Home > Academic & Technology, Informasi > Teknologi Pelindung Korosi

Teknologi Pelindung Korosi

Atas permintaan seorang teman di seberang sana, saya menulis sejumlah artikel teknologi secara periodik. Tidak mudah bagi saya untuk menulis artikel seperti ini, mengingat kapasitas pengetahuan dan pemahaman saya yang masih terbatas.

Artikel ini sudah dipublished. Oleh karena itu, saya sekarang dapat mem-publish-nya juga diblog saya. Saya selalu berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Di samping itu, besar harapan saya untuk mendapat feedback baik itu dari segi penyampaian maupun kontennya.

Baik, langsung saja ya..

Coba Anda perhatikan di sekitar Anda saat ini! Berapa banyak peralatan yang terbuat dari besi? Adakah yang berkarat? Jika Anda menemukan fenomena tersebut, berarti Anda telah menyadari bahwa masih banyak peralatan di sekitar Anda yang bersifat korosif (sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif)

Sekarang, coba Anda bayangkan jika korosi ini terjadi di fasilitas-fasilitas yang berbahaya seperti kilang minyak atau jembatan penyebrangan.

Mengingat begitu dahsyatnya akibat dari fenomena korosi, maka dikembangkanlah sebuah metode penanggulangan yang disebut cathodic protection (Pelindung Katodik).

Pada prinsipnya, metode ini mengorbankan material lain yang lebih dahulu termakan korosi dibandingkan dengan material utama yang diharapkan tidak mengalami korosi. Secara sederhana, material yang ingin dilindungi “dibungkus” oleh material lain.

Jadi, secara teknis, material yang melindungi material utama harus memiliki potential korosi yang lebih rendah (biasanya dalam satuan eV). Sedangkan, secara resmi metode proteksi katodik didefinsikan sebagai sebuah teknik yang digunakan untuk mengendalikan korosi pada permukaan metal dengan membuat sebuah katoda pada sel elektrokimia.

Metode pelindung katodik ini sendiri, secara umum terdiri dari dua (2) tipe, yaitu Galvanik dan Impressed Current Cathodic Proctection System.

Galvanik (Pengorbanan Anoda)

Dalam aplikasi biasa, anoda galvanik yang merupakan sepotong logam yang lebih elektrokimia “aktif” melekat pada permukaan logam yang rentan terkena cairan korosif. Anoda galvanik dirancang dan dipilih untuk memiliki tegangan yang lebih “aktif” (lebih negatif elektrokimia potensial-nya) dari logam struktur target (biasanya baja).

Untuk CP (Cathodic Protection) yang efektif, potensi permukaan baja dipolarisasi (dipaksa) sehingga lebih negatif sampai permukaan memiliki potensial seragam. Pada tahap itu, kekuatan pendorong untuk reaksi korosi dengan permukaan yang dilindungi akan terhapus.

Anoda galvanik terus menimbulkan korosi, mengkonsumsi bahan anoda sampai akhirnya harus diganti. Oleh karena itu, anoda galvanik akan terus diganti secara periodik.

Polarisasi struktur target disebabkan oleh aliran elektron dari anoda ke katoda, sehingga kedua logam harus memiliki kontak konduktif elektrik yang baik. Kekuatan pendorong untuk arus CP adalah perbedaan potensial elektrokimia antara anoda dan katoda.

Agar perlindungan katodik galvanik bekerja, anoda harus memiliki potensi elektrokimia lebih rendah (lebih negatif) dibandingkan katoda (struktur target yang harus dilindungi).

Impressed Current Cathodic Protection Systems (ICCP)

Untuk struktur yang lebih besar, anoda galvanik tidak dapat memberikan arus yang cukup ekonomis untuk memberikan perlindungan yang lengkap. Sistem ICCP menggunakan anoda yang terhubung ke sumber listrik DC (arus searah). Biasanya, ada penyearah perlindungan katodik, yang mengubah suatu sumber listrik keluaran AC ke keluaran DC. Jika tidak ada pasokan AC, sumber daya alternatif dapat digunakan, seperti panel surya, tenaga angin atau tenaga gas generator thermoelectric.

Anoda untuk sistem ICCP tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Anoda yang umum adalah bentuk batang tubular dan padat atau pita panjang dari berbagai bahan. Misalnya, silikon, besi cor, grafit, campuran logam oksida, platina dan kawat yang dilapisi niobium.

Untuk pipa, anoda tersebut diatur dalam groundbeds baik didistribusikan melebar atau di lubang vertikal yang mendalam. Desain tersebut tergantung pada beberapa faktor kondisi lapangan, termasuk persyaratan distribusinya.

Dengan menelaah uraian kedua jenis tipe pelindung katodik di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jika kita hendak melindungi korosi pada permukaan yang relatif tidak luas, tipe galvanik adalah metode yang sesuai. Tipe ini sederhana dan relatif murah dengan perawatan periodek. Sedangkan, ketika permukaan yang ingin dilindungi jauh lebih besar, tipe galvanik tidak akan lagi ekonomis karena anoda galvanik yang dibutuhkan akan sangat banyak. Oleh karena itu, ICCP system adalah tipe yang paling tepat dengan resiko perawatan yang sedikit lebih kompleks dan ketergantungan pada pasokan energi tambahan.

Demikianlah, beberapa teknologi perlindungan korosi yang kita bahas pada bulan ini.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: