Home > Thought > Brand-nya sih akan jadi Risvan Dirza S.T., (Amiiinn)

Brand-nya sih akan jadi Risvan Dirza S.T., (Amiiinn)

Tidak terasa sudah hampir 4 bulan blog ini saya tinggalkan tak terawat. Ibarat rumah, sarang laba-laba dan tikus sudah berpesta ria di setiap sudut ruangan (Kira-kira ada gak yang bersedia merancang tampilan blog yang demikian, yang kebersihannya bergantung pada frekuensi posting si pemilik :D)

Baiklah terlepas dari nasib blog ini, saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman dan kebahagian yang saya lalui sepulang dari Tokyo. Sebenarnya, banyak cerita seru yang ingin saya bagi. Tapi, tampaknya, ini postingan akan berakhir bagai novel bersambung, jika niat itu saya laksanakan.

Salah satu hal yang saya patut nikmati adalah terselesaikannya sidang Tugas Akhir/Skripsi saya di Program Studi Teknik Elektro, ITB pada tanggal 8 Desember 2010. Alhamdulilah.. Tapi, acara sidang itu tidak saya publikasikan karena selesainya sidang saya belum menjamin saya meraih gelar S.T., atau resmi menggondol gelar sarjana teknik dari ITB. Kini, saya berani sedikit berbicara karena sudah keluar surat keterangan dari ketua program studi dengan pernyataan seperti berikut :

“Chairman of Electrical Engineering Department, School of Electrical Engineering & Informatics. Institut Teknologi Bandung certify, that:

Name               :               Risvan Dirza

Student ID. No  :               13206096

has completed all the necessary requirements and passed Final Project Examination for undergraduated program at Electrical Engineering Department. He will be graduated at April 2011.”

Dengan keluarnya statement itu, maka dapat dijamin semua keperluan lulus dan Tugas Akhir telah diselesaikan dan saya akan diwisuda pada April 2011. Yah, walaupun sebenarnya masih ada sedikit kecemasan sebelum izajah sarjana itu jadi dan ada di tanganku.

Keluarnya surat keterangan tersebut juga disusul dengan keluarnya IP semester terakhir ku (insyaAllooh) di kampus ITB seperti berikut ini :

Raport Semester Akhir

Screenshoot itu juga menguatkan bahwa aku telah sah lulus sidang Tugas Akhir (InsyaAllooh, tidak ada masalah aneh-aneh lainnya yang muncul). Jangan Tanya IPK,ya! Itu agak melanggar *mahzab  :D.

Bicara tentang kegiatan utama saya setelah kepulangan dari Tokyo, apakah hanya mendekam menyelesaikan dan melengkapi Tugas Akhir tersebut? Alhamdulilah, walaupun kuliah yang saya ambil pada semester 9 ini hanya 9 sks, ternyata, masih ada kegiatan lain yang cukup untuk mengisi waktu lumayan lowong ini, seperti menulis paper mengenai Mobile Sensor Networks bersama bang Iman yang sedang studi doctoral di TU Munich (1 sudah diterima di IEEE ICNSC di Delft, Belanda, 1 paper on progress untuk di Florida, 1 jurnal on progress dan 1 jurnal lagi dari TA saya yang masih dalam proses editing penulisan), sedikit mengotak-atik algoritma DCT/IDCT untuk image compression system bersama teman-teman di Lab IC Design ITB, mensubmit paper dan presentasi di konferensi international system tanpa awak di Bali, dan tentu saja sedikit mengalami suasana kekeluargaan di lab AVRG. Kira-kira itulah kegiatan “akademis” yang saya lakukan di semester terakhir saya di ITB dan tentu saja ada kegiatan non-akademis yang tidak akan saya tuliskan di sini😀.

Pernah terpikir untuk meneruskan pendidikan master atau hingga doctoral sekalipun. Tp, mengingat kelulusan saya yang nanggung dan target S2 dan beasiswa saya yang buka sekitar Oktober setiap tahunnya, maka, tentu saja waktu saya benar-benar lowong. Selain itu, ada juga rasa jenuh dengan yang namanya kuliah dan timbul keinginan untuk merasakan pengalaman berbeda. Dengan demikian, berakhirlah pada applying kerja. Dalam berbagai wawancara kerja, selalu saja muncul pertanyaan, “Ada niat lanjut S2?”. Dari sini, akal pikiran saya sedikit tertantang? Haruskah S2?.

Lalu, saya menarik benang merah yang namanya sekolah S2 itu apa tujuannya? Apakah hanya ingin menambah gelar “MSc” atau “M.T.” atau “M.L” *ups? Apakah mencari ilmu? Apakah ingin merasakan sekolah S2 di luar negeri? Apakah hanya biar keren saja kelihatannya? Apakah itu salah satu jalur untuk berkontribusi pada dunia?.  Setelah saya tarik-tarik itu benang merah, ternyata, saya nyangkut dengan tujuan yang di-bold itu.

Dari sini, saya sedikit membuka “jendela” lebih lebar mengenai makna berkontribusi. Saya lihat begitu banyak orang yang hidup di jalan pilihannya. Ada yang memilih berkontribusi dengan belajar S2 dan S3. Ada berkontribusi dengan berenterpreneur ria. Ada  yang berkontribusi dengan berpolitik. Ada yang berkontribusi dengan menjadi professional. Ada juga yang berkontribusi menjadi ikan teri-nya koruptor seperti Gayus untuk membuka bobroknya sistem yang ada di negeri ini.

Sejalan dengan waktu, ternyata Allooh membukakan jalan pada saya untuk berkontribusi sebagai professional di beberapa perusahaan yang pada akhirnya bersedia menawarkan ajakan untuk bergabung (setelah sebelumnya mengkuti seleksi tentunya).

Benang merah lainnya adalah pengembangan pola berfikir. Apapun bentuk jalur kontribusi itu, selama ada kegiatan yang menstimulus pengembangan pola berfikir, maka saya melihat itu sebuah proses penting. Menurut pandangan saya, sepatutnya studi S2 atau S3 akan menghasilkan manusia-manusia yang mengalami proses pengembangan pola berfikir yang lebih baik dari sebelumnya. Apakah di jalur-jalur lainnya ada? Jika saya perhatikan, sepatutnya itu ada. Setidaknya, di jalur professional, perusahaan yang memahami kebutuhan ini tentu akan memfasilitasi berbagai training atau peluang pengembangan pola berfikir dengan bentuk yang bervariasi dan unik (setidaknya akan sedikit lebih menarik dari sekedar kuliah atau penelitian.. hehe.. :D)

Categories: Thought
  1. olicomting
    January 16, 2011 at 4:06 am

    congratzzz…. !!! udah TST … (tamatan sekolah teknik)

    • January 20, 2011 at 11:02 pm

      haha.. alhamdulilah bang..
      mudah2an tidak ada kendala..

  2. January 16, 2011 at 1:37 pm

    jadi masuk perusahaan apa van??

    • January 20, 2011 at 11:03 pm

      menurut kabarnya sih, jadinya ke ExxonMobil

  3. Augystiana Dita
    January 17, 2011 at 12:28 am

    everyone got their own role. do what you are most comfortable with🙂 sukses ya van! *gw masih gak jelas banget mau fokus kemana ~_~

    • January 20, 2011 at 11:04 pm

      haha.. ada hal2 yang diluar dugaan. Ternyata, saya agak jenuh dengan dunia “akademisi”..

  4. January 20, 2011 at 10:26 pm

    weiss… Risvan dirza S.T. 🙂
    selamat berkontribusi di manapun berada di jalan pilihanmu pan.

    • January 20, 2011 at 11:05 pm

      haha.. makasih mas..
      saya cuma berusaha sebaik mungkin pada proses yang saya jalani (terlepas visi atau mimpi yang ada di kepala saya). Tapi, keknya secara tak disangka yang memilih itu sebenarnya bukan saya😀

  5. meongijo
    January 24, 2011 at 1:40 pm

    Van, sombooooong IP nya 4 hahaha…

    Iya van, lulus sidang bukan berarti bergelar ST. Aku malah berharap wisuda April ditunda, jadi aye masih bisa ngejar april hahahha.

    *ngejar sih ngejar, tapi males2an :((

    • January 27, 2011 at 6:40 pm

      haha,, kan cuma 9 sks ras haha..
      Hehe.. iya sih memang belum ST officially haha.. Nunggu wisuda baru sah :p

      ayo semangat ras😉

  6. fafa
    February 16, 2011 at 6:04 am

    Whoaaa.. sumpah bijak banget tulisan ini Van..
    Like this

    • April 24, 2011 at 5:53 pm

      haha.. si fafa..
      mudah2an tetap bisa dipegang🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: