Home > Academic & Technology, Informasi > Respected Professor,…!!!

Respected Professor,…!!!

“Respected Professor,” itu adalah sapaan yang diberikan seorang mahasiswa tingkat 3(tiga) dari India bernama Krishna kepada saya dalam e-mail-nya.

Krishna adalah seorang mahasiswa teknik mesin Indian Institute of Technology (IIT) yang katanya adalah salah satu univeritas teknik top di India dan dunia. Mahasiswa ini mengontak saya setelah membaca salah satu tulisan atau paper saya yang berjudul Performance-guaranteed distributed coverage control for robotic visual sensor network with limited energy storage”. Paper yang saya tulis sekitar 2-3 tahun lalu bersama beberapa teman.

Image

Bagi beberapa orang yang berprofesi sebagai akademisi, adalah sebuah kebanggaan jika buah pikirannya di-citasi atau di-baca atau dirujuk orang lain. Saya mungkin bukan terdaftar sebagai akademisi tetapi siapa yang tidak senang ketika buah pikirannya dihargai. Lalu, eksistensi dan kontribusi-nya diakui. Beberapa orang bahkan rela mencuri buah pemikiran orang lain demi sebuah penghargaan atau pengakuan (yang ini jangan ditiru ya..!!).

Terlepas dari kebanggaan dan penghargaan itu, ada satu sudut pandang yang saya rasa cukup miris.

Kira-kira begini poin-poin-nya.

  1. Jari saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk mengetik laporan dan/atau membuat slide presentasi.
  2. Tangan saya dibayar lebih mahal untuk menenteng laptop dan berkas kerja.
  3. Telinga saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk menerima perintah.
  4. Mulut saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk meneruskan pesan atau informasi.
  5. Kaki saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk memastikan suatu pesan terlaksana.
  6. Kaki saya dibayar lebih mahal untuk berjalan ke ruang meeting.

Krishna, Di negera saya, poin-poin di atas (atau mungkin ada lagi), lebih dihargai dari pada buah pikiran saya. Atau mungkin juga memang buah pikiran saya tidak lebih berharga pada kenyataan-nya😀.

Anyway, mungkin saya tidak dapat memberikanmu kesempatan magang. Tapi, setidaknya e-mail-mu sedikit memberikan berita baik bahwa masih ada yang menghargai pemikiran saya. Yah, jika memang tidak dihargai, maka mungkin memang itulah kenyataan.  Jika memang bila belum ada jalan, maka mungkin memang itulah takdirnya.

Sampai bertemu di kesempatan berikutnya, jika memang itu jalannya..

RvD

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: