Home > Academic & Technology > A Journey of A Project Engineer (1) – Pengenalan & Long Lead Item bernama “Steel Tubular”

A Journey of A Project Engineer (1) – Pengenalan & Long Lead Item bernama “Steel Tubular”

*Pengenalan

Anggap saja ini sebuah catatan seorang engineer yang bekerja pada sebuah perusahaan minyak dan gas. Saya bekerja sebagai project engineer yang tergabung dalam project management team untuk mengembangkan beberapa lapangan di area lepas pantai laut jawa, yakni area KILO, FOXTROT dan BRAVO. Proyek ini rencananya akan membangun 4 (empat) anjungan tanpa awak lepas pantai (NUI-Normally Unmanned Installation) masing-masing bernama YYA, FSB, SPA dan KLD, lebih dari 30 Km pipa bawah laut dan beberapa modifikasi pada anjungan yang sudah ada agar ke-empat anjungan baru tersebut terintegrasi dengan anjungan-anjungan yang sudah ada. Baik, anggap saja jika proyek selesai dengan tepat waktu dan sesuai dengan biaya yang dianggarkan, maka kami telah berkontribusi mensupplai sekitar 6000 barrel minyak setiap hari dan gas lebih dari 35-an MMScfd. Kalau lebih spesifik sebenarnya saya diminta untuk fokus pada proyek FSB beserta pipa bawah laut dan modifikasi terkait. Akan tetapi, dikarenakan ke-empat proyek ini tergabung dalam satu project management team, maka adalah hal yang wajar jika tanggung jawab saya terkadang melebar ke proyek-proyek lainnya.

*Long Lead Item – Steel Tubular

Dalam proyek pengembangan YY, FSB, SP dan KLD ini ada beberapa material atau equipment yang harus disupplai oleh COMPANY (perusahaan) karena tingkat kepentingannya terkait teknologi, waktu pengadaan atau kepercayaan diri COMPANY. Beberapa diantaranya adalah Steel Tubular dan Shutdown Valve (SDV).

Steel Tubular – Apa itu Steel Tubular? Sebenarnya, benda ini adalah mainannya para Structure Engineer dan Quality Control Engineer. Akan tetapi, saya akan coba paparkan secara garis besar. Steel Tubular adalah material berupa pipa besar yang terbuat dari baja. Tubular ini, menurut desain dari Structure Engineer, akan digunakan sebagai material untuk structure jacket seperti deck leg dan bracings, dan piles. Sedangkan, dari sudut pandang Quality Control Engineer, material ini adalah material critical karena akan menopang anjungan yang akan dibangun, sehingga harus dijaga kualitasnya sejak dari pemilihan lapisan bajanya hingga proses fabrikasinya.

Terkait dengan kebutuhan proyek, apa saja yang harus diperhatikan? Pertama, waktu pengiriman sebuah steel tubular pada umumnya memakan waktu sekitar 6-7 bulan dan ini sudah termasuk proses pembuatan bahan baku material sejak dalam bentuk lapisan baja. Kedua, biaya pembelian steel tubular ini biasanya dapat dimonitor dari tonnase-nya. Satuannya biasanya metric ton (MT). Harganya sangat bervariasi. Harga ini bergantung pada beberapa hal, antara lain, lokasi fabrikasi (apakah di dalam negeri atau di luar negeri), asal muasal materialnya, metode pengirimannya, lokasi penyimpanan serta apakah steel tubular itu baru atau tidak.

Selanjutnya, saya akan bercerita lebih detail. Pada proyek ini, kami mengadakan 2 (buah) tender untuk pengadaan steel tubular. Sebuah tender diadakan untuk mengakomodasi steel tubular yang hanya dapat di-import (sebut saja tender A). Sedangkan, tender lainnya (sebut saja tender B) diadakan untuk mengakomodasi steel tubular yang dipercaya mengandung 10% TKDN (tingkat kandungan dalam negeri). Semua steel tubular ini dibutuhkan untuk membangun anjungan YYA dan FSB. Bisa dilihat pemisahan tender ini dibuat bukan berdasarkan jenis proyeknya. Akan tetapi, pemisahan ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan TKDN. TKDN merupakan salah satu syarat kelulusan pemain tender secara administrasi. Sebelum dilakukan seleksi secara administrasi, terdapat beberapa penawar, tender A memiliki 6 (enam) penawar dan tender B memperoleh 3 (tiga) penawar. Setelah dilakukan seleksi administrasi, bagi para penawar yang dinyatakan lulus akan memasuki fase evaluasi teknis.

Hal apa saja yang perlu dievaluasi secara teknis? – Sebenarnya banyak sekali hal teknis yang perlu dievaluasi, saya yakin structure engineer dan quality control engineer kami memahami hal tersebut lebih dalam. Akan tetapi, beberapa hal kritikal yang perlu dipastikan adalah tipe pengelasan pembentukan (forming welding). Sebuah steel tubular yang dibentuk biasanya berasal dari sebuah plat baja yang ditekan atau di-roll hingga melengkung dan membentuk pipa, sehingga sisi-sisi plat yang sebelumnya berjauhan saling bertemu. Sisi-sisi yang bertemu ini lalu di-las dan di-treatment agar komposisi materialnya kembali ke susunan yang kokoh. Karena daerah pengelasan ini adalah biasanya titik lemah dari struktur sebuah steel tubular, maka harus dipastikan tidak boleh lebih dari 1(satu) pengelasan pembentukan longitudinal pada steel tubular ini. Bahasa teknisnya, one longitudinal seam weld (LSW).

Selanjutnya, harus dipastikan tidak ada Circumferential Seam Weld (CSW). Jenis pengelasan apalagi ini? Menurut standar industri, steel tubular yang dibentuk memiliki panjang 20 kaki atau 40 kaki. Jadi, selalu ada kemungkin dilakukan penyambungan agar diperoleh panjang yang sesuai dengan standar industri tersebut. Nah, untuk melakukan penyambungan tersebut diperlukan CSW. Dengan alasan bahwa daerah pengelasan adalah titik terlemah, maka harus dipastikan bahwa tidak ada CSW pada steel tubular yang dibeli. Bisa saja keberadaan CSW ini diterima, asalkan pada saat fabrikasi dipastikan tidak ada bagian steel tubular yang mengandung CSW berada di area yang ditekan secara lateral (biasanya di area cane).

Kemudian, apakah steel tubular yang disupplai tersebut baru atau material stock? Logikanya, sebuah material stock lebih berpotensi mengalami karat karena material tersebut dibiarkan lama di tempat penyimpanan. Metode penyimpanan yang tidak tepat akan mengakibatkan karat pada material ini, sehingga dapat menurunkan kualitas material. Lalu, apakah definisi new material? New material biasanya didefinisikan apabila umurnya tidak lebih dari 2 bulan dari sejak pembuatan. Parameter ini dapat di-check pada mill certificate-nya.

 Pertanyaan selanjutnya adalah manufacture apa saja yang biasanya memproduksi dan mensuplai steel material? Beberapa pemainnya adalah Samkang, SEAH, Nippon Steel dan lain-lain.

Sampai bertemu di kesempatan berikutnya..

Risvan Dirza (RvD)

Categories: Academic & Technology Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: