Home > Poetry & Poem > Rakyat Jelata : Silahkan Pilih Tuan-Tuan Terpilih!

Rakyat Jelata : Silahkan Pilih Tuan-Tuan Terpilih!

“Hidup adalah pilihan”,untuk kalimat sederhana ini, beberapa orang akan menganggap sebelah mata. Secara konsep, jika anda punya banyak option, maka pilihlah salah satu di antaranya. Tapi, apakah semudah itu? Seperti biasa, praktek itu jauh sulit dari konsep atau teori, bukan? Tapi, menentukan pilihan itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Lebih cepat anda menentukan pilihan, maka lebih cepat pula anda mempersiapkan langkah selanjutnya. Takut salah pilih? Maka, jawaban penulis adalah “Bodoh, pilihan itu gak ada yang salah. Kata salah pilih itu keluar ketika engkau menyesali pilihanmu”. (anyway, jawaban itu juga sering saya tujukan pada diri saya sendiri, at least sebagai sugesti).

===========================================================================

Jika anda pernah baca status saya di Facebook, maka terlontar sebuah susunan kalimat berikut :

Biarkan ku melangkah bebas,

Takkan terikat hati ini dengan harta, tahta, wanita, popularitas dan hal yang fana

Inginku berpuisi,

tapi tak miliki inspirasi,

tak bermaksud berambisi,

hanya mengikuti kata hati..

Lontaran kata sederhana itu keluar begitu saja.

Anda tidak perlu jadi milyuner untuk merasakan bahwa hati anda takkan terikat harta. Cukup berikan uang 500 rupiah pada pengemis di pinggiran jalan. Lalu, senyum simpul di pipinya. Maka, anda lihat senyuman dari hati itu.

Anda tidak perlu menjadi pejabat tinggi untuk merasakan bahwa hati anda takkan terikat tahta. Cukup berbagi sedikit ilmu tambah kurang pada anak-anak yang putus sekolah di pemukiman kumuh di dekat anda. Dan anda akan tahu bahwa anda tidak perlu berdasi dan berjas untuk melihat senyum simpul dan antusiasme di wajah mereka.

Anda tidak perlu menjadi perkasa, jantan, tampan dan perayu handal untuk membuktikan bahwa hati anda takkan terikat wanita. Cukup dengan melihat tatapan mata ayah dan ibu anda ketika anda akan meninggalkannya jauh, maka anda akan tahu bahwa anda biar bagaimanapun telah dicintai oleh  2 orang manusia secara penuh. Belum lagi cinta Tuhan anda yang telah memberi anda kesempatan melihat dunia. Lantas mengapa anda tidak mulai memberi sayang pada mereka yang lebih membutuhkan? Mereka yang lebih lemah? Seberapa besarkah ego anda?

Anda tidak perlu menjadi selebritis dan orang hebat untuk membuktikan bahwa hati anda tidak terikat popularitas. Karena kehadiran anda sekarang sudah terkenang di hati orang -orang di sekitar anda. Kita yang sekarang adalah produksi dari kehadiran mereka yang pernah hadir di hidup kita begitu juga sebaliknya. Mengapa anda harus meninggalkan “fans” anda sekarang dengan mencari popularitas tanpa henti ?

Hatimu tidak perlu terikat hal-hal fana. Karena sudah jelas hidup ini sementara, manfaatkanlah kesempatan itu dengan memberi pada mereka yang lebih lemah. Secara real, bukan konsep, teori atau mimpi-mimpi palsu. Kami butuh aksi dan bukti nyata, tuan tuan!!!

Inginku berpuisi,

tapi tak miliki inspirasi,

tak bermaksud berambisi,

hanya mengikuti kata hati..

Kadang ku lemah,

Hatikupun renta,

Harapku tak sendiri,

Andai anda menemani

Dan ini takkan sekedar mimpi.

Mimpi ini sederhana,

Dan inginku menjadi realita,

Sungguh sulit menjaga mimpi ini, apalagi dengan kenyataan dunia yang penuh godaan. Anda punya tahta, dan anda akan mengincar tahta yang lebih tinggi. Anda punya wanita, dan anda penasaran bukan dengan wanita lain? Anda punya harta, dan terkadang ingin menambah 1 digit 0 dibelakang nilai harta itu. Anda sudah dikenal di wilayah A, dan mungkin wilayah B dan C akan menjadi target selanjutnya.

===========================================================================

Well, Hidup ini memang sebuah pilihan dan tulisan sederhana di atas hanya sebagai bahan pertimbangan bagi mereka yang suka tantangan.🙂. Anda suka tantangan? :-p. Atau anda safety player?

Anyway, Hidup adalah pilihan. Jadi, jika..

Anda mau menjadi milyuner? monggo silahkan..

Anda mau menjadi penjinak wanita? Sok.. lah.. (Titip 3 yo.. *plaak :-p)

Anda mau menjadi pejabat besar? Yah, jangan batasi hidup ane yah..🙂

Anda mau menjadi selebritis? Weis.. ntar  foto bareng yah.. huehehe..

Anda mau semuanya? Ke laut aja loe.. Manusia Serakah.. Bagi-bagi dong.. (at least, dengan saya gitu :-p)

Well, this post is a kind of declaration that i won’t filter my words anymore.🙂

(*Saya berharap tulisan ini dapat menjadi pengingat ketika hati saya ini goyah.. :-p)

Categories: Poetry & Poem
  1. February 21, 2010 at 6:06 am

    good poem…. !! I Can’t see enginnering student fr that poem … bisa saling bertukar puisilah kita hehhe

  2. February 21, 2010 at 7:32 pm

    haha.. should i make some “engineering” poems..?
    yoi.. ayolah kita tukarkan..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: