Home > Academic & Technology, Japan > Teman Berkendara

Teman Berkendara

Driving Partner

Melanjutkan tulisan “Mengintip Teknologi Canggih Mobil Jepang” pada edisi sebelumnya, penulis berniat untuk sedikit berbagi mengenai “Robot Mobil” yang kini sedang dikembangkan NATC (Nissan Advance Technology Center). Ini adalah teknologi kedua yang menarik perhatian penulis setelah DCA (Distance Control Assist) pada kunjungan hari itu.

Sebelum bebicara lebih jauh mengenai teknologi “Robot Mobil”, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal teknologi ini dari permukaan. Mengapa disebut “Robot Mobil”? Penamaan ini merujuk pada keberadaan sebuah robot yang terintegrasi pada mobil. Pada kunjungan hari itu, robot ini dimodelkan dalam keadaan menempel pada dashboard mobil.

Lalu, mengapa teknologi ini dikembangkan? Dengan beberapa pembicaraan bersama engineer yang memperkenalkan teknologi ini, maka penulis sedikit banyak dapat memperoleh informasi mengenai keuntungan teknologi ini. Keuntungan pertama adalah keamanan. Robot yang tertempel di dashboard mobil ini dapat mengenali sang pemilik mobil. Kehadiran pihak yang bukan sang pemilik tidak akan dilayani dan akses penggunaan mobil dinonaktifkan. Misalnya, pintu terkunci secara otomatis.

Selain masalah keamanan, sang engineer juga memperkenalkan konsep “friendly car”. Maksudnya, diharapkan kedepannya nanti, robot ini dapat menjadi teman bagi pengemudi ketika berkendara. Mungkin strategi ini akan efektif untuk menghindari kecelakaan yang disebabkan pengemudi mengantuk ketika berkendara.

Menelaah lebih jauh, sekarang kita akan mencoba melihat bagaimana teknologi ini bekerja. Sebelum dianggap sebagai pemilik mobil oleh sang robot, si pemilik yang sah harus dipotret terlebih dahulu. Data hasil pemotretan bersifat digital. Dengan pemotretan itu, dapat diidentifikasi pola wajah sang pemilik. Beberapa titik yang menjadi lokasi identifikasi signifikan terletak pada bentuk garis muka, posisi hidung, mata dan mulut.

Pada kunjungan itu, seorang engineer juga memperagakan cara kerja robot mobil ini. Seorang sukarelawan diajak untuk menjalani sesi pemotretan wajah. Lalu, sang sukarelawan diminta menghadap sang robot, tepatnya tegak lurus pada mata sebagai alat pengindraan visual sang robot. Seketika, sang robot menyapa sukarelawan dan menurut skenarionya, seluruh akses pengunaan mobil diaktifkan.

Sebenarnya, data digital hasil pemotretan dan identifikasi titik signifikan itulah yang merupakan informasi bagi sang robot. Informasi digital tersebut disimpan oleh mobil berbasis sistem komputer ini. Ketika input baru diidentifikasi melalui sensor visual robot, maka input baru tersebut dikomparasi dengan dengan data digital hasil pemotretan. Ketika hasil komparasi positif atau benar, maka akses terbuka. Kejadian sebaliknya terjadi, jika hasil komparasinya adalah tidak benar. Hal ini terbukti ketika salah seorang relawan menutup sebagian wajahnya ketika menghadap sang robot. Robot tersebut tidak mengenalinya. Menanggapi kondisi itu, engineer yang berada di tempat peragaan tersebut menyatakan bahwa pola identifikasi yang dilakukan robot belum disempurnakan. Pengenalan pada titik-titik identifikasi signifikan masih bersifat basic.

Mungkin beberapa dari Anda mengagumi teknologi canggih mobil Jepang ini. Membayangkan berkendara ditemani “seorang” robot mungkin akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi jika robot tersebut dapat mengenali “mood” anda. Akan tetapi, selalu saja ada pandangan yang berbeda mengenai sebuah teknologi. Bukan mustahil beberapa orang beranggapan bahwa menempelkan robot pada dashboard mobilnya akan mengganggu kenyamanan berkendara. “Bukankah sebuah finger print saja sudah cukup?”, mungkin itu salah satu pertanyaan mereka.

Terbukti bahwa kemajuan teknologi memang tak terbendung. Berbagai bentuk aplikasi teknologi dari yang wajar hingga yang tak wajar telah diciptakan. Apalagi pengembangan teknologi itu dilakukan di Jepang yang notabene adalah negara yang memiliki level kreatifitas dan keunikan yang relatif tinggi. Apapun bentuk teknologinya, terlepas diterima atau tidaknya pada sekelompok orang tertentu dan selama itu membawa keuntungan bagi kemajuan umat manusia, maka setidaknya dapatlah ia menjadi insiprasi bagi kita semua untuk terus berkarya.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: