperoleh 125.600 yen.

Sekarang kita lihat sumber daya waktu mereka dalam sebulan.

1 bulan = 22 hari kerja = 176 jam kerja

Artinya dalam satu minggu cukup bekerja 40 jam saja, maka mereka sudah dapat menghasilkan uang sebanyak 125.X00 yen/bulan.

Begitulah salah contoh kehidupan di Tokyo ini. Tapi, untuk memperoleh baito bukanlah hal yang mudah. Dan bekerja sebagai pekerja baito tentu saja tidak terkesan “keren”. Jadi, bagi anda-anda yang merasa ‘berharga diri tinggi’, maka baito tidak tepat bagi anda =)

Walaupun demikian, ada sebuah baito yang lebih mengagumkan lagi. Sebagian besar teman di laboratorium saya memiliki baito. Salah seorang diantaranya dibayar 3500 yen/jam. Hmm…

Anda tentu ingin tahu bukan, jenis pekerjaan apa itu?

Dia bekerja sebagai guru privat anak SMP. (“Bayangkan, betapa berharganya sebuah ilmu di negeri ini mmm…”)

Anyway, saat ini saya juga termasuk seorang pekerja baito. Hal ini saya lakukan karena sebenarnya saya sudah kehilangan banyak uang secara tidak wajar. Salah satunya adalah bantuan dari ITB yang tidak turun karena saya diharapkan untuk memberikan tanda tangan (tanpa boleh diwakilkan) pada beberapa berkas. Sementara saya sudah terlanjur berada di Tokyo. Selain itu, saya akan kehilangan 1 juta rupiah setiap semester saya jika status cuti saya belum terurus juga. Tapi, apa daya? Terus menerus bergantung dan berharap pada kebaikan orang di jaman sekarang itu layaknya mencari jarum di tumpukan jerami. Sebuah cara yang paling memungkinkan adalah dengan menyingsingkan lengan baju saya sendiri.

Baiklah, sampai saat ini, baru 2 jenis baito yang saya lakoni.

Pertama, sebagai SPB (Sales Promotion Boy). Untuk SPB kali ini, saya memperoleh 12600 yen dalam 3 jam. Wah, sangat menggiurkan. Tapi, sayangnya untuk baito jenis ini sifatnya tidak rutin. Oleh karena itu, anda harus cukup membuka diri untuk mencari kesempatan seperti ini.

Kedua sebagai pengajar privat Bahasa Indonesia. Untuk baito jenis ini, saya dibayar 2500 yen/ jam. Sifat dari jenis baito ini adalah kontrak dari beberapa kali pertemuan (sifatnya tergantung kesepakatan dengan calon murid tepatnya =). Untuk memperoleh Baito ini, anda juga harus membuka diri dan pandai melihat peluang. =D

Memperoleh sejumlah uang memang menyenangkan, tetapi salah satu point yang paling penting adalah apakah anda akan terus diperbudak uang? =D

*Teman saya juga mengatakan bahwa salah satu penyebab goyangnya perekonomian Jepang adalah jumlah pekerja Baito yang meledak.

**Arbaito=arubaito merupakan kata serapan dari `arbeit`.

  1. chemieingenieur
    December 7, 2009 at 2:30 pm

    Wow…info beginian ditunggu orang-orang di Indonesia…

    Keep it up, brother!

    • December 7, 2009 at 4:42 pm

      hoho.. siipp.. thank you..
      mohon inspirasinya mbah,, =D

  2. December 7, 2009 at 3:04 pm

    Wah, ini topik menarik… terutama untuk sayah yang sedang jadi pengangguran di kampung orang.

    eh, mungkin perlu ditambahkan, untuk student dan pemegang visa dependent (seperti saya) hanya bisa baito 28 jam seminggu🙂. Yang artinya, harus ada pemasukan dari sisi lain (beasiswa misalnya?) untuk hidup ‘nyaman’ sesuai perkiraan risvan tadi🙂.

    “Dan bekerja sebagai pekerja baito tentu saja tidak terkesan “keren”. Jadi, bagi anda-anda yang merasa ‘berharga diri tinggi’, maka baito tidak tepat bagi anda =)”

    Sayah tidak berharga-diri-tinggi hehe. Jadi kalo ada info baito, bagi2 yah. Jaringan pertemanan saya di Tokyo tidak sebanyak di Indonesia, jadi info Risvan pasti lebih paten dari sayah. Hehehe.

    • December 7, 2009 at 4:53 pm

      Hmm.. iya yah cuma 28 jam, saya lupa menghitung perakiraan untuk alien (maksudnya pemegang alien card) huehehe..

      Weits, jangan meresa ter-spet mas dengan istilah `harga diri tinggi`. Kalau begitu, saya salah sasaran dong wkwkwk..

      Siap, mas..
      Tapi, saya kan baru 2.5 bulan di Tokyo @_@??
      Tentu saja, jaringan mas lebih luas. Saya hanya kebetulan beruntung dalam jangka waktu itu.. =)

      Semangat mas.. Pasti Bisa.. =D

      • December 7, 2009 at 5:03 pm

        Lah saya di sini bahkan belum dua bulan hehehe… dan jaringan yang saya punya cuman temen2 yang dulu kenal di indo… kalo Risvan kan ada jaringan Tokodai dan TISA :-)…

        Saya nunggu bocoran aja ah :D…

  3. sadono
    December 9, 2009 at 1:31 am

    sebagai mahasiswa saya cuma boleh baito sebagai RA sebanyak 20jam perminggu, ngga cukup dengan perhitungan nih…(padahal bulan ini cuma baito 40mnt)

    van, gw link yah blog lo. thanks

    • December 9, 2009 at 6:44 pm

      ok ok.. =)

      Hmm..
      Ada beberapa sudut pandang yang saya tawarkan
      1. Asumsi : beasiswa merupakan bagian dari pemasukan anda. Maka, hidup anda sudah lebih dari cukup.

      2. Asumsi : beasiswa bukan bagian dari pemasukan dari anda.
      And
      a) Baito anda didapat dari pertemanan (tidak terkait izin batasan 20 jam perminggu)
      Maka, perhitungan di atas valid
      b) Baito anda harus `legal` dan terbatas 20 jam/minggu
      Maka, penghasilan anda sebulan maksimum 64000 yen. Tidak Cukup!

      Pertanyaan pentingnya adalah apakah status beasiswa di mata anda? …mmm.. =)

  4. December 22, 2009 at 12:07 am

    baru tau lo punya blog van.. keep posting bro, jadi pengunjung tetap ahh😀

    Ternyata di jepang bisa hidup dengan baito, oh ya kalo boleh tau apa yah korelasinya banyak baito dan goyangnya perekonomian jepang? Orang-orang jadi merasa puas dengan hidup bekerja secara ‘baito’ sehingga tidak berusaha (atau lupa?) melakukan peningkatan potensi diri?

    • December 23, 2009 at 9:44 pm

      terima kasih dis.. =)
      memang cuma untuk berbagi sedikit aja, kalau ada bagusnya ambil. Kalau gak bagus, dikucek2 aja pake’ air comberan, injak2 lalu bakar *halah.. extereem..

      korelasinya,ini berdasarkan berbagai sumber dan tidak ada data sih :
      1. Orang merasa cukup dengan baito jadi daya saing perusahaan turun (kalau gak salah gw dulu ada baca dimana muncul kelompok orang yang memilih untuk hidup dengan tenang tanpa mau ada tekanan seperti target2 dan tuntutan dari perusahaan, di sini juga bisa kita lihat betapa tingkat stress mereka begitu tingginya)
      2. Pekerja adalah investasi jangka panjang bagi sebuah perusahaan (ada pelatihan dan sebagainya yang dana tidak kecil). Jika pekerjanya tidak tetap, alias keluar masuk seenaknya, perusahaan akan rugi dengan kejadian tersebut
      3. Ini pengalaman gw langsung, beberapa teman gw yg baito legal tidak membayar pajak, apalagi yang illegal seperti gw (hwahaha). Jadi, otomatis pemasukan negara Jepang menurun sementara perputaran uangnya kenceng, hoho..

      Begitu yudis, mudah2n sedikit membantu =)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: