Archive

Archive for the ‘Informasi’ Category

Pencapaian Hingga 03 Juni 2016 dan Kejutannya

June 12, 2016 Leave a comment

Sepertinya baru hari ini, saya dengan sengaja dapat menyempatkan diri untuk menulis lagi. Saya katakan “menyempatkan” karena memang “to do list” saya sangat banyak. Sejujurnya, banyaknya target ini membuat hidup saya lebih hidup.

Sejak 15 April 2016 hingga hari ini 03 Juni 2016, tidak sampai 2 bulan, begitu banyak terjadi kejutan dan perubahan rencana. Tidak apa, kata Frank, host father saya sewaktu saya di Belanda 11 tahun lalu, “Zo is Het Leven”, yang artinya “Begitulah hidup”

Bercerita tentang ASA, seperti tulisan sebelumnya saya akan bagi menjadi ASA jangka pendek dan ASA jangka panjang. Lalu, pencapaian-pencapaian kecil saya sejak 15 April hingga 03 Juni 2016 ini.

  1. Rumah Tangga

Janin atau calon buah hati kami sudah berumur 26 minggu 2 hari. Kami sudah melakukan USG 4D dan calon buah hati kami diperkirakan seorang perempuan. Kami berencana memberinya nama Mikayla Vandirza. Berdasarkan hasil konsultasi kami dengan dokter kandungan kami di RSPI, semuanya dalam keadaan normal, sehat dan baik. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan kepada istri dan anak saya.

Walaupun diperkirakan due-date kelahiran istri saya adalah 7 Sept 2016. Kami bersepekat agar istri saya melahirkan dengan melakukan operasi cesar yang direncanakan pada 25 Agustus 2016 ketika usia kandungan istri saya 38 minggu 1 hari. Menurut dokter usia kandungan segitu sudah cukup untuk melahirkan.

Saya sendiri sebenarnya selalu berusaha untuk menguatkan diri saya bahwa keputusan kami ini adalah keputusan terbaik agar istri dan buah hati kami mendapatkan fasilitas terbaik selama proses kelahiran dan perawatannya di RSPI dengan biaya yang dapat ditanggung oleh fasilitas kesehatan kantor saya. Karena saya mengajukan “izin meninggalkan pekerjaan tanpa upah” tertanggal sejak 1 September 2016 untuk melanjutkan studi.  Salah satu konsekuensi “Izin meninggalkan pekerjaan tanpa upah” adalah seluruh fasilitas kantor akan dibekukan.

Pencapaian:

  • Kami sudah “menjenguk” buah hati kami secara rutin ke dokter kandungan.

ASA Jangka Pendek:

  • Setidaknya setiap dua minggu sekali, istri saya dan saya akan “menjenguk” calon buah hati kami ke dokter kandungan.
  • Mengidentifikasi kebutuhan hidup istri, lahiran dan anak, dan mengestimasi biaya dan strateginya sejak Bulan Juli 2016 s/d Desember 2016.
  • Memperbaiki laptop rumah agar dapat di bawa ke Belanda sehingga tetap dapat berkomunikasi dengan anak dan istri di Indonesia
  • Menginstal Microsoft Office untuk laptop istri agar keperluan istri terpenuhi.
  • Memastikan akte lahir istri selesai pada akhir Juni 2016
  • Melegalisir akte lahir istri pada Juli 2016
  • Memastikan perpanjangan passport istri pada Juli 2016
  • Memastikan legalisir buku nikah selesai pada akhir Juni 2016
  • Memastikan istri melahirkan dengan fasilitas terbaik dan ditemani keluarga-keluarga terdepat pada Agustus 2016 walaupun saya tidak dapat ada di tempat.
  • Memastikan penerbitan akte lahir anak dan legalisirnya pada Sept 2016.
  • Memastikan penerbitan passport anak pada Oktober 2016.
  • Memastikan pengajuan Visa MVV anak dan istri pada November 2016.
  • Menerbitkan undangan kedatangan anak dan istri di Belanda pada November 2016.

ASA Jangka Panjang:

  • Membawa anak dan istri ke Belanda antara Januari – Maret 2017 sehingga kami dapat tinggal bersama sebagai satu keluarga utuh.
  1. Asset dan Financial

Istri saya dan saya selalu melakukan proses pemantauan terhadap asset dan pertumbuhan asset kami secara berkala. Pertumbuhan nilai likuiditas financial sejak 15 April 2016 hingga 6 Juni 2016

mencapai 83% dari nilai awal pada akhir Maret 2016 dengan tidak memperhitungkan asset tidak likuid. Alhamdulillah, Allah SWT masih terus melimpahkan rezekinya.

Kami tidak sepenuhnya berharap kepada gaji bulanan saya. Oleh karena itu, berbagai metode pengembangan dana kami coba untuk memperkokoh fondasi financial kami sebagai keluarga kecil. Penambahan nilai sebesar di atas merupakan salah satu impact dari metode pengembangan dana yang kami lakukan.

Pencapaian:

  • Alhamdulillah ada kenaikan nilai 45% pada akhir April 2016 dan 19% pada akhir Mei 2016.
  • Alhamdulillah setidaknya satu ekor kambing diinformasikan hamil

ASA Jangka Pendek:

  • Setidaknya ada yang ditabung setiap bulan.
  • Memonitor perkembangan usaha ternak kambing.
  • Menghentikan dan/atau mencairkan dana dari program penarikan rutin bulanan.
  • Meminimalisir pengeluaran selama studi di Belanda nanti.

ASA Jangka Panjang:

  • Mencari partner finansial untuk bersama-sama menjalankan proyek perumahan alexandria yang terus menerus mangkrak.
  • Memastikan adanya penyewa Ruko di Medan untuk tambahan biaya untuk Mama di
  1. Pekerjaan

Terlepas dari rencana studi saya yang jadinya akan dimulai pada Agustus 2016, Alhamdulillah, saya mendapat apresiasi dari kantor tempat saya bekerja sehingga saya dipromosi sejak 1 April 2016. Apresiasi ini sangat saya hargai, tetapi hidup adalah pilihan dan saya memilih untuk menghabiskan waktu 2 tahun ke depan untuk menimba ilmu di Belanda daripada memperbanyak khazanah pengalaman kerja saya. Walaupun, saya memiliki niat untuk kembali bekerja di kantor saya ini sekembalinya saya dari studi master. Hal ini dituangkan dengan pengajuan unpaid leave saya ke pihak perusahaan. Alhamdulillah, pengajuan unpaid leave saya sudah disetujui hingga ke level Vice President. Semoga saja President/GM perusahaan saya dibukakan pintu hatinya untuk memberikan izin dan persetujuan atas pengajuan unpaid leave saya.

Pencapaian:

  • Saya dipromosi sejak 1 April 2016
  • Visit ke lapangan pra-bidding maupun bidder site survey sudah dilakukan dengan baik dan aman
  • Menyelesaikan review dokumen tender long lead item.

ASA Jangka Pendek:

  • Menyelesaikan klarifikasi teknis minggu depan.
  • Menerbitkan rekomendasi evaluasi 2 minggu lagi.
  • Membantu tim dalam menjawab pertanyaan dari calon-calon kontraktor.

ASA Jangka Panjang:

  • Membantu tim agar penunjukkan pemenang-pemenang tender dapat dilakukan tahun ini dan memberikan kontribusi sesuai dengan ruang lingkup kerja seharusnya.
  1. Pengembangan Professional

Saya berniat untuk mendapatkan sertifikasi PMP tahun ini. Walaupun pada Agustus 2016, saya berangkat melanjutkan studi, saya akan menyempatkan waktu untuk belajar dan mengikuti testnya.

Pencapaian:

  • Tidak ada

ASA Jangka Pendek:

  • Memastikan bahwa saya dapat mengikuti tes tahun ini
  • Menguasai 1 BAB per minggu dan mencoba 10 soal per minggu.

ASA Jangka Panjang:

  • Certified PMP di tahun 2016
  1. Sekolah Master dan Beasiswa

Awalnya saya berencana untuk menunda waktu studi ke Agustus 2017 mengingat saat ini istri saya sedang hamil dan saya ingin berkontribusi di perusahaan saya setidaknya setahun lagi dalam waktu dekat ini. Akan tetapi, kenyataan bercerita lain, LPDP tidak mengizinkan saya untuk menunda studi ke Agustus 2017. Oleh karena itu, saya berdiskusi dengan istri saya dan alhamdulillah dia menguatkan saya untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melanjutkan studi pada Agustus 2016.

Antara senang dan sedih, itu yang saya rasakan. Sedih karena saya tidak dapat mengadzankan anak saya nanti. Sedih karena peluang saya untuk mengapply ke ETH Zurich, Stanford University atau mungkin MIT sirna. Sedih karena keluarga saya tidak dapat merasakan benefit dari promosi lebih lama. Sedih karena saya tidak dapat berkontribusi di perusahaan lebih lama. Sedih karena LPDP tidak mendukung niatan saya. Akan tetapi, saya juga senang bahwa istri dan keluarga saya mendukung saya sepenuhnya untuk melanjutkan studi di Eindhoven University of Technology-TU/e (Systems and Control). Senang karena saya tidak harus mengulur waktu lagi untuk studi. Senang karena impian saya untuk melanjutkan studi sejak 5 tahun lalu akan segera terwujud.

Terlepas pro kontra itu, saya percaya, Allah SWT sudah memiliki skenario terbaik untuk saya. Saya hanya harus bersyukur dan terus berdo’a agar diberikan jalan yang lurus, mulus dan indah. Setidaknya, apapun yang saya peroleh hari ini adalah buah dari lika liku kehidupan yang Allah SWT rencanakan dan pernah saya pertanyakan. Saya menyesal mempertanyakannya, karena seharusnya saya percaya bahwa Allah SWT adalah dzat yang maha tahu, termasuka skenario terbaik bagi hidup saya.

Tahap selanjutnya, saya harus berjuang untuk menyelesaikan segera hal yang perlu dipersiapkan.

Pencapaian:

  • Aplikasi Visa MVV saya sudah disetujui
  • Akte Lahir saya sudah dilegalisir hingge Kedubes Belanda
  • Buku nikah kami sedang dilegalisir di Kemenlu

ASA Jangka Pendek:

  • Mendatangi Kedubes Belanda untuk mencetak stiker Visa MVV
  • Mendatangi Kemenlu untuk mengambil Buku Nikah yang sudah dilegalisir
  • Mendatangi Kedubes Belanda untuk melegalisir Buku Nikah
  • Memastikan Housing, Laptop dan Tiket ke Belanda
  • Mengulang-ulang pelajaran terkait.

ASA Jangka Panjang:

  • Menyelesaikan studi master di Belanda pada Agustus 2018.
  1. Habblumminallah (Hubungan dengan Allah SWT)

Saya merasa belum banyak perbaikan dalam hal ini. Saya masih bukanlah manusia yang selalu dekat dengan Allah SWT. Sejauh ini, yang saya tahu bahwa saya tidak melakukan perbuatan yang dilarangNya. Akan tetapi, banyak perintahNya yang belum saya turuti. Sholat masih belum sempurna. Puasa senin-kemis sempat dilakukan tetapi kemudian terhenti. Walaupun demikian, alhamdulillah dengan bantuan istri, infaq dan sedekah mingguan kepada anak-anak masih relatif konsisten hingga saat ini.

ASA Jangka Pendek:

  • Perbaiki sholat, puasa dan perbanyak membaca Al-qur’an

ASA Jangka Panjang:

  • Menghafal Al-qur’nan.
  1. Travelling Ke 3 Negara

Rencana ini hasilnya masih 0%. Tetapi ada kemungkinan menjadi 33% karena saya akan berangkat ke Belanda Agustus 2016.

Pencapaian:

  • Rencana studi ke Belanda menjadi Bulan Agustus 2016.

ASA Jangka Pendek:

  • Mempersiapkan semua kebutuhan keberangkatan ke Belanda.

ASA Jangka Panjang:

  • Membawa Anak dan Istri ke Belanda pada Q1 2017.

“Human do the best, God does the rest”

Risvan Dirza,

Jakarta, 03 April 2016.

Advertisements
Categories: Informasi

Respected Professor,…!!!

March 29, 2014 Leave a comment

“Respected Professor,” itu adalah sapaan yang diberikan seorang mahasiswa tingkat 3(tiga) dari India bernama Krishna kepada saya dalam e-mail-nya.

Krishna adalah seorang mahasiswa teknik mesin Indian Institute of Technology (IIT) yang katanya adalah salah satu univeritas teknik top di India dan dunia. Mahasiswa ini mengontak saya setelah membaca salah satu tulisan atau paper saya yang berjudul Performance-guaranteed distributed coverage control for robotic visual sensor network with limited energy storage”. Paper yang saya tulis sekitar 2-3 tahun lalu bersama beberapa teman.

Image

Bagi beberapa orang yang berprofesi sebagai akademisi, adalah sebuah kebanggaan jika buah pikirannya di-citasi atau di-baca atau dirujuk orang lain. Saya mungkin bukan terdaftar sebagai akademisi tetapi siapa yang tidak senang ketika buah pikirannya dihargai. Lalu, eksistensi dan kontribusi-nya diakui. Beberapa orang bahkan rela mencuri buah pemikiran orang lain demi sebuah penghargaan atau pengakuan (yang ini jangan ditiru ya..!!).

Terlepas dari kebanggaan dan penghargaan itu, ada satu sudut pandang yang saya rasa cukup miris.

Kira-kira begini poin-poin-nya.

  1. Jari saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk mengetik laporan dan/atau membuat slide presentasi.
  2. Tangan saya dibayar lebih mahal untuk menenteng laptop dan berkas kerja.
  3. Telinga saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk menerima perintah.
  4. Mulut saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk meneruskan pesan atau informasi.
  5. Kaki saya dibayar lebih mahal ketika digunakan untuk memastikan suatu pesan terlaksana.
  6. Kaki saya dibayar lebih mahal untuk berjalan ke ruang meeting.

Krishna, Di negera saya, poin-poin di atas (atau mungkin ada lagi), lebih dihargai dari pada buah pikiran saya. Atau mungkin juga memang buah pikiran saya tidak lebih berharga pada kenyataan-nya :D.

Anyway, mungkin saya tidak dapat memberikanmu kesempatan magang. Tapi, setidaknya e-mail-mu sedikit memberikan berita baik bahwa masih ada yang menghargai pemikiran saya. Yah, jika memang tidak dihargai, maka mungkin memang itulah kenyataan.  Jika memang bila belum ada jalan, maka mungkin memang itulah takdirnya.

Sampai bertemu di kesempatan berikutnya, jika memang itu jalannya..

RvD

Berencana Memulai Hidup di Jakarta?

November 27, 2013 Leave a comment

Banyak orang berfikir bahwa dengan datang ke Jakarta, maka kehidupan yang lebih baik akan segera datang. Saya tidak termasuk dalam golongan orang tersebut. Tapi, entah mengapa saya harus menjalani mimpi mereka, memulai hidup di “kejamnya” ibu kota, Jakarta.

Agar survive atau bertahan, ada beberapa komponen utama pengeluaran yang harus dipenuhi. Lebih jauh lagi, ketika kita menginginkan gaya hidup yang lebih “wah”, ada komponen tertier yang juga harus dipenuhi. Berikut beberapa komponen pengeluaran yang perlu diperhitungkan bagi para pejuang di labirin ibukota.

1. Pengeluaran yang tidak dapat dielakkan

Bagi para keluarga muda, biaya akomodasi atau Biaya sewa tempat tinggal dapat mencapai 2 juta hingga 4 juta per bulan. Angka 4 juta per bulan ini berasal dari biaya akomodasi di salah satu apartment tipe 2BR di Jakarta Selatan. Biaya ini dapat ditekan menjadi 2 jt per bulan jika Anda menyewa kontrakan.

Dengan asumsi bahwa setiap orang akan mengeluarkan 20 rb rupiah untuk sekali makan dan sehari makan tiga kali, maka biaya konsumsi ini akan mencapai 3,6 juta per bulan bagi pasangan muda.

Bagi Anda yang belum berfikir untuk membeli kendaraan, KRL dapat menjadi transportasi andalan. Pendekatan yang saya ambil adalah 20 rb per hari. Jadi, untuk sebulan, biaya transportasi ini dapat mencapai sekitar 600 rb rupiah.

Keluarga besar saya berada di Sumatera Utara. Jadi, bagi Anda yang juga para perantau, mungkin mempertimbangkan hal ini pada golongan pengeluaran yang tidak dapat dielakkan. Perhitungan saya, dalam setahun, saya perlu setidaknya dua kali pulang kampung. Ongkos PP sekali pulang kampung mencapai 3 jt per orang. Jadi, kita perlu menyimpan dana sebesar 500 rb per bulan.

Dengan demikian, pengeluaran utama untuk golongan tipe I ini adalah 6,7 juta. Bagi yang tinggal di apartement, pengeluaran tersebut dapat mencapai 8,7 juta.

Anggap saja biaya tak terduga yang harus di-keep dengan gaya hidup ini adalah 2 jt rupiah.

Sehingga untuk mereka yang memiliki gaya hidup tipe di atas, potensi pengeluaran dapat mencapai angka 10 jt/bulan

2. Ditambah Pengeluaran dengan gaya hidup dalam negri.

Beberapa dari kita tentu mulai berfikir mengenai investasi dan bisnis kecil-kecilan. Anggap saja, untuk komponen ini, dibutuhkan biaya sekitar 1 jt per bulan. Sedangkan, tabungan jangka panjang untuk pendidikan anak diperkirakan dapat mencapai 2 jt per bulan.

Mungkin beberapa dari kita sudah mulai memikirkan hiburan bulanan, sebut saja, 500 rb per bulan.

Dengan demikian, dibutuhkan dana tambahan sekitar 3,5 juta per bulan. Sehingga untuk mereka yang memiliki gaya hidup tipe dua ini, potensi pengeluaran dapat mencapai 14 jt per bulan.

3. Ditambah dengan liburan dan cicilan asset.

Menurut saya, golongan ketiga ini adalah golongan yang dapat dikatakan mapan untuk time frame sekarang dan yang akan datang.

Untuk cicilan rumah dan kendaraan, kita dapat ambil angka 4 juta per bulan untuk masing-masing komponen tersebut.

Liburan dapat dibagi menjadi liburan domestik ataupun liburan luar negeri. Setidaknya sekali dalam setahun, sebuah keluarga menikmati liburan. Biaya liburan ini dapat mencapai 9,6 juta untuk domestik atau 18 jt untuk travelling ke luar negri. Sehingga, diperlukan saving sebanyak 800 ribu hingga 1,5 jt setiap bulannya.

Dengan demikian, dibutuhkan dana tambahan sekitar 8,8 juta – 9,5 juta per bulan.

Jadi, jika ditotalkan, pengeluaran untuk golongan yang mapan di atas rata-rata ini mencapai 22 hingga 24 juta per bulan.

Bagaimana? Masih tertantang dengan gaya hidup masyarakat Ibukota?

Perhitungan di atas dipakai dengan asumsi tahun 2013. Jika Anda ingin melakukan pendekatan di tahun-tahun berikutnya, silahkan disesuaikan dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Hint: anggap saja 8% per tahunnya.

Categories: General Knowledge, Informasi Tags:

Produksi Minyak dan Gas Bumi

April 14, 2013 Leave a comment

Pada pertengahan tahun 1980-an, masyarakat dunia meyakini bahwa akan datang masanya dimana dunia akan kekurangan ketersediaan minyak bumi. Bahkan, dalam kondisi produksi terbaik sekalipun, dimana timur tengah berhasil menggandakan produksinya, dunia masih akan berada pada krisis pasokan minyak pada pertengahan 1990-an.

Tetapi, sejalan dengan waktu yang berlalu, ternyata skenario di atas tidak pernah terjadi. Kegagalan munculnya skenario terburuk tersebut bukan berarti bahwa minyak bumi adalah sumber energi terbarukan. Melainkan ini adalah buah keberhasilan dari usaha – usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun industri swasta dalam meneliti dan memaksimalkan sumber daya energi yang terdapat di Bumi ini.

Dalam memproduksi atau mengambil minyak bumi dari sumbernya, dikenal dua istilah utama, yakni “primary recovery” dan “secondary recovery”. Istilah ini dibedakan berdasarkan masa dan kondisi sumber minyak bumi yang dioperasikan.

Istilah “primary recovery” ditujukan pada minyak bumi yang dapat diproduksi dalam kondisi alam yang normal. Pada masa-masa awal industri, produksi minyak bumi dibatasi sepenuhnya oleh kondisi dimana proses hanya bergantung pada mekanisme pemulihan alamiah atau normal. Oleh karena keterbatasan ini, sebuah sistem pengangkatan buatan atau artificial lift dikembangkan untuk mengambil minyak bumi dari sumbernya (reservoir). Kemampuan reservoir tersebut untuk mendorong minyak bumi hingga ke permukaan sudah menurun.

Teknik-teknik yang kemudian dikembangkan untuk mendorong minyak bumi keluar dari pori-pori batuan reservoir adalah dengan menggunakan fluida lainnya. Minyak bumi yang diperoleh dengan metode ini disebut sebagai “secondary recovery”. Metode “secondary recovery” yang banyak digunakan adalah waterflooding dan gas injection, yang mencontoh atau menganalogikan mekanisme produksi “primary recovery” dari dorongan air dan gas yang terjebak bersama minyak bumi.

Untuk mengambil minyak bumi dari sumbernya, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan, misalnya tekanan reservoir, porositas, permeabilitas, kekentalan minyak dan sebagainya. Faktor-faktor kompleks ini membuat metode waterflooding maupun gas injection tidak bekerja secara maksimal. Peningkatan produksi minyak bumi yang diproduksi dengan metode-metode tersebut hanya 10-20 % dari minyak bumi yang terdapat di sumbernya.

Sementara proses pengambilan yang lebih canggih yang menjadi rujukan banyak professional di perminyakan adalah EOR (Enhanced Oil Recovery). Beberapa orang menyebut teknik ini sebagai “tertiary recovery”. Beberapa contoh metode ini adalah injeksi air berkarbonasi (mengandung CO2), alkaline dan polimer. Walaupun metode EOR ini memiliki efesiensi pengangkatan yang lebih baik, ternyata masih ada lebih dari setengah minyak bumi yang terkandung tertinggal di dalam tanah. Dengan metode EOR ini, hanya sekitar 30 – 60% kandungan minyak bumi yang dapat diambil dari sumbernya.

Mengingat begitu signifikannya metode EOR dalam peningkatan produksi minyak bumi, berikut penulis sajikan beberapa teknik yang umum digunakan dalam metode EOR ini.

Teknik termal merupakan salah satu pendekatan yang signifikan. Pada pendekatan ini dilakukan pemanasan terhadap minyak bumi yang terkandung untuk mengurangi viskositasnya sehingga minyak bumi tersebut memiliki kemampuan mobilisasi/bergerak yang lebih baik. Peningkatan panas ini akan menurunkan tegangan permukaan minyak bumi dan meningkatkan permeabilitasnya. Minyak bumi yang dipanaskan ini juga akan menguap dan terkondensasi dengan kualitas yang lebih baik. Beberapa metode pemanasan yang biasa dilakukan adalah injeksi uap secara terskilus ke dalam sumur minyak dan steam drive.

Selain teknik termal, juga dikenal teknik chemical. Pada metode ini diinjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika (misalnya, tegangan permukaan dan tegangan kapiler) dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir. Akan tetapi, penggunaan metode ini sangatlah terbatas dengan dana yang dibutuhkan untuk membeli bahan kimia yang diinjeksikan.

Teknik EOR yang biasa digunakan adalah Teknik miscible. Teknik miscible merupakan sebuah proses menginjeksikan fluida pendorong ke dalam sumur minyak yang kemudian akan bercampur dengan minyak tersebut. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen. Ketika fluida ini bercampur dengan minyak, maka tekanan pada reservoir dapat terjaga dan akan meningkatkan kemampuan mobilitas minyak karena tegangan antara air dan minyak akan berkurang. Gas yang umum diinjeksikan biasanya karbondioksida karena gas ini dapat menurunkan viskositas minyak dan harganya relatif lebih murah daripada LPG.

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya persediaan cadangan minyak dan gas bumi sangat banyak. Sumber permasalahan keterbatasan minyak terletak pada dua faktor utama, yakni keterbatasan teknologi untuk memaksimalkan produksi dari cadangan yang ada, serta pola konsumsi energi berlebihan dari penduduk bumi. 

Teknologi Pelindung Korosi

April 11, 2013 Leave a comment

Atas permintaan seorang teman di seberang sana, saya menulis sejumlah artikel teknologi secara periodik. Tidak mudah bagi saya untuk menulis artikel seperti ini, mengingat kapasitas pengetahuan dan pemahaman saya yang masih terbatas.

Artikel ini sudah dipublished. Oleh karena itu, saya sekarang dapat mem-publish-nya juga diblog saya. Saya selalu berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Di samping itu, besar harapan saya untuk mendapat feedback baik itu dari segi penyampaian maupun kontennya.

Baik, langsung saja ya..

Coba Anda perhatikan di sekitar Anda saat ini! Berapa banyak peralatan yang terbuat dari besi? Adakah yang berkarat? Jika Anda menemukan fenomena tersebut, berarti Anda telah menyadari bahwa masih banyak peralatan di sekitar Anda yang bersifat korosif (sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif)

Sekarang, coba Anda bayangkan jika korosi ini terjadi di fasilitas-fasilitas yang berbahaya seperti kilang minyak atau jembatan penyebrangan.

Mengingat begitu dahsyatnya akibat dari fenomena korosi, maka dikembangkanlah sebuah metode penanggulangan yang disebut cathodic protection (Pelindung Katodik).

Pada prinsipnya, metode ini mengorbankan material lain yang lebih dahulu termakan korosi dibandingkan dengan material utama yang diharapkan tidak mengalami korosi. Secara sederhana, material yang ingin dilindungi “dibungkus” oleh material lain.

Jadi, secara teknis, material yang melindungi material utama harus memiliki potential korosi yang lebih rendah (biasanya dalam satuan eV). Sedangkan, secara resmi metode proteksi katodik didefinsikan sebagai sebuah teknik yang digunakan untuk mengendalikan korosi pada permukaan metal dengan membuat sebuah katoda pada sel elektrokimia.

Metode pelindung katodik ini sendiri, secara umum terdiri dari dua (2) tipe, yaitu Galvanik dan Impressed Current Cathodic Proctection System.

Galvanik (Pengorbanan Anoda)

Dalam aplikasi biasa, anoda galvanik yang merupakan sepotong logam yang lebih elektrokimia “aktif” melekat pada permukaan logam yang rentan terkena cairan korosif. Anoda galvanik dirancang dan dipilih untuk memiliki tegangan yang lebih “aktif” (lebih negatif elektrokimia potensial-nya) dari logam struktur target (biasanya baja).

Untuk CP (Cathodic Protection) yang efektif, potensi permukaan baja dipolarisasi (dipaksa) sehingga lebih negatif sampai permukaan memiliki potensial seragam. Pada tahap itu, kekuatan pendorong untuk reaksi korosi dengan permukaan yang dilindungi akan terhapus.

Anoda galvanik terus menimbulkan korosi, mengkonsumsi bahan anoda sampai akhirnya harus diganti. Oleh karena itu, anoda galvanik akan terus diganti secara periodik.

Polarisasi struktur target disebabkan oleh aliran elektron dari anoda ke katoda, sehingga kedua logam harus memiliki kontak konduktif elektrik yang baik. Kekuatan pendorong untuk arus CP adalah perbedaan potensial elektrokimia antara anoda dan katoda.

Agar perlindungan katodik galvanik bekerja, anoda harus memiliki potensi elektrokimia lebih rendah (lebih negatif) dibandingkan katoda (struktur target yang harus dilindungi).

Impressed Current Cathodic Protection Systems (ICCP)

Untuk struktur yang lebih besar, anoda galvanik tidak dapat memberikan arus yang cukup ekonomis untuk memberikan perlindungan yang lengkap. Sistem ICCP menggunakan anoda yang terhubung ke sumber listrik DC (arus searah). Biasanya, ada penyearah perlindungan katodik, yang mengubah suatu sumber listrik keluaran AC ke keluaran DC. Jika tidak ada pasokan AC, sumber daya alternatif dapat digunakan, seperti panel surya, tenaga angin atau tenaga gas generator thermoelectric.

Anoda untuk sistem ICCP tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Anoda yang umum adalah bentuk batang tubular dan padat atau pita panjang dari berbagai bahan. Misalnya, silikon, besi cor, grafit, campuran logam oksida, platina dan kawat yang dilapisi niobium.

Untuk pipa, anoda tersebut diatur dalam groundbeds baik didistribusikan melebar atau di lubang vertikal yang mendalam. Desain tersebut tergantung pada beberapa faktor kondisi lapangan, termasuk persyaratan distribusinya.

Dengan menelaah uraian kedua jenis tipe pelindung katodik di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jika kita hendak melindungi korosi pada permukaan yang relatif tidak luas, tipe galvanik adalah metode yang sesuai. Tipe ini sederhana dan relatif murah dengan perawatan periodek. Sedangkan, ketika permukaan yang ingin dilindungi jauh lebih besar, tipe galvanik tidak akan lagi ekonomis karena anoda galvanik yang dibutuhkan akan sangat banyak. Oleh karena itu, ICCP system adalah tipe yang paling tepat dengan resiko perawatan yang sedikit lebih kompleks dan ketergantungan pada pasokan energi tambahan.

Demikianlah, beberapa teknologi perlindungan korosi yang kita bahas pada bulan ini.

Retreat, Back to Real Corporate and Evaluate (“Mundur, Kembali ke Korporasi dan Evaluasi”)

December 25, 2012 2 comments

Kalau Anda melihat judul tulisan di atas, apa yang ada dipikiran Anda? Seorang pecundang? Seorang yang gagal? Yap, dugaan Anda benar. Saya memang gagal mengimplementasikan impian dan rencana saya di awal tahun lalu (yang berimpact pada kondisi saat ini). Dalam tulisan ini, saya tuliskan beberapa alasan dan analisa atas kegagalan tersebut.

Belum juga saya wisuda pada awal 2011, saya sudah aktif bekerja di salah satu MNC (Multi National Company) di bidang migas di Indonesia. Awalnya, saya berfikir saat itu adalah jalan yang baik. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk resign pada awal 2012. Adapun keputusan tersebut sudah saya pertimbangkan sejak pertengahan 2011 dengan menganalisa faktor internal (ketidakpuasaan) dan external (tawaran dan peluang lain) yang muncul hingga awal 2012.

Sejak pertengahan 2011, angin segar proyek-proyek properti sudah berhembus, begitu juga dengan sistem bagi hasil di sebuah perkebunan. Belum lagi niat untuk melanjutkan S2 dan tawaran menulis buku. Pada saat itu saya sudah merancang langkah-langkah strategis di tahun 2012.

Awal 2012, saya resign dari MNC Migas tersebut. Kemudian, masuk ke start up company dengan tawaran posisi yang lebih baik dan bayaran yang “sedikit” lebih baik. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan fleksibilitas waktu, mengasah insting bisnis dan menambah network. Flexibilitas waktu dan network diharapkan dapat membantuku untuk membangun mesin uang lain yang cukup signifikan, setidaknya sekitar bulan Oktober 2012. Bersamaan dengan itu, aku terus menerus mencari beasiswa untuk melanjutkan master di luar negeri yang tahun ajarannya dimulai pada  pertengahan tahun 2013. Sedangkan, target pernikahan adalah sebelum keberangkatan studi. Dengan kata lain, saya ingin menyiapkan stabilitas spiritual dan material sebelum melanjutkan studi di tahun 2013. Itulah cerita idealnya. Ibarat perusahaan, itulah misi yang harus saya lakukan di tahun 2012-2013.

Namun sekarang apa yang terjadi? Ternyata, misi itu gagal. Saya tidak menyebutnya tertunda, karena ketepatan waktu adalah tolak ukur kesuksesan sebuah misi. Sekali lagi saya tekankan saya gagal. Tetapi, bukan kegagalan yang harus disesali. Disini saya berbagi mengenai potensi-potensi di luar perhitungan yang membuat saya gagal dan mengakibatkan saya harus kembali merangkak.

  1. Internal reason yang di luar kontrol (kehendak Tuhan), sebuah perencanaan akan gagal total jika orang-orang terpercaya yang seharusnya mendukung Anda berbalik dan malah menjadi sesuatu yang “menjadi tanggung jawab” Anda dalam proses pencapaian misi. Ini berdampak pada perhitungan finansial yang hancur lebur yang saya secara pribadi gelagapan dalam menutupi dan memutar modal yang terbatas.
  2. Negosiasi dan komunikasi, beberapa tim projek untuk membangun mesin uang menjadi mandek karena kehilangan semangat mengingat tantangan nyata yang ternyata tidak sebatas teori di sebuah buku. Hal in terjadi pada sistem marketing projek properti, bisnis online dan pengadaan sodium sulphate dll.
  3. Skill, ada saatnya saya harus turun tangan sendiri dalam menjalankan mesin uang. Beberapa skill/keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan mesin tersebut tidak saya kuasai secara penuh. Inilah yang menyebabkan saya menjadi terlalu bergantung ke orang lain. Hal ini terjadi pada kegagalan agreement dan pemeliharaan website.

Sekarang, apakah bentuk kegagalan yang real yang saya alami? Sekitar Agustus 2012, saya masuk sebagai finalis Panasonic Scholarship dan gagal meraih beasiswa. Sekitar Oktober 2012, saya menerima bahwa saya gagal membangun mesin uang baik itu export batik, pengembangan artikel ke negara lain, bisnis online ataupun projek properti. Keuangan hancur lebur karena banyak modal yang sudah terpakai. Sebenarnya, loss yang paling besar adalah waktu. Sehingga, dengan demikian, harapan saya untuk melanjutkan studi di 2013 pupus sudah.

Akan tetapi, kini saya bergabung dengan sebuah perusahaan migas nasional, PT. Pertamina Hulu Energy Offshore Northwest Java dengan potensi ikatan dinas 4 tahun. Mungkin pendapatan saya tidak sebesar dahulu (ini pendapatan terkecil semenjak saya bekerja), tapi setidaknya saya bersyukur bahwa saya diberikan kesempatan kedua untuk kembali membangun pondasi.

Lalu, langkah strategis apa yang harus saya lakukan? Tindakan antisipatif apa yang harus saya lakukan agar tidak terjadi kesalahan yang sama?

  1. Bekerjasama dengan Tuhan (Allooh SWT). Mungkin saya terlalu sombong dengan logika dan angka. Dan Dia adalah Yang Maha Berkehendak untuk memutarbalikkan estimasi, logika dan angka-ku.
  2. Belajar berbicara sesuai tempat, waktu dan kondisi.
  3. Mengembangkan kemampuan teknis detail yang dibutuhkan di dunia komersil
  4. Membangun pemahaman fundamental yang solid mengenai bagaimana membangun perusahaan.
  5. Menjadi halfboss/halfemployee.
  6. Be myself, melakukan sesuatu yang sesuai dengan prinsip kebenaran dan professionalisme. Saya tidak akan pernah mampu menyenangkan 10 dari 10 orang yang ada di sekitar saya.
  7. Lebih bersabar, jangan terburu-buru, analisa resiko yang lebih lean, dan sistem kontrol yang tepat terhadap partner-partner baru.

Melanjutkan studi? Saya rasa saya harus mengulur waktu lebih lama, setidaknya saya memikirkan itu setelah 4 tahun dari sekarang. Tetapi, yang pasti, saya akan tetap mengulik angka, rumus dan merekayasa formula dan persamaan dalam keseharian saya (baik tertulis ataupun tidak). Karena bentuk manfaat dari ilmu itu bukan gelar akademis.

Nikah? Yang pasti, secara resmi, tidak di 2013, mungkin 2014..

2012 memang tahun yang berat dan penuh dengan “kegagalan” dengan impact jangka panjang yang berselemak (kemana-mana).

Frustasi? Yes,

Minder? Yes,

Sedih? Yes,

Pesimis? Yes,

Marah? Yes,

Malu? Yes,

Tapi, itulah pengalaman saya.. dan saya memutuskan untuk bangkit dan merangkak kembali dengan cara yang mudah-mudahan lebih baik..

Salam perjuangan,

Risvan Dirza

If we have several autonomous fire extinguishers vehicle, can we optimize their work? Yes, we can!!

August 7, 2011 6 comments

It sounds interesting when you just push “start” button, and let your team (autonomous vehicles) work as your expectation. They can adjust their behavior as an impact of environment. Not only manipulating environment, but they can also work together optimizing their objective within dynamic target characteristic i.e., we have several autonomous fire extinguishers vehicle that have a team objective to optimize (in term of time and geometric) the extinguishing of the fire. It is common sense that fire is time variant and being impact by the presence of fire extinguishers.

The mathematical model is a bit complex than our previous research. Currently we (Bang Iman and I) are working on this research. I’m developing the mathematical model and logic program this week (refer to weekend only). Hopefully, the result come out in the next two weeks. For visual understanding, below is the diagram illustration for our research:

Visualization of Work Scope

Let’s see what we’ll have at the end of this Ramadhan. Hopefully, it will be accepted in the other prestigious or respected international scientific/engineering conference next year.

Happy to discuss!

Warm regards,

Risvan Dirza

Categories: Informasi