Home > General Knowledge, Thought > Fenomena ACFTA

Fenomena ACFTA

Bagi anda yang memperhatikan pergerakan UKM dan peluang usaha, munculnya kebijakan ACFTA (ASEAN China Free Trade Arragement)  tentu saja akan menjadi kado pahit bagi para pengusaha, UKM khususnya. Penulis berniat untuk sedikit menggali lebih dalam mengenai kebijakan pemerintah ini. Tetapi, sebelumnya ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab terlebih dahulu.

Dengan asumsi, pemerintah kita cerdas,  dan mempunyai data yang jika di forecast, ACFTA akan memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia. Penulis sangat berharap pemerintah dapat profesional dalam menjelaskan akar pemasalahannya!.

Apakah pemerintah yakin, dengan pengambilan kebijakan ini, UKM bisa survive? Tidak sadarkah pemerintah, bahwa sektor usaha kecil merupakan tonggak terkuat perekonomian kita dalam menangkis gejolak perekonomian dunia? Sektor usaha kecil kita sedikit berinteraksi dengan pihak luar negeri. Dengan demikian, roda perekonomian kita tetap berputar karena kita mandiri. Perusahaan besar sangat rentan dengan gejolak perekonomian global. Kalau sektor usaha kecil kita di”sapu” ACFTA. Dimanakah kita akan berdiri lagi? Tidak sadarkah anda, sifat konsumtif dan jumlah penduduk negeri kita yang melimpah merupakan target pasar yang “empuk”?

Singkat, pemerintah pernah survey lapangan gak sih? Atau cuma bisa ngomong muter2 doang, biar keliatannya intelek? Telek-lah.. (>.<)..

PS* Gak ada ngasih nilai plus nih negara, yang ada Nambah-nambahin kerjaan orang minang aja nih negara.. :p. Preeettt…

Tapi, nyantai bro, orang minang bisa idup dalam kondisi apapun =D. Kalau bisa idup dalam kondisi apapun, berarti gak perlu pemerintah dong.. hmmm…

Categories: General Knowledge, Thought
  1. February 24, 2010 at 12:50 pm

    intelek
    in telek
    di dalam telek

    Tenang, manusia adalah makhluk paling adaptif (walau kurang considerate) terhadap perubahan. Dan manusia Indonesia kan terkenal kreatif. Jadilah manusia Indonesia yang kreatif-adaptif.

    • February 24, 2010 at 1:45 pm

      hmm.. memang kalau dilihat ke belakang, manusia indonesia cenderung bisa survive. Tapi, agak kesel aja liat lapisan elite hierarki-nya. Terlihat yang berusaha mati2an itu lapisan “lapangan”. Yang lapisan elite-nya hanya semena-mena, lalu dapat mobil mewah deh.. =p

      “Di dalam telek-lah” =p..

  2. me
    February 27, 2010 at 12:03 am

    beberapa kebijakan pemerintah emank bisa bikin senewen…
    ACFTA salah satunya…
    blum lagi ntar taun 2012, kebijakan penggunaan IFRS oleh IAI atas standar akutansi NKRI,,,
    padahal blum tentu bisa bener2 ngikutin…
    konsekuensi ikut dalam G-20 (alasannya)
    yah,,,itulah negara kita tercinta…
    makanya, kita2 yang diharapin kelak bisa mengubah kebijakan2 tersebut
    so,,,ditunggu ya para generasi bangsa yang lagi “merantau” di negeri orang : )

    • February 28, 2010 at 4:40 am

      teman, pundak saya terasa berat, saya tidaku tahu apakah sanggup. Apalagi jika harus sendiri. Bersama-sama saja saya tidak yakin mampu..

  3. bengawansolo
    July 1, 2010 at 5:49 pm

    haha…
    it boils my half minang-nese blood.

    cheers.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: