Home > General Knowledge, Jakarta, Thought > Smile!! (Senyuman)

Smile!! (Senyuman)

Kecemasan saya bahwa saya akan menghadap ketidakkompetenan professional dalam sebuah organisasi pemerintahan terjadi. Saya mulai mencatat dan melist kebobrokan sistem manajemen dan kontrol dalam sebuah badan usaha milik negara induk tempat kini saya berkarya. Apalagi begitu banyak hasil kegagalan tersebut yang berdampak langsung ke saya dengan kondisi dimana saya tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan lingkungan otoritas.

Rasanya ingin cepat mengubah sistem yang bobrok ini dengan mensapu bersih dedengkot-dedengkot konservatif yang masih merasa telah berhasil membangun sebuah sistem yang efisien. Saya masih belum paham tolak ukur keberhasilan mereka. Apakah hanya angka dan grafik indah tak bermakna  (data palsu) atau memang mereka gagal menurunkan sebuah tolak ukur keberhasilan dengan benar. Tidakkah mereka pernah membandingkan diri dengan perusahaan swasta nasional atau asing yang tumbuh berkembang secara progressive?. Berapa banyak manusia yang harusnya tersenyum menjadi bersedih karena ketidakkompetenan ini?

Hari ini, kedongkolan itu sedikit berkurang. Setidaknya, saya membuat seorang anak jalanan tersenyum hari ini. Saya hanya memberikan dua (2) voucher puzzle Doraemon yang tersisa sehingga peluang anak itu untuk mendapatkan puzzle Doraemon yang ia inginkan (berasal dari hatinya) dan ia butuhkan (untuk menikmati masa kecilnya) semakin besar. Saya juga tersenyum. Sharing Happiness.

Ternyata, untuk membuat seorang manusia tersenyum itu sederhana. Anda tidak harus membangun sistem yang canggih. Anda tidak harus membuat “jokes” yang unik. Anda tidak harus memperolok orang lain agar orang yang lainnya tertawa. Anda tidak harus berbohong dan memberikan informasi palsu hanya demi kesenangan orang lain.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah tersenyum dan berikan apa yang sangat Ia inginkan dan juga Ia butuhkan.

Tantangannya adalah kebanyakan hanya anak kecil yang polos yang mau mengungkapkan apa yang benar-benar ia inginkan dan butuhkan. Semakin matang seseorang, semakin kesulitan ia mengidentifikasi apa yang sebenarnya ia inginkan dan butuhkan (Pengalaman membuat manusia banyak menimbang).

Salam,

Risvan Dirza

(karena senyuman adalah anugerah)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: